Your Login Details


Jakarta's Flood Part 2 - The Flood

Hari itu aku pulang dengan metromini 70. Pada arah sebaliknya terlihat ada kemacetan luar biasa, pikirku sepertinya ini macet akibat genangan air. Namun ada keanehan, metrominiku tidak kunjung datang, sudah kurang lebih tiga puluh menit aku menunggu. Tak beberapa saat kemudian akhirnya metrominiku datang, tapi ternyata sangat penuh sekali dan akhirnya ku memutuskan untuk menunggu bus selanjutnya. Sepertinya malang benar nasib ku tiga puluh menit kemudian barulah muncul kembali metrominiku dan kali ini penuh sekali.

Tersirat dalam pikiranku untuk menaiki kopaja 609 dan akhirnya aku memutuskan menaiki kopaja. Aku berjalan ke arah kantorku ke seberang jalan. Aku menunggu di ujung flyover, namun kopaja 609 tidak kunjung datang, cukup lama ku menunggu di sana hingga akhirnya adzan magrib berkumandang. Entah kenapa aku akhirnya menaiki metromini 69 jurusan cilidug. Aku berfikir mingkin aku akan menemukan kopaja di pertigaan dokar.

Terdengan sang konek berkata ada banjir di pertigaan BNI, aku tak tau tepatnya, aku berfikir mungkin itu di cipulir. Ternyata sebelum sampai pasar cipulir telah terjadi kemacetan luar biasa. Aku diturunkan setelah perempatan seskoal. Karena aku berfikir bajirnya di cipulir dan setelah itu aku bisa menaiki kopaja 609 akhirnya aku memutuskan berjalan kaki kearah cipulir. Aku berjalan agak cepat karena hari sudah gelap. Aku sudah berfikir akan menaiki gerobak di cipulir nanti.

Akhirnya aku sampai cipulir dan ternyata tidak banjir, aku pun tetap melanjutkan berjalan kakiku mengingat macet yang luar biasa dan lebih cepat berjalan kaku dari pada naik kendaraan bermotor. Akhirnya aku mendekati pertigaan dokar, terlihat keramaian orang dan ternyata banjir di pertigaan itu. Ternyata aku baru tau kalau pertigaan BNI itu adalah pertigaan dokarku, dimana seharusnya kopaja 609 melewati pertigaan itu, pantas saja aku tidak melihat kopaja 609 dari tadi,

Banjirnya ternyata makin parah menuju kearah jalan ke rumah ku. Aku melihat ibu-ibu menaiki dokar dan akupun tanpa berfikir panjang ikutan menaiki dokar itu. Selama perjalanan aku melewati jalan yang sudah tergenang setinggi pinggang manusia dewasa. Sepatuku kemasukan air karena ku duduk di belakang. Aku pun sudah berfikir dari tadi akan memotret kejadiaan ini, namun sayang suasana telah gelap sehingga gambar yang aku dapatkan tidak terlalu jelas.

Beberapa saat kemudian kami diturunkan di pinggiran banjir. Aku berjalan beberapa langkah, lalu aku memutuskan untuk menelepon rumah siapa tau Novry sudah pulang dan aku bisa di jemput. Namun ternyata dia pulang malam, dan akhirnya ku melanjutkan perjalananku. Aku tidak tau apakah akan ada kopaja yang lewat walaupun di seberang ada satu kopaja yang mungkin akan berputar balik.

Tepat ketika aku bertemu dengan tukang ojek dan menaiki ojek nya, kopaja tadi muncul di belakang ku, tapi sudah lah pikirku, lebih cepat menaiki ojek. Dan akhirnya ku pulang dengan ojek, terlihat di lajur sebaliknya antrian mobil tidak putus-putus menunjukkan pasti sangan panjang macetnya, namun arah yang aku lalui kosong karena merupakan arah menghindari banjir.

Betul saja mecetnya sampai di depan jalan masuk ke rumahku dan aku bersyukur menaiki ojek karena bisa tiba lebih cepat dari pada menaiki kopaja walaupun dengan sedikit biaya lebih. Namun aku bersyukur rumah ku tidak kebanjiran dan genangan yang biasanya ada saat hujan turun di depan rumah ku sudah surut, berkat drinase yang baru-baru ini di buat.

^

The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.

 

 

Comment
YFbBCINjIgnW
Fri August 26, 2011, 06:08:54
You saved me a lot of halsse just now.