Your Login Details


Blogosphare

It's Thursday

By DwAN on 31-Jan-08 11:29. Comments (0)
Tags:

Kamis adalah salah satu hari yang ditunggu-tunggu oleh aku. Bukan saja karena besoknya hari jumat yang menandakan datangnya akhir pekan tapi karena ada suatu berita yang selalu aku ikuti tiap minggunya.

Pada setiap hari kamis pagi, aku langsung mantengin website GoNintendo untuk mencari tahu chart hardware dan software untuk game di Jepang saat ini, kamu tahukan kalau Jepang masih dianggap kiblat-nya dunia game. Ada dua sumber chart yang ada di Jepang, yaitu Famitsu (majalah game) dan Media Create (organisasi nirlaba seperti AC Nielsen).

Yang pertama kali muncul adalah chart dari Famitsu yang perhitunganya dengan cara sampling. Tak beberapa saat kemudian baru muncul chart dari Media Create yang cara perhitungannya benar-benar dari data penjualan di toko.

GoNintendo
biasanya me-refer dari sebuah forum benama NeoGaf. Dari forum itu biasanya aku menghabiskan waktu di hari kamis membaca setiap komentar yang ada, lucu-lucu biasanya.

Entah kenapa aku jadi tertarik terhadap kedua chart itu, mungkin dikarenakan selera game orang Jepang mirip dengan seleraku. Bayangkan saja untuk chart hardware akan selalu di warnai dengan DS sebagai no 1 di ikuti oleh Wii atau walau terkadang gantian sama PSP.

Di TOP 30 software chart-nya 2 per 3 pasti akan didiminasi sama game dari Wii dan PS, kekeke. Software-software yang biasanya belum keluar di Amerika sehingga jika nantinya di-release di Amerika kemungkinan besar aku kan membelinya.

Lain halnya di Amerika. Di sana ada sebuah organisasi bernama NPD (lupa kepanjangannya) yang hanya mengeluarkan perkiraan penjualan software dan hardware tiap sebulan sekali. Sebulan sekali rasanya sangat lama sekali untuk di ikuti, tapi tetap aku nanti juga.

Sma halnya dengan Jepang, hardware chart di dominasi oleh Wi dan DS plus XBOX 360. Sedangkan untuk software chart-nya ada perbandingan yang rata antara ketiga console tersebut.

Lalu apa hubungannya dengan aku? Aku memiliki Wii dan DS sehingga perkembangan kedua console itu patut aku ikutin biar tidak ketingalan jaman. Aku juga menolak membaca majalah game di Indonesia yang lumayan ketinggalan jaman dan tidak sesuai dengan seleraku.

Berbicara soal selera, selera orang Indonesia terhadap game masih berkutat terhadap PlayStation 2 dan berharap memiliki Playstation 3 nantinya. Walaupun tidak masalah denganku, tetapi ada satu pernyataan yang ingin aku tegaskan di sini. Dunia game di Indonesia tidak maju karena para gamers-nya masih suka membajak. Mereka pasti akan kaget kalau ternyata PS3 itu tidak bisa di Bajak (karena pakai Blu-Ray), kekeke.

Untuk aku sih tidak masalah mau pilih Wii - PS3 - XBOX 360 -DS - PSP karena aku membeli game asli, tapi aku memang sudah terlanjur menjadi penggemar produk Nintendo sehingga aku menolak mengikuti selera gamers Indonesia. Mungkin secara perlahan selera gamers Indonesia mulai beralih ke arah Wii atau XBOX 360 karen keduanya sudah bisa di bajak.

Udah ah jadi ngalor-ngidul.

Tidak Sabar Menunggu SSBB (Part 1)

By DwAN on 29-Jan-08 12:39. Comments (1)
Tags:

Rasanya sudah tidak sabar menunggu game ini keluar di Amerika. Di negara asalnya - Jepang - game ini di luncurkan pada hari ini. Game ini berjudul Super Smash Brosh Brawl (coba dibaca cepat-cepat selama 10 kali).

Game yang bertabur bintang-bintang (Maskot) Nintendo plus Snake (dari Metal Gear Soldier) dan Sonic merupakan game yang paling di tunggu pemilik Wii. Game ini telah mengalami beberapa kali penundaan peluncuran sehingga baru akan di luncurkan bulan maret nanti di Amerika.

Inti permainannya hanya berkelahi satu sama lain, tapi disinilah letak serunya.

(to be continue)

OMG Sinetron

By DwAN on 24-Jan-08 17:23. Comments (0)
Tags:

Pernah menonton sinetron di TV? Pasti pernah! Kalu di luar negri sinetron itu di namai Opera Soap, gak penting sih tapi mungkin ada yang belum pernah tahu. Aku tidak tahu sejarah kemunculan sinetron di Indonesia, tapi yang aku ingat sinetron yang pertama kali aku tonton (dan kuikuti sampai habis) adalah sinetron Siti Nurbaya, masih inget gak? Kalau gak salah dia muncul di awal tahun 90-an. Jaman dulu sinetron itu di tayangkan di TVRI (satu-satunya TV di Indonesia, RCTI masih pakai langganan).

Siti Nurbaya adalah sinetron yang apik, mengambil dari Novel STA (kaeknya) Marah Rusli. Walaupun intinya hanya cerita percintaan, tetapi ada pesan moral dan budaya yang tersirat (gila masih kecil aku udah tau beginian). Cerita cintanya tidak ece-ece.

Lalu ada muncul sinetron Si Doel Anak Sekolahan, senitron ini cukup booming dimana-mana mengingat pada jaman itu baru ada RCTI dan TVRI, jadinya kalau gak nonton TVRI ya berarti nonton RCTI. Sinetron ini muncul dipertengahan tahun 90-an dan berakhir di awal tahun 2000 sampai seri ke 4 yang di tayangkan Indosiar.



Si Doel, pada awalnya sineetron yang menarik mengenai kehidupan orang dan anak betawi modern yang bisa sekolah tinggi (pada zaman itu masih jarang sekali). Senetronnya juga membawa pesan moral dan budaya juga seperti Siti Nurbaya walau dengan pesan moral yang berbeda beda. Sedikit pertanyaan sebelum tahun 90-an orang Indonesia nonton apa yah? Namun sayangnnya seri terakhirnya lebih kemasalah percintaan saja.

Ke dua sinetron itu aku anggap sebagai pelopor sinetron Indonesia yang patut di contoh.  Menilik dari kedua buah sinetron itu aku berpaling ke sinetron zaman sekarang. Apa kah yang terjadi? Setiap aku memindahkan channel TV (khususnya di malam hari) ada sebersit kata yang keluar dari mulutku (kalo aku orang bule mungkin udah bilang OMG atau WTF). Perbedaan yang bisa aku gambarkan adalah langit dan dasar jurang. 

Aku jadi teringat sinetron Abad 21, sinetron ini adalah sinetron favorit di akhri tahun 90-an. Sinetron inilah yang mengawali sinetron ece-ece di Indonesia. Sinetron yang terlalu glamor dan bertabur bintang yang bergaya hidup borju dan hanya menceritakan cerita cinta yang cengeng. Hal ini di perparah dengan kemunculan sinetron Tersanjung yang selamat dari serangan bom nuklir hingga mencapai seri ke 6. Kedua sinetron itu di tayangkan di Indosiar.

Memang tidak semua sinetron pada zaman itu parah semua, aku ingat sebuah sinetron religi pertama di Indonesia yang diperakan Neno Warisman (lupa nama panjangnya) dan disiarkan di RCTI. Sinetron ini merupakan sinetron Ramadhan pertama dan satu-satu yang memiliki pesan moral dan budaya yang baik.  Sejak itu mulailah bemunculan sinetron yang berkedok sinetron Ramadhan tapi ceritanya tetap percintaan.

Pada awal dan pertengahan tahun 2000-an sinetron-sinetron yang bermutu mulai berkurang, satu-satunya yang masih bisa dibilang bermutu adalah Lorong Waktu dan Kiamat Sudah Dekat, tapi entahlah karena aku jarang  menontonnya (gara-gara sinetron picisan itu).

Akhir-akhir ini para pembuat sinetron mulai kehabisan ide, di mulai dengan maraknya sietron berbau mistik dan terkadang bekedok agama Islam pada awal dan pertangahan tahun 2000. Sebut saja  Babi Ngepet, Kolor Ijo, dkk merupakan salah satu judul sinetronnya, untungnya sinetronnya tidak berseri. Stasiun TV ikutan latah dengan menayangkan sinetron yang topiknya sama.

Nah, kalau kamu kira sinetron mistis itu sudah parah, selamat datang di akhir tahun 2000-an. Jika aku adalah seorang produser sinetron, makan pada zaman inilah aman dimana membuat sinetron itu sangat mudah karena ceritanya sangat generik dan mudah di tebak.

Jika kamu punya suatu nama perempuan yang terpikir di pikiranmu, kamu bisa kok membuat sinetron. Maksud Loh? Gini, misalkan aku kepikiran nama Emi, aku bisa membuat sinetron dengan judul Cinta Emi (baca cintami), yang nama pemeran utamanya Emi. Kalau susah menembahkan kata di depan nama di depan nama pemeran utama untuk jadi judul, kamu tinggal pakai saja Emi. Ceritanya gak perlu susah-susah karena sudah ada garis besarnya. Pemeran utamanya harus orang yang menderita entah itu buta, miskin, cacat atau lainnya lalu ditambah cowo kaya dan sombong. Sudah, dari situ tinggal "di kembangin alur ceritanya", mau pakai ibut tiri silahkan, mau pakai paman jahat silahkan, mau pakai ibu cowo-nya jahat juga boleh. Mudahkan!

Ah cukup sudah. Tapi sebagai penetralisir, sebenarnya masih ada sinetron bermutu yang tertutup oleh gemerlap sientron generik itu.  Ada sinetron seperti Bajaj Bajuri dll (OMG, gak kepikiran yang lainnya). Dulu juga sempat ada sinetron yang diperankan Dian Sastro, yang bercerita tentang wartawan (aku lupa judulnya) yang cukup bagus (walau cerita tentang profesi wartawan rada hambar).

Ah, Indonesia!

Office Ritual

By DwAN on 23-Jan-08 10:11. Comments (0)
Tags:

Setelah kucermati tiap hari, ternyata aku melakukan ritual-ritual khusus setelah sampai di kantor. Ritual apa saja kah yang aku sering lakukan setiap hari?

Tanda tangan di daftar hadir, setiap datang dan pulang aku hurus menandatangani daftar hadir. Dulunya ada finger print tapi daftar hadinya tetap harus ditandatangani yang sama aja bohong.

Aku berlari-larian ke lantai atas, kadang-kadang suka bergaya aneh-aneh kalo lagi di tangga, kadang-kadang suka berjalan bak pengibar bendera istana lagi mengambil bendera sang saka merah putih, kadang suka sambil melihat handphone yang tidak dapat sinyal, kadang suka berjalan mengendap-endap dan sebagainya.

Setelah itu aku menyalakan komputer dan membiarkan login screen muncul sambil aku ke kamar mandi untuk pipis, cuci muka, terkadang merapihkan rambut, terkadang pake lip balm (kalo bibir lagi pecah-pecah atau sedang panas dalam). Ini dia tampilan login screen-ku.

ss login

User account yang sering aku pakai adalah "Kodok". Setelah itu aku menunggu beberapa saat untuk OS me-load semua yang tidak penting. Lalu ada 3 buah aplikasi yang wajib aku klik pertama kali sebelum kerja yaitu: Firefox, Thunderbird dan iTunes. Lihat tampilannya di bawah. Sambil menunggu ke 3 aplikasiku berjalan aku memasang headphone-ku.

3 Aplikasi

Setelah itu aku mengisi master password-nya Firefos dan Thunderbird, lalu baca RSS sebentar sambil menunggu barangkali ada email yang datang di pagi hari.

Terkadang kalau lagi iseng, aku suka mengubah status Yahoo Messenger-ku. Nah itu ritual sehari-hari aku kalau pagi-pagi dikantor. Cukup biasa!

Am I Addicted to News?

By DwAN on 17-Jan-08 09:20. Comments (0)
Tags:

RSS-ku

Beberapa tahun belakangan ini aku terobsesi membeli gadget tertentu, mulai dari kamera, modem adsl, iMac, Wii, DS, handphone, game dan sebagainya. Pada awalnya memang sangat terasa sekali - sepertinya - aku penggemar gadget, namun baru akhir-akhir ini aku menyadari sesuatu.

Pengalamanku yang dulu kalau mencari info lewat majalah berubah beberapa tahun belakangan ini menjadi mencari info lewat internet. Satu tahun belakangan ini lebih spesifik lagi berubah menjadi mencari infor lewat RSS.

Dulu waktu aku mencari info kamera, aku sering sekali buka website sana-sini, waktu beli modem adsl juga. Waktu untuk mencari info bisa mencapai 1-3 bulan. Pada masa-masa itulah adanya gairah terpendam yang sulit dikatakan.

Belakangan ini malah lebih parah, setiap hari aku mengecek koleksi RSS-ku yang beritanya luar biasa banyak, setiap hari juga gairah itu timbul. Anehnya setiap aku berhasil membeli gadget tersebut gairah itu malah tidak timbul.

Pada saat itulah aku baru aku menyadari kalau aku kecanduan berita, bukan berita yang ada di TV (karena biasanya sudah basi) tapi berita terkini (yang aku suka). Tidak kurang-kurangnya aku membaca setidaknya 10-20 artikel setiap harinya, rata-rata berbahasa Inggris.

Walaupun aku tahu bahwa aku kecanduan berita, tapi tetap ada keinginan dan hasrat tersendiri untuk mendapatkan gadget yang setiap harinya aku pantengin beritanya. Yah, selama keinginanku masih dalam batas normal (gak sampai ngutang) setidaknya bisa membuahkan hasil yaitu aku jadai lancar membaca.

Showing 81 - 85 of 229 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?