Your Login Details


Busway Part 1 - Mengantri

Bagaimana mengawalinya yah? Pokoknya ini awal dari serentetan cerita menarik yang terjadi kalau kamu naik Busway (baca: tije). Maklum setiap hari kalau kuliah aku naik busway. Ok mari kita mulai.

Hal pertama yang kamu sadari saat naik busway adalah mengantri, apalagi jika kamu naik busway pas jam-jam sibuk yaitu sore dan pagi hari, jangan kaget karena antriannya bisa sampai panjang banget. Tapi kali ini aku mau membicarakan antrian pendek yang sering terjadi di koridor 1.

Ketika sampai di dalam halte busway kamu pasti dihadapkan oleh sekrumunan orang yang sedang tidak mengantri sembako. Mereka sebenarnya mengantri busway, karena itu yang mereka kerjakan kalau berada di halte busway.

Kamu jangan kaget ketika walaupun antriannya agak ramai, tapi hanya sebagian yang boleh masuk bus. Itu bukan karena tinggi mereka tidak mencukupi, tapi karena biar orang-orang yang mengantri di halte lain bisa masuk. Bayangkan kalau satu bus di penuhi dari penumpang satu halte. Nanti yang lain gak kebagian masuk.

Pernah sempat aku hampir mau menyerobot masuk dikarenakan yang belakang agak mendorong-dorong tapi di berhentikan oleh petugas busway-nya, aku sampai hampir terhuyung-huyung karena dipaksa keluar. Rupanya penjaga busway itu superman, lihat saja mereka berseragam dan berdiri seharian, kalau bukan superman siapa lagi namanya.

Nah kalau lagi mengantri dan berada di baris paling depan hati-hati, karena ada pintu jebakan. Pintu jebakannya akan tiba-tiba menutup sendiri kalau sedang tidak ada bus yang bersandar. Begitu pula pintunya kan terbuka sendiri kalau ada bus yang menyandar. Aku sempat menyangka kalau ada jin yang menjaga pintu itu, tapi yang sebenarnya adalah petugas karcis yang mempunyai tenaga dalam untuk membuka dan menutup pintu tersebut.

Oh iya, kalau kamu sudah terjepit pintu jebakan, jangan panik. Kamu tinggal nyebut saja, biasanya konsentrasi penjaga karcis akan terganggun kalo kamu nyebut-nyebut.

Nah kalau kamu sudah biasa mengantri dan sedikit keajaiban halte busway, jangan bangga dulu karena masih ada keajaiban yang lainnya.


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.