Your Login Details


Remind me with my last fasting

Tolong ingatkan aku akan puasa terakhirku. Karena aku tidak mengingat bagaimana rasanya puasa tahun lalu. Sepertinya semuanya datang dan pergi tanpa sesuatu yang tersangkut dalam diriku. Apakah ini titik terbawah dari diriku.

Kekeke, mencoba menggunakan oadu-padan kata-kata yang sulit, tapi jadi jayus. Sebenarnya cuman mau menulis pengalaman puasaku yang sepertinya semakin tahun semakin tidak berarti. Bukan puasanya yang tidak berarti tapi puasaku semakin lama semakin tidak memiliki makna.

Apakah ini normal? Aku ingat sewaktu kecil, setidakya sebelum aku beranjak sekolah SMA, aku sangat senang sekali ketika beberapa minggu lagi akan datang bulan Ramadhan, sepertinya semauanya nampak begitu menggembirakan walau dalam berpuasanya aku terkadang bolong-bolong maklum masih anak-anak.

Aku juga ingat tiap hari mesti sholat Tarawih, wlaupun terkantuk-kantuk tetap aku jalani. Karena masih anak-anak juga, aku senang sekali kitaka mau Idul Adha dibelikan baju baru walaupun tidak dibelikan juga aku tetap bergembira selam bulan puasa.

Setelah bulan puasa selesaipun, rasanya masih ingin puasa terus ada perasaan yang hilang sepertinya.

Ketika beranjak sekolah SMA, perasaan itu mulai memudar. Perasaan senang saat bulan puasa akan datang semakin lama semakin menghilang, sampai dititik saat ini dimana ketika bulan puasa datang dalam pikiranku berkata "Wah sudah puasa lagi yah".

Rasanya aku menjadi sedih ketika perasaan itu mulai hilang, yang tersisa sekarang aku lakukan karena memang kewajibanku kepada Allah saja. Bisakah perasaan itu datang kembali? Tersadar akan kenangan itu, bulan puasa ini aku mencoba melakukan lagi hal-hal yang biasa aku lakukan saat kecil dahulu berharap akan perasaan itu datang kembali.

Mungkinkan ini dikarenakan karena seringnya ku berbuat maksiat? Sehingga hatiku menjadi beku? Pertanyaan yang sebenarnya jawabannya sudah aku ketahui. Setidaknya aku mulai dengan pengingat diri sendiri. Berhasilkah? Semuanya kembali kepada seberapa tegas dan tekun pendirianku dan sesui dengan keinginan Allah.

Sementara itu, selamat berpuasa temans. Semoga kita semua dalam lindungan Allah S.W.T. 


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.