Your Login Details


Di cium motor

Ceritanya begini. Tadi pagi seperti biasa aku mengerjakan proyek dulu sebelum sarapan, tapi kali ini selain ngerjain proyek aku ngirim email lamaran ke conoco phillips, walhasil jam 7 lewat baru aku sarapan. Selesai sarapan pukul 7.45, mepet banget waktunya. Tapi pas keluar dari kamar mandi baru jam 8 pagi, sepertinya masih keburu.

Siap2 ke kantor, aku masukkan baju kerjaku ke dalam tas, eh si Kamila minda di gendong, akhirnya aku ngepak2 sambil dendong Kamila. Pas mau pake sepatu, ternyata sepatunya belum ditaliin karena kemaren abis dicuciin. Aku pun mengikat sepatuku, lumayan menghabiskan waktu.

Sudah itu aku keluarin sepedaku dari kamar samping, dan bergegas berangkat. Diluar ketemu tetangga, terus saliman sama Ibu yang sedang berada di depan. Ku goes sepedaku, baru beberapa meter dari rumah, aku ingat aku tidak memakai kacamata hitam, tapi aku tetep jalan. Biarin lah kacamata doang. Beberapa meter kemudian, aku inget lagi wah aku lupa bawa kunci sepeda, tapi aku pikir nanti minta di jagain Hamid aja. Terus akupun menggoes sekeanya. Tapi kok ada perasaan yang gak enak kali ini. Tapi aku tetap menggoes

Ketika di perempatan keluar dari gang ku , aku menunggu lalu lintas agak sepi sebelum menyebrang. Tapi dari jalur diseberang ada mobil yang mau masuk kedalam jalan ini. Aku pun bersiap2 menyebrang, mobil2 sudah berhenti semua ketika aku melihat kesebelah kanan, karena aku pikir sudah aman aku pun menyebrang dan ketika hampir ditengah jalan aku berbalik ke arah kiri ke jalur sesudahnya.

Tiba-tiba tanpa ku sadari ada motor agak negbut dari sebelah kanan, menabrak tepat di tengah2 sepedaku, aku terhuyung ke arah kanan tapi tidak terjatuh, mungkin motornya tidak terlalu ngebut. Aku pun reflek menengok ke arah kanan, ntah apa yang aku pikirkan, tapi pikiran dan perasaanku saat itu seperti tenang, hampa dan kosong. Bukan perasaan marah kalau semisal seorang di tabrak motor. Sambil menengok ke kanan melihat apa yang menabrakku aku tersenyum, awalnya di dalam hati tapi sampai juga ke mulutku. Aku tersenyum kepada orang yang menabrakku, gak ada perasaan yang aneh2 waktu itu.

Dilain pihak, aku melihat pengemudi motor itu marah-marah, ia pun melayangkan tinju kosong ke arah ku. Aku pun agak kaget, tapi tetap tidak ada perasaan yang aneh. Karena takut bikin macet, aku pun menyebrang terlebih dahulu.

Ketika disebrang, aku berhenti sebentar. Aku berharap mungkin motor itu akan menghampiriku. Tapi dia tetap diam di tengah jalan, tak kala aku melihat ke belakang, aku lihat dimasih marah-marah. Tetap dengan perasaanku dari tadi, aku melihat kesepedaku. Agak aneh saat di goes tadi, ternyata tempat gigi digoesan depan bengkok. Dalam hati aku berpikir, oh hanya ini.

Aku pun tidak merasakan sakit, ternyata aku tidak ikut tertabrak. Lalu ada orang dari belakang bilang, udah samperin aja, dia kok yang salah. Tapi dengan hati kesabaran yang aku punya, aku berkata. Oh biarin aja lah. Aku pun menggoes sepeda ku menuruni turunan.

Aku pun tidak bisa menggoes sepeda ku dengan cepat karena gerigi depan yang bengkok. Dalam perjalanan itu aku berfikir, ah nanti mampir ke toko sepedanya dulu, mungkin sudah buka. Tepat sesudah melewati jembatan dan melewati ikan bakar Babe H. Lili aku berhenti sebentar, melihat gerigi sepedaku, apa bisa diluruskan. Karena tidak bisa aku pun menggoes sepedaku lagi.

Kali ini aku menggoes sepedaku dengan sangat pelan, selama perjalanan aku tidak hanya memikirkan sepedaku saja. Tapi tidak pernah terbesit perasaan dongkol atau marah. Aku sepertinya merelakan kepada Allah atas semua kejadian ini. Walaupun tidak terbesit perasaan bersyukur, aku kali ini lupa yang satu itu.

Ketika di pertigaaan dekat dengan turunan terjal dimana biasanya aku berbelok ke kiri, kali ini aku menjoba lurus. Dalam perjalanan tadi terpikir ini saatnya mencoba jalur ini. Ketika ku lalui, tenyata jalurnya agak lebih ramai dan gersang. Aku pun melewati jalan masuk konpleks rumah Pak Andry bosku. Masih dengan goesan yang pelan aku mengendarai sepedaku.

Jalurnya ternyata memiliki turunan yang lumayan curam tapi tanjakannya tidak seterja yang jalur satunya. Ketika sampai di pertigaan jalan besar menuju ke pasar kebayoran, aku ekstra hati-hati kali ini untuk menyebrang.

Tidak banyak yang ada dipikiran ku saat itu kecuali ketika di toko nanti aku akan menelpon ke kantor untuk izin sebentar. Aku membayangkan mungkin aku harus berjalan dari toko itu, karena sepedanya harus di tinggal untuk di perbaiki. Aku sempat berfikir untuk agak sedikit berbohong agar tidak malu ketika ditanya yang punya toko.

Aku pun sampai di tokonya setelah melawan arus di depan pasar kebayoran. Rencanaku untuk sedikit berbohong tidak jadi, aku tetap menceritakan seadanya, lagian buat apa berbohong. Aku pun menjelaskan kepada pemilik tokonya keadaan sepedaku. Aku berkata, sepedanya bisa ditinggal aja nggak, karean aku pikir mungkin ini akan memakan waktu yang lama. Tapi pemilik tokonya berkata ini tidak lama kok.

Aku pun menelpon kekantor untuk memberitahu keadaanku. Sekitar 5 menitan kemudian, sepedanya selesai juga. Mereka hanya memalu beberapa bagian, ternyata sepedaku cukup kuat. Aku pun menanyakan biayanya tapi seperti yang dulu, mereka bilang nggak usah gratis. Aku pun mengucapkan terima kasih.

Aku pun menggoes sepedaku, dengan ekstra hati-hati apa lagi ketika menyebrang. Dalam perjalanan aku berfikir lagi, ada saatnya aku bernasib buruk tapi pasti akan di balas Allah dengan nasib yang baik, kalau tidak didunia pasti akan diberikan di akhirt nanti. Aku pun berfikir, wah lamaranku di conoco phillips pasti akan diterima. Akupun tersenyum sendirian. Akhirnya aku sampai di kantor pukul 9.05 pagi. Ternyata tidak terlalu lama-lama amat.

Lalu ketika aku mandi di kanor, baru aku sadari ada seddikit lecet di belakang lutut, karena agak perih ketika aku siram dengan air. Tapi itu tidak apa-apa pikirku saat itu. Pada saat mandi itu aku akhirnya bisa berfikir jernih, aku pun bersyukur kepada Allah. Aku tersenyum dalam hati ketika mengingat kejadian itu.

Baru saat au menulis ini aku teringat, belum berterima kasih kepada Allah atas semua kejadian ini.


The Comments

Write a comment

  • Required fields are marked with *. (do'oh)

Type your name here, but it not necessary, because I had anticipate your lazy hand.

Yes, you can leave it empty. It's not like that I'm going to write you an email. But if you do, I will display your Gravatar.

It's unnecessary to provide your blog url, but here it is. Use this format: http://www.dwaan.com.

You're encourage to write a subject. Well if not, I'll give some nasty and ugly subject to your comment.

You really have to write your comment below, it's required. I mean, you want to write a comment wont you?.

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.

Sorry, I don't trust you are human. Please type those funky words to prove you are a human.