Your Login Details


Suffering from Saturday

Kemarin minggu adalah hari yang paling tidak menyenangkan selama ini. Tak ada kenangan yang menyenagkan pada hari itu, harinya terasa lewat begitu saja tanpa ada kesan yang berarti.

Ceritanya berawal dari hari sabtu. Hari itu merupakan salah satu hari deadline untuk salah satu proyekku. Akhir-akhir ini aku sepertinya kebanjiran proyek hingga aku kebingungan mau diapakan. Hari sabtu itu aku melakuan full coding dari pagi sampai malam. Sebenarnya pada malam sebelumnya aku sudah melakukan coding sampai malam, namun bagian yang harus kukerjakan masih belum selesai jug.

Pada sabtu itu aku bangun pukul 5 pagi, tidak seperti sabtu biasanya yang seharusnya agak siangan dikit. Mulai dari pagi buta aku sudah memulai kodingku, aku masih kelabakan akibat codingan ku yang sudah udzur kemakan usia. Aku kerap membaca help bolak-balik untuk mencari bantuan. Agak siangan dikit aku bersistirahat sejenak, rencananya pukul 10 aku akan ke UI salemba guna menanyakan pendaftaran S2.

Aku pun mandi dengan bersih, sedikit menghilangkan kepenakan di otak. Sehabis itu aku memberitahu kakak besanku kalau aku sudah siap, sebelum berangkat aku menelpon ke UI. Rupanya nasib berkata lain, rupanya pada hari sabtu admisi UI tutup. Dengan rasa kecewa kuberitahu kakak besanku. Lalu aku melanjutkan kodingku.

Tak terasa sudah sore dan aku masing saja koding didepan komputerku. Lalu pada saat menjelang magrib temanku yang merupakan PM proyek ini datang kerumahku. Rencananya kami akan menggabungkan kodingan kami dan mencari kekurangan dalam program. Kalo selesai besok akan ditunjukkan ke klien.

Waktu semakin larut dan kami masih tetap koding, hingga pukul 3 pagi dimana aku mulai merasa sangat ngantuk dan akhirnya aku tidur. Temanku masih tetap koding hingga pukut 5:30 pagi. Setelah dia pergi aku mencoba tidur lagi namun, mengingat hari ini hari minggu aku memaksakan diri bangun untuk menonton Doraemon dan kroni-kroninya.

Setelah film kartun yang wajib aku tonton hari minggu selesai semua aku mulai mengerjakan proyek satunya lagi. Proyek yang deadlinenya 2 hari lagi. Namun sorenya aku berhenti sejenak dan lalu mengerjakan proyek satunya lagi yang seharunya malam minggu ini aku kirim ke temanku.

Pada siang harinya aku harus menunggui rumahku yang akan diadakan penyemprotan untuk membasmi nyamuk DBD khusunya, sialnya ku harus menunggu lama akibat mesinnya macet, padahal rumah sudah siap desemprot. Tapi akhirnya sekitar jam 3 siang rumah bisa dihuni kembali, dimana asap-asapnya telah hilang semua. Akhirnya sebelum melanjutkan mengerjakan proyekku aku makan siang terlebih dahulu.

Tepat menjelang magrib aku merasa mengantuk, lalu aku tiduran sebentar di lantai. Tapi Kamila datang mengganggu sehingga aku akhirnya pindah ke kursi. Tak lama kemudian adzan magrib berkumandang, alih-alih aku mengambil wudlu aku rebahan sebentar di kamar orang tua ku.

Rebahan tersebut menyebabkan aku tertidur hingga jam 9 malam. Aku semacam kelabakan dan sempoyongan dengan mata kabur. Aku buru-buru ke depan komputer untuk menyelesaikan proyek yang seharusnya aku kirim malam ini sambil makan malam.

Malam makin larut dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan aku baru menyelesaikan 1 bagian dari 2 bagian yang seharunya kau kerjakan. Sial internetku pada malam itu mati, aku mencoba menghubungi temanku tapi teleponnya tidak diangkat jadinya ku hanya memberitahu lewat sms. Sehabis itu akhirnya ku dapat tidur dengan tenang.

Ke esokan pagi aku bangun jan 5:30 cuci mukan wudlu dan sholat dan sehabis itu aku kedepan komputerku lagi untuk mengerjakan proyekku yang deadlinenya 2 hari lagi. Badan ternyata masih terasa pegal akhirnya jam tiba dan aku harus siap-siap berangkat kerja.

Hari ini aku tidak naik sepeda mengingat badanku yang masih terasa pegal, akupun naik kendaraan umum, untung saja dikendaraan umum aku kebagian tempat duduk dan busnya lumayan tidak penuh. Nampaknya minggu ini aku akan mengalami hari-hari yang melelahkan mengingat banyaknya proyek yang kudapat dan belum terselesaikan.

Semoga saja aku kembali kedalam ritme kehidupanku sehingga aku tidak perlu sempoyongan mengerjakan proyek.


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.