Your Login Details


I Can Haz New Niece

Alkisah, kemarin aku ditelpon oleh ibuku dari airport di Padang sana, katanya "Gung, mbak Lini (kakak keduaku) udah masuk rumah sakit. Katanya udah pembukaan tiga". Saat itu jam menuntukkan pukul-pukulan, atau sekitar 11 siang. Ibu agak bingung karena di sana gak ada yang bisa dihubungin, tapi aku teringat tante Elen (tantenya Kamila keponakanku) yang katanya udah di sana bersama Neneknya Kamila jadinya ku menghubungi Novry tuk menanyakan nomor telpon Tante Elen. Sehabis itu akhirnya bisa menghubungi mbak Lini di sana dan memberi tahu ibu nomernya tante Elen.

Mbak Lini mengabarkan kalau dia sudah harus menginap di rumah sakit karena Dede Cewe (begitu Kamila menyebut adiknya karena belum memiliki nama) diperkirakan lahir 8 jam lagi. Saat itu, mbak Arie (kakak pertamaku) menanyakan kabar kepadaku, namun karena aku masih dikantor jadinya gak bisa memberikan kabar apa-apa. Sore harinya, ketika jam menunjukkan pukul 3:45 aku pulang dari kantor (tapi kalo di jam kantor jamnya sudah jam 4:15). Hari itu karena mbak Lini seharian di rumah sakit jadinya gak ada makanan untuk buka di rumah, karena itu sambil pulang aku mampir ke swalayan untuk membeli nata de coco, sprite dan tim-tam. Sebelum sampai di swalayan yang dekat dengan rumahku aku di jegat oleh macet yang luar biasa tepat beberapa puluh meter dari swalayannya, udah gitu aku diturunin sama tukang mikroletnya di tengah jalan dan menyebabkan aku berjalan kaki.

Tapi untung aku memilih jalan kaki, karena macetnya sangat luar biasa dimana ada sebuah perempatan kecil dekat rumahku yang tidak memiliki lampu merah. perempatan tersebut sudah macet karena mobilnya berada dalam posisi terkunci ditambah lagi segerombolan motor yang menutupi semua badan jalan sehingga kemungkinan kemacetan itu terurai bisa sampai subuh. Bahkan sangking macetnya, aku yang jalan kaki saja susah untuk berjalan o_O.

Akhirnya setelah dari swalayan aku berjalan kaki lagi karena aku lihat angkotnya masih terjebak macet dikejauhan. Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga di rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 6:30an. Aku melihat pintu depan rumahku sudah terbuka, berarti bapak dan ibuku sudah sampai duuan padahal aku pulang dari kantor dengan bapak ibu berangkat dari aiport Soekarno Hatta hampir bersamaan tapi aku malah sampai lebih lama.

Sesampai di rumah, waktu berbuka tinggal beberapa menit lagi dan Ibu masih sibuk karena baru saja tiba juga, jadinya buka dengan seadanya dan langsung sholat maghrib jamaah. Tidak lama bapak ngajak untuk makan malam, belum selesai makan malam mbak Lini menelpon dari rumah sakit minta Ibu untuk cepat datang karena mbak Lini udah mau masuk ruang bersalin karena bkaannya gak nambah-nambah sehingga mau di infus untuk dirangsang biar cepet lahirannya tapi Kamila gak mau pisah dari Uminya.

Beberapa saat setelah selesai makan malam, aku, bapak dan ibu siap-siap berangkat. Bapak Ibu naik motor dan aku naik kopaja 609. Sebelum berangkat Bapak nyari STNK motor dan tidak ketemu, lalu dia suruh aku ikutan nyari tapi gak ketemu-ketemu juga. Lalu aku telpon mbak Lini karena dia biasanya yang nyimpen STNK motor bapak, dua kali aku nelpon dan gak ketemu juga. Kata dia semestinya ada di laci lemari atau laci meja rias. Aku mencarinya di meja rias kamarnya dan laci lemari kamar Ibu, yang sebenarnya laci lemari yang dimaksud adalah yang ada di kamarnya.

Sudah menyerah mencari, akhirnya kami berangkat saja. Bapak dan Ibu berangkat duluan dengan motor dan aku menyusul dengan naik Kopaja. Aku berjalan kedepan jalan raya yang sudah gelap dan sepi orang karena semuanya pada shalat tarawih. Sesampai di depan jalan aku menunggu beberapa menit dan akhirnya terlihat juga sebuah Kopaja dan langsung aku berhentikan.

Tak lama kemudian aku merasa sepertinya sudah mau sampai di jalan masuk ke rumah sakitnya, aku langusng memberhentikan Kopajanya dan langsung turun. Tanpa melihat tanda-tanda aku langsung berjalan masuk ke jalan yang agak ramai anak-anak bermain. Semakin aku berjalan semakin ragu aku karena jalanan ini tampak asing. Seharusnya kalau benar jalannya aku akan menemukan belokan ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya samapai di rumah sakitnya.

Dan ternyata aku salah jalan karena tidak beberapa lama jalannya mentok, terpaksa aku jalan lagi ke depan dan menunggu Kopaja lagi. Namun untungnya tak lama kemudian muncul Kopaja lagi dan segera aku berhentikan. Kali ini akhirnya aku tulun dijalan yang benar karena aku liat plang rumah sakitnya di seberang jalan.

Depan R.S. Avesena

Aku berjalan menyusuri jalan yang sama sepinya dengan jalan dekat rumahku. Tak lama kemudia belokkan yang aku sebutkan terlihat juga dan terdengan dari kejauhan suara tangis dan teriakan anak kecil. Aku mengenali suara itu yang memang ternyata itu suara tangis dan teriakan Kamila yang sedang di gendong Abinya.

Begitu memasuki halaman rumah sakit aku melihat di depan pintu ada Ibu, Kamila dan Abinya dan ternyata ada Om Yayat (Omnya Kamila). Kamila menjerit dan menangis sekuat tenaga agar bisa ke tempat Uminya. Aku mencoba memanggilnya, tetapi karena kalau sdah nangis Kamila gak menghiraukan yang lainnya kecuali yang dia minta.

Ruang Tunggu

Ada sekitar 5 menitan sebelumnya akhirnya Kamila agak diam dan di ajak ke atas, ke tempat ruang tunggu persalinan. Ketika diataspun Kamila masih tetap menangis dan akhirnya dibawa turun lagi, kejadian ini berlangsung selama lebih satu jam sampai akhirnya Kamila diajak masuk ke dalam ruang persalinan sambil menunggu kelahiran Dede cewe.

Ada sekitar satu jam lebih Kamila berada di dalam sampai akhirnya Kamila di suruh keluar karena akan di mulai persalinan. Kamila kembali menangis sambil teriak-teriak dan Abinya membawa dia turun kembali, beberapa saat kemudian aku menyusul Kamila ke bawah dan kali ini dia mau aku gendong dan tidak menangis lagi.

Aku ajak dia keatas lagi karena tangisnya mulai mereda, namun di atas dia mulai menangis lagi walaupun tidak sekeras tadi, gantian semuanya menggendong Kamila. Waktu menunjukkan pukul 21:41-an, lalu entah kenapa aku tidak mendengar tangisan anak dari dalam tapi Nenek Kamila bilang kalo Dede cewenya sudah lahir.

Pintu ruang persalinannya agak terbuka sedikit dan terlihat dari luar Dede cewe sedang digendong oleh susernya dan di timbang. Bapak waktu itu masih tidur di ruang inapnya mbak Lini, aku membangunkan Bapak untuk memberitahukan kabar ini dan segera kembali ke depan ruang persalinan.

Dede' Cewe Diadzanin

Tak lama kemudian Dede cewenya di bawa keluar untuk di pindahkan ke ruang bayi dan diadzanin. Aku mengikuti Abinya Kamila dari belakang sambl membawa kamera digital. Tiba di depan ruang bayi, Dede cewe di geletakan di wadah dan di taruh di depan pintu untuk sebelum dimasukkan kedalam diadzanin sama Abinya. Aku sibuk memfoto kejadian tersebut ^_^. Tak lama kemuadian Bapak, Ibu, Nenek Kamila dan Tante Elen datang ke tempat tersebut dan aku masih sibuk memfoto-foto kejadian tersebut ^_^.

Ngeliat Ade'nya Kamila

Dede' Cewe

Akhirnya dede cewenya dimasukkan kedalam aquarium untuh dihangatkan. Kami memperhatikan dari luar, Dede cewenya melet-melet karena mungkin haus. Lalu tak lama kemudian kami kembali ke ruang tunggu persalinan dan menunggu mbak Lini keluar. Kamila sudah tidak nangis lagi, malah bisa diajak bercanda sekarang.

Kamila ukur tinggi

Saat menunggu di sana, terjadi kelahiran lagi. Nah ibu-ibu yang melahirkan belakangan sudah keluar duluan tapi mbak Lini belum keluar juga. Ternyata dari tadi sudah dipanggil untuk tapi dengan nama Sarini, what? Ichsalini kok bisa jadi Sarini ^_^, pantesan aja dari tadi nungguin ternyata semestinya mbak Lini sudah bisa keluar tapi karena si susternya salah nyebutin nama jadinya pada nggak ngeh.

Sambil menunggu mbak Lini keluar, aku mengabari mbak Arie. Cukup lama juga aku menelpon mbak Arie, dan ternyata Hylmi (keponakanku) masih belum tidur karena aku masih mendengarkan suaranya di belakang, tapi dia tidak mau ngomong. Tak beberapa lama akhirnya mbak Lini keluar juga dan segera di bawa keruang inapnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11:30an.

Akhirnya karena sudah larut, nenek Kamila, tante dan omnya pulang ke rumah. Aku, Bapak dan Ibu masih nunggu disitu karena Abinya masih keluar mencari makanan untuk mbak Lini dan popok untuk Kamila. Pada pukul 12:30 akhirnya kami pulang ke rumah.Aku pulang naik ojek dan sampai di rumah duluan. Wah pengalaman yang cepe' tapi menyenangkan.

Walaupun begitu aku hari ini masih tetap masuk kantor walau dengan badan pegal dan mata mengantuk. Tapi mengingat hari ini hari terakhir sebelum libur cuti leberan akhirnya aku semangat masuk dan tidak percuma juga masuk karena hari ini diajakin sama bos untuk buka bersama dan akhirnya aku diberikan sisa THR-ku ^_^.


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.

 

 


DwAN
Comment
Re: I Can Haz New Niece
Fri September 26, 2008, 14:17:42
Woot, panjang bener nulisnya o_O

seseorang
Comment
visit www.nochan.blogspot.com
Fri September 26, 2008, 16:36:51
wah selamat yach Dww jadi Om untuk yang ketigakalinya...

kameranya bagusan sekarang?

Kamila k0q jadi mirip eluw?

DwAN
Comment
Re: I Can Haz New Niece
Tue September 30, 2008, 05:36:14
Thx Jo, itu kamera pinjem ama bokap ^_^

Rani
Comment
Re: I Can Haz New Niece
Sun October 05, 2008, 23:10:25
hey, Dwan!!
msh inget aku kan? yg pernah main k rumahmu..ktemu Kamila..trus main Wii:D
btw, slamat yaa for your new niece..
aku suka foto yg di aquarium..lightingnya nice bgt!^_^
sun sayang buat Kamila n dede Cewe-nya:-*

DwAN
Comment
Re: I Can Haz New Niece
Tue October 07, 2008, 21:46:05
Masih donks, Rani yang ke Jerman itu kan? ^_^. Eits, tapi kok - tau alamat blog gw dari mana?