Your Login Details


Ini kah rasanya?

Judulnya mencerminkan, bukannya gw gemar sinetron murahan remaja yang gak jelas cuntrungannya, tapi karena judulnya catchy aja.

Ceritanya begini, senin kemarin adalah hari pertama aku kuliah malam. Pas hari senin masih semanga dan segar bugar mengingat hari sebelumnya weekend. Aku ke UI Salemba naik TransJakarta, ada sih angkutan umum yang lain tapi macetnya bikin ogah.

Hari pertama, nunggu TransJakarta masih semangat, sempat kelewatan halte gara-gara main DS. Terus musti turun dan ngantri sekitar 15 menit di halte sesudah Dukuh Atas, padahal cuman beda satu halte tapi Busnya penuh melulu. Akhirnya dapet juga setalah senggol kanan kiri.

Sampai di Dukuh atas untuk transik ke TransJakarta jurusan Matraman dll. Oh my God, jembatan penyeberangannya jauh banget lagi plus bonus berliku-liku. Aku berjalan sanggat cepat karena takut telat masuk kuliah pertama. Setelah sampai di halte sambungannya aku hampir pingsan (hiperbola) gara-gara antriannya penuh setengah idup.

Sembari menunggu busnya dateng dan memang lama datangnya, aku main DS sebentar. Beberapa menit kemudia busnya sampai, dengan susah sekali aku coba mengikuti antrian. Kejadian saling senggol dan goyang pun terjadi, cuman tidak apa-apa karena itu sepertinya sudah biasa terjadi.

Walaupun sudah susah payah aku tetap tidak kebagian masuk juga. Akhirnya aku harus menunggu lagi, ingat berita kalau di halte Dukuh Atas ada internet gratis lalu aku mencoba menyalakan WiFi DS-ku. Tidak terjadi apa-apa dan akhirnya aku jadi main DS lagi. Beberapa menit kemudian bus datang lagi. Kali ini sama seperti tadi kejadian saling goyang-mengoyang tak terelakkan. Tapi akhirnya aku kebagian masuk walaupun tidak kebagian duduk.

Waktu maghrib-pun tiba dan aku belum sampai UI Salemba. Ternyata ke Matraman itu lebih jauh dari pada dari Senayan ke Dukuh Atas. Oh iya untungnya kantor punya natar jemput ke daerah Senayan jadinya aku gak perlu naik angkutan umum lain. Tapi ternyata turun di Mutofo itu ide buruk karena jalannya sangat jauh sekali.

Lanjut lagi beberapa puluh menit kemudian akhirnya sampai di halte Matraman 1. Sekali lagi aku harus transit dengan menaiki jembatan penyebrangan yang jauh dan berliku. Untuk busnya kosong yang ke Salemba. Di suruh duduk sama petugas walaupun cuman beda satu halte, tapi lumayan melepas pegal kaki. Dan akhirnya sampai juga di Salemba. Lalu aku kebut jalanku, karena udah gelap banget. Memutuskan untuk berjalan terus walau tidak tau letak fasilkom itu dimana tapi akhirnya aku bertanya ke satpam. Untung nanya kalau nggak nyasar dah.

Aku sampai pas jam 7 malam, belum seholat dan belum makan. Aku pikir sholatnya aku jamak aja nanti. Dan soal belum makan ntar aja di rumah. Wuih, ketemu Re sebentar di tangga, cuma bilang "Halo Re, ruang 4202 dimana yah?" terus masuk dah ke kelas.

2 jam kemudian akhirnya kuliah selesai, ternyata gak ngantuk di kelas walaupun udah sampai malam. Sempat kenalan dengan orang sebelum pulang buat bikin kelompok dan lain-lain.

Jalan lagi dah ke halte TransJakarta, eh ketemu cewek yang sekelas. Langsung say hai dan berkenalan dan ternyata dia menuju ke Senayan searah dengan ku. Perjalanan pulang lancar, malah tidak ada antrian dan dapat duduk terus.

Beberapa puluh menit kemudian aku sampai di Blok-M, DS langsung aku simpan biar gak di copet. Turun dari TransJakarta langsung dapat 70. Walaupun langsung dapat, tapi tepat di depan jalan keluar halte Blok M terjadi macet yang tidak jelas tapi beberapa menit kemudian 70-ku keluar dari kemacetan itu.

Wuih, itu sopir Metro mini 70 nyopirnya ugal-ugalan banget ngebut dan sedikit-dikit ngerem, kalau belokan ngeremnya malah dikit, sampai busnya miring2. Tapi berkat busnya ngebut aku sampai di rumah jam 11 malam.

Lapar luar biasa tapi aku masih harus berjalan ke rumah dari tempat aku turun bus. Beberapa menit kemudia aku sampai rumah, Kamila masih bangun. Terus sambil main sama Kamila aku makan malem banget dan akhirnya setelah makan selesai aku bobo' tak lupa cuci muka dan shalat.

Keesokan harinya waker di handphoneku berbunyi berarti sudah jam 4:15 pagi, aku masih belum puas tidur dan akhirnya aku putuskan menyalakan lampu lalu berbaring dan sedikit-sedikit tertidu tapi lalu bangun lagi. Begitu terus sampai jam 6 pagi dan aku langsung memaksakan diri ke kamar mandi untuk cuci muka, wudhu lalu sholat.

Punggung rasanya pegel sekali apa lagi kaki. Tapi setelah sarapan dan mandi semuanya jadi segar walupun kaki terasa pegel, musti pakai parem kocok kali.

Hari ke dua hampir sama seperti hari pertama. Tapi kali ini aku minta di anter ke halte Al-Azhar dan ternyata jalannya lebih dekat. Tak lupa sebelum pulang aku mandi di kantor untuk menyegarkan suasana. Tapi haduh ada yang make kamar mandinya lama banget jadi musti ngantri sepluh menitan gitu.

Well, naik TransJakarta-nya kali ini gak kebagian duduk sama sekali tapi gak kelewatan halte dan tetap ngantri di halte Dukuh Atas di tambah ngantri di Halte Matraman. Tapi aku berhasil datang ke kampus jam setengah enam sore.

Aku bisa sholat dulu lalu dengan muka sok tau aku mencoba masuk ke ruang makan dan tada ternyata benar disediain makan jadi gak perlu keluar cari makanan lagi dan gratis. Sebenarnya gak gratis sih, wong udah termasuk uang kuliah.

Pulangnya aku rada' apes dan mujur. Apes karena dosennya strick untuk ngabisin slidenya walaupun sudah lewat setengah sepuluh malan plus di tambah TransJakarta-nya menolak aku, katanya bus yang ke Blok-M sudah tidak ada semua.

Aku akhirnya pergi ke jalur biasa, tadinya mau naik angkutan umum yang ke Blok-M, tapi kok tidak ada yah. Yang banyak malah ke Senen dan Tanah Abang. Karena sudah lama sekali nunggunya akhirnya aku naik taksi juga. Rencananya mau naik taksi Express yang bersih dan tarif lama tapi gak ada jadinya naik Blue Bird dah.

Mengingat aku sudah bokek mulai dari minggu lalu aku akhirnya minjem K' Novry uang buat bayar taksi. Oh iya naik taksinya tu yang mujur soalnya gak usah capek-capek naik TransJakarta. Sampai di rumah semuanya sudah terlelap tidur, jadinya aku ganggu mereka dah.

Hari itu aku gak perlu makan lagi jadinya langsung cuci muka, sholat lalu wudhu (kebalik kaeknya nulisnya). Pagi tadi aku terbangun dengan badan lebih pegal dan kaki lebih pegal juga. Ini kah rasanya kuliah malam? Hehehe


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.