Your Login Details


Ke kantor naik sepeda di tengah jalan di cegat orang pulang2 dikasih duit semilyar (Emang POSKOTA).

Suatu hari di bulan puasa, tepatnya hari selasa 2 hari sebelum hari ini. Pagi hari aku berangkat kerja. Seperti biasa aku menaiki sepedaku. Sepedaku bewarna hitam dan merah di mana bagian badannya di dominasi warna hitam dan bagian depannya di dominasi warna merah. Keren deh Tongue out.

Lanjut ke ceritanya. Hari itu seperti biasanya aku melewati jalur mikrolet 48 di mana melewati pintu masuk perumahan permata Mediterania dan melewati jalan kecil melewati sekolah kristen lupa namanya.

Aku melaju kencang melewati jalan itu, melewati jembatan dengan sungai yang sangat kecil dan sering banjir. Sungainya berwarna coklat dan tidak terlalu banyak sampahnya. Mungkin karena tidak ada industri di dekat kali itu Tongue out.

Kembali ke cerita lagi. Ketika sesudah aku melewati jembatan itu, ada perasaan aneh di belakang ku. Perasaan itu makin lama semakin kuat, sepertinya ada yang membututi ku dari belakang. Benar saja ketika aku tengok sekilas kebelakang ada sebuah mobil tidak jelas tampaknya. Seperti mobil Kijang tapi sepertinya bukan. Karena mungkin perasaan aku saja aku melanjutkan perjalanannku.

Tapi perasaan itu tidak hilang malah sepertinya mobil dei belakang ku itu memperlambat lajunya. Aku pun semakin memperlambat laju sepedaku, tapi mobil itu tidak segera menyusulku. Sepertinya malah mobil itu makin melambat.

Karena kesal, aku pun mempercepat laju sepedaku, dan aku berbelok ke arah kanan pada pertigaan pertama. Aku melihat sekilas mobil itu berbelok ke arah yang sama dengan ku. Aku semakin mempercepat laju sepedaku. Akupun melewati pertiga lagi dan berbelok kekiri. Jalannya menurun sehingga aku tidak menggoes sepedaku. Namun jalan yang berlubang dan banyak polisi tidurnya memaksaku mengerem sesekali sepedaku.

Kali ini walau pun mobil ini masih debelakang ku, perasaan dibuntuti sudah hilang. Aku pun mulai menggoes sekuat tenaga ketiaka jalan didepanku berubah dari turunan menjadi mendaki. Aku goes sekuat tenaga namun sepeda ku tetap berjalan lambat. Dan aku tidak memaksa diriku lebih keras lagi agar tidak haus. Maklum hari itu aku tetap puasa sama seperti hari lainnya. Tiba2 Mobil2 menyalip sepeda ku, dari dalam sesosok pria menegurku.

Pria Misterius : "Mas, bole minggir gak"

Aku : "Okeh"

Aku merasa was-was, ada apa ini. Apakah aku tadi menabrak mobilnya, tapi seingat ku itu tidak terjadi. Atau apakah dia ingin memberitahu sesuatu tentang sepedaku, seperti rodanya gembos atau apa. Atau apakah dia mau menanyakan kenapa aku naik sepeda.

Pria itu pun meminggirkan mobilnya. Ternyata mobil itu mobil panther bewarna merah. Aku pun berhenti di sebelah kanan mobiln itu. Perbuatan agak ceroboh mengingait itu jalan raya. Dia pun seperti mengambil sesuatu dari tempat duduk di sebelahnya. Pria itu pun keluar dari mobilnya.

Pria Misterius : "Halo mas boleh kenalan"

Aku : "Ya"

Pria Misterius : "Boleh saya tau nama mas"

Aku : "Nama saya ..." agak bingung apakah memperkenalkan dengan nama Dhuhana tapi mungkin dia bakal sedikit sulit mengingatnya dan akirnya "... Agung"

Sepertinya ada mobil lain lewat dan sepedaku agak menghalangi jalan.

Pria Misterius : "Bisa minggiran dikit"

(Suara klakson terdengar di belankang)

Aku : "Oh iya"

(Aku pun meminggirkan sepedaku)

Pria Misterius : "Mas Agung, mau pergi kekantor?"

Aku : "Iya"

Pria Misterisu : "Rumahnya dimana?"

Aku : "Di srengseng situ" (aku tidak yakin apakah dia tau srengseng itu dimana)

Pria Misterius : "Setiap hari naik sepeda, kantornya dimana ?" [br} AKu : "Iya setiap hari naik sepeda, kantor saya di Kebayoran, eh Velbag"

Pria Misterius : "Mas pernah dengar Bike to Work" (sambil menyodorkan stiker Bike to Work)

Aku : "Ya, Thank You" (dalam hati aku begumun, "Oooo")

Pria Misterius : "Mungkin pernah dengar dari milis2 atau apa"

Aku : "Iya, saya suka ngeliat webnya"

Pria Misterius : "Ikutan B2W (Bike to Work) nggak?"

Aku : "Nggak sih"

Pria Misterisu : "Ikutan aja mas kalo lagi ada acara B2W"

Aku : "Oke, nama mas siapa"

Pria Misterisu : "Oh saya Avan. Boleh minta nomor HP-nya"

Aku : "Boleh" (dalam hati "Untung lagi punya hape aku")

(Pria itu berjalan menuju mobilnya untuk mengambil handphonenya) Pria Misterisu : "Berapa nomor mas?"

Aku : "Kosong delapan ......"

Pria Misterius : "Saya telepon ya"

Aku : "Ini ya mas" (sambil menunjukkan no di hape ku) "Nama mas tadi siapa?" Pria Misterius : "Avan"

Aku : "Mas juga mau kekantor"

Pria Misterius : "Iya, biasanya saya naik sepeda juga, tapi karena hari ini mau pergi ke pabrik saya bawa mobil. tapi pulangnnya bakal naik sepeda. Tuh sepeda saya saya taruh di belang"

Aku : (Melihat ke arah mobilnya) "Oh, kantor mas di mana"

Pria Misterius : "Di Jl. Kebayoran" (AKu lupa tepatnya, sepertinya pria itu berkantor di daerah arteri pondoh indah)

AKu : "Oh, rumahnya dimana mas?"

Pria Misterius : "Di Serpong"AKu : "Wow"

Pria Misterius : "Ya, nomor mas sudah saya simpan. Terima Kasih ya." (sambil menyalami ku)

Aku : "Oh iya, sama-sama" (sambil menaiki sepeda ku)

Pria Misterius : "Hati-hati di jalan ya!"

Aku pun mulai menggoes sepeda ku, dan pria itu kembali ke dalam mobilnya. Aku menggoes sepeda ku dengan kencangnya karena ada perasaan aneh seperti kesemsem atau apalah. Aku tidak melihat kebelakang lagi dan terus menggoes sepedaku hingga ke temu pertigaan lagi dimana aku berjalan lurur.

Sepertinya mobil itu memutar baik dan tidak lagi mengikuti ku. Aku pun terus menggoes sepeda ku tengan perasaan lucu dan malu. Perasaan itu membuat ku tidak merasa capai walupun sepenjang jalan aku menggoes sepeda ku. Hingga akhirnya ku sampai di kantor ku.

N.b.: Captcha ini khusus aku dedikasikan ke mas Avan, yang telah memberiku stiker B2W dan membikin perasaanku dag-dig-dug gara2 membuntutiku. Semoga ketemu lagi.

 


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.

 

 


DitzZ
Comment
Gebleeeg
Wed January 09, 2008, 11:46:58
Aku pun mulai menggoes sepeda ku, dan pria itu kembali ke dalam mobilnya.
...
Aku menggoes sepeda ku dengan kencangnya karena ada perasaan aneh seperti kesemsem atau apalah.
...
...
Aku pun terus menggoes sepeda ku tengan perasaan lucu dan malu. Perasaan itu membuat ku tidak merasa capai walupun sepenjang jalan aku menggoes sepeda ku.
...
khusus aku dedikasikan ke mas Avan, yang telah
...
membikin perasaanku dag-dig-dug
...
Semoga ketemu lagi.

>>>> memproklamirkan ke-HOMO-an secara terselubung nich kayaknya?

DwAN
Comment
Ahahahaha
Wed January 09, 2008, 11:53:46
Iya, baru nyadar gw. Kok jadi kaek cerita cinta pada pandangan pertama. Pemilihan kata yang smrawutan menimbulkan kesan yang berbeda.
Comment
scZmlhaTQDRvlxKSbLF
Fri August 26, 2011, 23:31:32
That's way the bestest anwser so far!