Your Login Details


Funky Saturn and Moon day

Lah, kok telat lagi sih ngeblognya padahal ada kejadian seru di dua hari itu. Seperti biasa aku malas menulisnya karen abutuh ketekunan luar biasa untuk menceritakan kembali kejadian seru itu.

Aku mulai dari hari sabtu, hari itu sedari pagi aku sudah bangun karena hari itu aku ada ujian saringan masuk untuk kuliah S2 di UI. AKu berangkat jam 7 pagi dan sampai di tempat ujian (Falkutas Hukum UI Depok) jam 8 pagi. Cepat juga, mengingat Depok itu sangat jauh. Mungkin karen amasih pagi dan aku naik taksi. Soal taksinya dari srengseng ke Depok tidak mahal-mahal amt, cuma sekitar 50 kulit kerang.

Hal pertama yang aku pikir ketika sampai di tempat ujian dan melihat orang-orang yang ada "Man, sepertinya aku mengenakan baju paling casual diantara semua yang ada. Dan lagian kok banyak banget bapak2 dan ibu2. Mana cewe2 cantik yang aku cari :P".

Well ujian hari pertama ternyata rada susah walaupun cuman aptitude test sama bahasa Inggris dan aku sempet kewalahan di bahasa Inggrisnya. Setelah selesai ujian tepatnya beberapa abad kemudian, aku pulang kerumah. Waduh jalan kedepannya jauh sekali dan aku sempat berfikir untuk menunggu angkutan yang muter-muter di UI, tapi kok lama. Walhasil aku berjalan saja ke arah stasiun kereta. Aku sudah berniat menaiki kereta tapi kok aku takut nyasar dan karcis kereta yang bagus sepertinya sudah habis.

Aku lalu dengan santainya naik ojek ke arah depan. Aku berfikir untuk naik taksi lagi, tapi seblum aku naik taksi terlihat Patas AC arah ke tanah abang lalu tanpa berfikir panjang aku menaikiny.

Jreng-jreng, rencananya aku mau kekantor dulu untuk ngeburn Mario Strikers Charged yang telah berhasil aku download dan burn-an hari sebelumnya tidak berjalan di WIi ku.

Tapi ternyata lama sekali nyampenya itu Patas, mana lewat jalan yang aku tidak tahu lagi. Mana di tengah jalan itu bus sempet nyerempet motor lagi, untung pengendara motornya baik-baik saja, tapi motornya acur. Salah motornya sih kenapa tiba-tiba berhenti di depan bus saat lampu hijau.

Lalu berabad-abad kemudian akhirnya aku smapi dan turun di Komdak depan Plaza Semanggi, dari situ aku naik taksi ke kantor (sesuatu yang tidak perlu). Sampai di kantor, aku seharusnya beli DVD kosong tapi apa mau dikata toko komputer dekat kantorku tutup. Aku sempat masuk warent di belakannya sih, yang ku kira masih buka karena banyak orang mengrumbul di dalam yang ternyata sedang rapat itern. AKu keluar dari warnet itu dengan perasaan agak malu.

Karena tidak berhasil menemukan DVD kosong, akhirnya aku memutuskan untuk pulanga saja.

Sehabis pulang ujian, bukannya belajar aku main Rayman Raving Rabbids sampai malam.

Minggu aku hampir telat bangun dan berangkat ke UI Depok jam setengah delapan, kali ini tempat ujiannya di falkutas ilmu komputer UI. Hari ini aku tidak mendapat taksi tarif lama yang aku suka tapi harus tau jalan agar tidak dikibulin (Taksi Express), akhirnya takut nunggu kelamaan aku menyetop taksi yang bisa di percaya kalau lagi cari alamat (Taksi Blue Bird).

Bedanya nggak banyak sekitar 20 kulit kerang, tapi lumayan juga bisa untuk pulangnya.

Hari kedua siasana lebih aneh lagi, dengan koridor gedung yang gelap dan sumpek tak lupa di penuhi manusia-manusia. Tapi ruangan ujiannya dingin akibat aku duduk dekat AC. Ujian hari kedua di seperti yang sudah di duga tidak terlalu susah, kalau ingat semua pelajaran di semester satu pasti bisa cepat ngerjainnya.

AKu pun berusaha mengerjakan dengan cepat selain biar bisa pulang cepat dan bisa sekalian menghadiri resepsi pernikahan Yudhi dan Ayu.

Kemaren aku berencana untuk beli sepatu dan ikat pinggan untuk di pakai di resepsi pernikahan mereka karena minggu kemarin aku sudah membeli kemeja hitam dan sai putih (kaek cewk aja musti pakai baju baru). Rencananya kau akan menggunakan celana dan baju putih lalu dasi, sepatu dan ikat pingang putih. Damn, do I look like a sissy, tapi bodo' amat aku membutuhkan kostum yang ngejreng agar bisa jadi bahan pembicaaraan lagi :P (seperti waktu di nikahan Teguh dan Yesi).

Aku sudah berencana untuk ke Tamini Square yang letaknya semestinya dekat dengan gedung resepsinya yaitu di Gedung Wayang apa gitu. Aku sekeluar dari gedung harus berjalan ke arah falkutas hukum yang berada di depannya untuk mencari ojek, untuk ada ojek yang lewat.

Aku langsung melaju karah halte di depan UI dan seketik naik taksi menuju Taman Mini. Man ternyata macet di Taman Mini, tapi ini baru jam satu siang dan resepsinya selsai jam dua siang dan semestinya aku bisa belanja dengan cepat.

Wll, aku salah pehitungan aku terlalu lama mencari-cari dan mencoba-coba sepatu dan akhirnya aku beli sepatu kets sama seperti sapatuku sekarang cuman dengan warna putih aja.

Dan aku tidak menemukan ikat pingang putih tapi aku menemukan ikat pinggang warna kream merek Hush Puppies, dan jam dua sudah lewat aku langsung mencari kamar mandi untuk ganti baju, tapi ternyata lama juga, selain ikat pinggang yang ternyata lebar sekali sehingga susah masuk celana, sepatunya sebelah masih belum di ikat.

Beberapa tahun kemudian akhirnya ku selesai ganti baju, lumayan ngejreng juga penampilan ku. Aku bergegad mencari ATM untuk ambil uang, allau keluar dan menunggu taksi untuk ke tempat resepsi, pikirku aku bisa pakai dari di taksi, karena malu pakai dasi di mall. Tapi taksinya lama gitu dan akhinya anemu taksi kosong tapi aku di suruh turun karena ternyata gedung pewayangannya sudah dekat. Bukannya ku mencari ojek agar lebih cepat, aku berjalan kaki ke arah yang aku harap benar, yaitu ke arah mesjid At-Tin.

Beberapa pulih tahun kemudiaan aku melihat gedung pewayangan dekat mesjid At-Tin, dan aku kira mesjidAt-Tin itu gedung pewayangannya, karena ada resepsi pernikahan juga di situ. AKu sempat masuk dan clinga-clingu di situ, tapi ternyata seperti perkiraanku ini bukan resepsinya.

Aku pun menelepon Adit lalau Re yang ternyata mereka sudah pulang, (sebenarnya waktu nelpon itu sudah jam setengah tiga). AKu lalu di kasih tau kalau ternyata gedungnya masih di belakang sana.

Dengan berjalan kaki lagi aku ke arah belakang, dan mencoba celingak-celinguk siapa tau Yudhi atau Ayu masih ada, ternyata aku tidak beruntung. Mantennya sudah tidak ada.

AKu pun keluar dan karena jalan masuknya sangat jauh aku mencoba menelpon taksi Blue Bird.

Sialnya pulsaku habis ditengah menelepon. Akhirnya aku berjalan keluar dan mampir sebentar di pedagang kaki lima untuk beli minum. Eh ternyata ada angkot lewat jalan sepi ini. Akupun menaiki angkot itu. Aku tidak bertanya kemana angkot ini berjalan dan hanya duduk didalam. Di pertengahan jalan ada tukang pijit nyebarin selebaran. Aku dipijit-pijit kakiku. Lalu dia tiba-tiba turun di pintu masuk TMII. Tak lama ada bapak-bapak bilang, hati-hati biasanya orang seperti itu pencopet, lalu aku disuruh mencek hp dan dompetku. Dompet masih ada dan hp "sepertinya" masih di kantong. Sempat ada orang yang menyetop angkotnya karena mengira aku kehilangan sesuatu dan suruh mengejar orang tadi. tapi aku bilang tidak ada yang hilang dan akhirnya angkot berjalan kembali.

Ternyata angkot berhenti di kampung rambutan, akupun turun di situ, sebelum turun aku memeriksa kantongku, sepertinya hpku sudah hilang, tapi aku sama sekali tidak khawatir. Ketika turun aku langsung diteriaki kenek tanggerang kebon jeruk. Aku berencana menaiki TransJakarta seara ada jalurnya di situ. Tapi Mungkin seruaan naik patas cuman sekali ke Kebon Jeruk lagi, akupun bertanya Kebon Jeruk mana dan dijawab RCTI lalu aku masuk kedalam.

Di dalam aku mengecek HP ku lagi siapa tau ada di tas, ternyata tidak ada. Sepertinya hp itu kalau tidak jatuh di tukang kaki lima, dalam mikrolet atu benar di copet tukang pijit itu. Tapi aku memilih skenario jatuh di mikrolet, karena aku benar-benar tidak ingin berburuk sangka. Well, hp hilang saja aku tidak panik, lagian buat apa panik. Aku pun duduk dlaam patas dengan hati lega. Beberapa musim kemudian aku samapai di pintu tol KEbon Jeruk dan hampir gak bisa turun karena pintu tidak di buka. Tapi akhirnya bisa turun dan beberapa abad kemudian akhirnya sampai di rumah.


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.