Your Login Details


Blogosphare

Komputer (Kantor) Baru

By DwAN on 19-Aug-08 15:20. Comments (0)
Tags:

Yap, akhirnya setelah menulis artikel metafora tentang pindah kantor, akhirnya tidak lama setelah aku menulis artikel itu, aku dipanggil untuk pindah kantor oleh bosku yang satu lagi (aku punya 2 bos di tempat kerjaku sekarang). Itu sudah terjadi 2 bulan yang lalu (wakaka, nggak terasa juga udah 2 bulanan di kantor baru ini).

Kesan pertama pas masuk ke kantor ini, gila jauh dari peradaban banget nih kantor, sebenarnya tidak jauh dari peradapan karena letaknya dibelakang gedung menara Mulia di daerah Karet Sawah. Pas awal-awal datang, masih ada tukang wara-wiri di sekitar kantor untuk membangun, karena sepertinya belum 100% selesai di renovasi. Kantornya itu sendiri terletak di depan rumah si bos ku itu.

Komputer Kantor

Dulu ketika aku ditanyai untuk pindah kantor aku di tawarkan untuk memakai komputer apa. Aku dengan sembarangan meminta komputer merk Apple aja, berhubung aku gak punya komputer itu di rumah dan biar tau aja. Si bos ternyata menepati janji, aku dibeliin iMac 20 inchi, bukan komputer baru sih, karena itu komputer bekas pajangan toko iBox yang ada di EX sanah (wallpapernya masih bertuliskan seperti itu).

Eh tanpa diduga-duga selasa minggu kemarin ada kiriman datang ke kantor yang ternyata isinya "brand new iMac 20 inch" untuk digunakan oleh aku. Tu iMac yang lama katanya mau dijadiin pajangan di toko.

As you can see, gw akhirnya dapet iMac terbaru, tapi agak kecewa karena layarnya ternyata tidak sebagus layar iMac yang lama. Sekarang aku jadi mengerti kenapa orang pada sebel ketika om Steve J. memperkenalkan iMac baru dengan layar Glossy, karena layar Glossy membuat tampilannya kaek LCD murahan dimana kalo kamu melihat dari kanan/kiri/atas/bawah terjadi distorsi warna, DAN yang paling aku nggak suka, white balancenya terlalu tinggi, perhatikan background Dock di iMac yang lama dengan yang baru, di iMac lama terlihat agak abu-abu tua sehingga efek transparantnya lebih terlihat bandingkan dengan iMac baru.

Yang paling aku suka sama iMac baru itu keyborad aluminuiumnya yang seperti keyboard laptop dan layarnya lebih menonjolkan warna a.k.a lebih vivid. Tapi sip dah aku dikasih komputer yang cihuy.

Wii Fit (Japan)

By DwAN on 12-Aug-08 09:39. Comments (1)
Tags:

Wii Fit Japan Box Art

Beli Wii Fit

Hari jum'at lalu, tiba2 datang sms dari seseorang dari kaskus menawarkan Wii Fit versi Jepang. Bulan kemarin sebenarnya aku pesan Wii Fit US ke orang itu tapi karena tiba-tiba menjadi 1.700 kulit kerang akumengurungkan diri membeli Wii Fit versi US. Wii Fit versi Jepangnya sendiri ditawarkan 1.350 kulit kerang dari 900 kulit kerang kalau ak beli di Jepang. Entah kenapa tiba-tiba aku mengiyakan untuk membelinya.

Mengingat harganya lumayan mahal, aku bayar pakai COD ajah. Udah gitu karena COD aku musti nyamperin dia di M.A.G, lumayan jauh juga. Untung hari itu aku sekalian ke daerah itu, hari itu ada acara akikahan anaknya Aves. Terus aku nebeng sama Meryl jadinya sambil aku nyamperin ke daerah Meryl aku ke MAG dulu.

Naik taksi ke sana, gila aja, mahal banget, lebih mahal waktu aku naik taksi dari rumah ke UI depok pakai tarif taksi Bue Bird. Udah gitu karena hari sabtu, macetlah dimana-mana. Terus udah telat ketemu itu orang di MAG telat pula ketemu Meryl. Ups jadi gak fokus nulisnya.

Lalu, pas aku ketemu orang itu di depan MAG, langsung cepet-cepat ak bayar dan mencoba memasukkan Wii Fit ke dalam tas olah ragaku. Ternyata box Wii Fit itu besar sekali, lebih besar dari pada box Wii dan lebih besar dari tasku. Jadilah aku mententang box Wii Fit kemana-mana.


Kesan Pertama

Malam harinya sehabis aku pulang dari rumah temanku, aku mencoba Wii Fit. Keponakanku sudah ribut ketika aku membawa box besar ke rumah. Aku keluarkan isi-nya dan memperhatikan kalau ternyata Balance Boardnya ternyata putih banget, pasti gak lama lagi bakal berubah warnanya.

Wii Fit Balance Board

Beberapa saat kemudian akhirnya aku mencoba gamenya. Karena ini versi Jepang tapi aku dapet disc Wii Fit versi US kopian dari penjualnya aku masukkan disc Wii Fit versi Us kedalam Wii ku. Logo muncul, pencet start dan muncul tulisan " Error: bla bla unautherized device bla bla ". Aku pikir wah jangan jangan Balance Boardnya gak bisa dipake. Lalu aku coba terus dengan hasil yang sama.

Akhirnya disc Wii Fit versi Jepangnya aku masukkan dan gak terbaca. Sepertinya Modchipnya bermasalah karena belum aku update software modchipnya. Untung aku install Hombrew Channel, lalu aku download dah RegionFrii biar bisa maenin game dari region lain yang tidak sama dengan region Wii-ku. Eh ternyata aku lupa, sekarang aku sudah tidak punya SD-Card, untung masih punya Transflash dari DS-ku. Akhirnya aku bisa juga download itu RegionFrii. Gila, mumet juga ngeliatnya karena bahasanya bahasa Jepang, tapi tetap aku bisa mainkan dengan menebak nebak tombol yang harus di tekan.

Aku main bareng keponakan ku Kamila, dia seneng banget apa lagi kalo aku lagi main Hulo Hop. Seru juga. Yang tinggal aku lakukan adalah mengupdate software modchip ku biar bisa ngebaca disc Wii Fit versi US-nya.

Porfesor Layton - The Curious Village Hands-on

By DwAN on 02-Jul-08 18:52. Comments (0)
Tags:

(Artikel ini ditulis hari minggu 28062008)

Prof. Layton

Tepatnya jum'at minggu lalu aku akhirnya menerima game ini. Game yang sudah kupesan kurang lebih 4 bulan yang lalu tapi entah kenapa katanya game ini laris di pasar internasional sehingga toko tempat aku memesannya sampai butuh ganti distributor untuk mencari game ini. Kabar dari mereka juga akibat sedang gencarnya pemeriksaan beacukai barang import game ini jadi sempat tertahan juga di pelabuhan. Repot aja, kekek.

Tampa panjang lebar lagi, hari jum'at malam selepas aku pulang dari kantor aku langsung diberitahu ada kiriman lagi oleh kakakku. Sudah kutebak akhirnya game ini datang juga. Sementara hari masih maghrib aku bergegas mencuci muka terlebih dahulu lalu wudhu dan sholat. Sehabis kegiatan tersebut akhirnya aku untuk pertama kali memainkan game ini.

Pada awal membuka permainannya aku langsung disuguhkan dengan animasi yang membuat anganku terbawa kemasa kecil. Teringat masa-masa dimana aku sering melihat film kartun klasik yang berasal dari negara Inggris, terutama ketika pembicaraan pertama kali dalam naimasi tersebut dimana para tokoh utamanya menggunakan logat Inggris kental, wah suka banget. Animasinya tidak berlangsung lama karena tidak beberapa lama aku disiguhkan dengan percakapan penuh teks tanpa animasi tapi masih diiringi suara tokoh utama yang berlogat Inggris. Setelah melalui pembicaraan tersebut akhirnya aku disuguhkan dengan puzzle pertama yang sangat mudah bagi siapa saja.

Iya benar sekali, itulah beberapa alasan kenapa aku menanti game ini. Kalau kamu lihat sekilas game ini, pasti kamu tidak tertarik karena penuh dengan teks dan sangat sedikit animasi dan kebanyakan kegiatan dilakukan pada sebuah gambar artwork yang tidak bergerang dengan ditambah beberapa tokoh pendamping yang bergerak seadanya. Tapi justru itu yang bikin aku tertarik, artwork yang disuguhkan mengingatkan aku pada novel-novel remaja jaman dahlu seperti "Tiga Serangkat". Jalan ceritanya juga mengingatkan akan novel-novel tersebut, animasi yang seperti aku sebutkan mengingatkan pada kartun Inggris jaman dulu, pokoknya semuanya membuatku terkenag kembali kemasa kecil dahulu.

Tapi yang menarik adalah game ini game yang cukup menantang otak, karena aktivitas utamanya adalah memecahkan teka-teki yang terkadang mudah terkadang sulit. Tapi setelah secara tekun selama seminggu ini aku akhirnya berhasil menyelesaikan ceritanya sabtu kemarin, dengan total jam bermain sekitar 21 jam, walau tetulis aku menyelesaikan dalam waktu 20 jam tapi sebenarnya, ada beberapa teka-teki yang musti direnungkan beberapa jam bahkan sampai seharian. Akan tetapi masih banyak teka-teki yang belum aku selesaikan dan diakhirnya ceritanya ditulis "To Be Continued". Aku sebenarnya sudah tau juga sih, karena habis "Courous Village" adana kelanjutannya yaitu "The Pandora Box".

Sambil menyelesaikan sisa-sisa teka-tekinya, aku juga menunggu kelanjutan game ini yang entah kapan keluarnya lagi. Mengingat ada beberapa teka-teki yang baru kebuka kalau aku memasukkan kata kunci yang adanya dilanjutan game ini (pemaksaan, kekeke).

Sebagai tokoh utamanya ada Profesor Layton seorang pemecah teka-teki yang di dampingi oleh Luke remaja sekitar 13 tahun yang berguru kepada profesor Layton untuk menjadi pemecah teka-teki nantinya. Suatu hari dia dipanggil seseorang ke suatu desa untuk menemuka harta peninggalan warisan yang diselubungi teka-teki. Ceritanya memilik alur yang mirip dengan novel-novel remaja Inggris yang aku sebutkan sebelumnya dengan setting tahun 50-an mungkin bisa dibilang sejaman dengan Tin-Tin dimana semuanya masih berjalan dengan sistem mekanik dsb, pokoknya setting pada jaman yang kalau aku bilang tidak modern tapi maju.

Yah, segitu cerita singkatnya.

Modem Baru

By DwAN on 15-Jun-08 13:46. Comments (1)
Tags:

D-Link Modem

Kamis minggu lalu akibat hujan yang sangat besar modem ADSL milikku kesamber petir lagi. Aku baru mengetahuinya ketika hari malam jum'at aku mencoba bermain Mario Kart online tapi kok tidak terkonek-konek. Lalu kulihat modem kesayanganku tidak menyalakan lampunya lagi.

Modem itu sudah berumur 2 tahun, aku beli sekitar Juni tahun 2006 dan pernah kesamber petir juga, namun karena dulu masih garansi, modem tersebut bisa dibenerin tanpa ada biaya. Sabtu keesokan harinya aku mencoba menelpon UC98.com tempat aku membeli modemku, lalu dijelakanlah bahwa akibat sudah lewat masa garansinya, biaya servisnya bisa mahal semahal beli modem baru. Jadinya ku mengurungkan niatku membenarkan modem tersebut.

Senin harinya ku mulai browsing-membrowsing, ternyata banyak pilihan untuk modem ADSL yang ternyata jauh lebih murah dari pada modem ADSLku itu. Memang modem ADSL yang aku beli itu terbilang untuk kalangan kantoran, bayangkan saja harganya 680 kulit kerang, padahal di pasaran ada yang harganya cuman 380 kulit kerang.

Aku sempat tertarik membeli merek Lynksis agar bentuknya sama dengan wireless router di rumahku, harganya juga tidak terlalu mahal cuma 360 kulit kerang.  Lalu aku juga berfikir kenapa gak sekalian pindah provider ISP mengingat telkomsel lagi punya layanan unlimited internet yang bulanannya juga lebih murah dan menggunakan koneksi 3G dan HSDPA

Fikir punya fikir, ternyata modem untuk 3G-nya lumayan juga, sekitar 1.200 kulit kerang. Dan terdengar kabar bahwa koneksinya tidak terlalu bagus. Walaupun akhirnya aku mengetahui kualitas koneksinya bisa dibilang sama dengan kualitas koneksi speedy ku sekarang, tapi untuk sementara 1.200 rb cukup mahal untukku, mungkin bulan depan bisa ganti ISP.

Agar biaya yang kukeluarkan tidak terlalu banyak mengingat rencana ke depan mau pindah ke telkomsel, aku akhirnya beli modem adsl bekas aja. Beruntung sekali ada orang yang jual modem ADSL D-Link yang diatas dengan harga 200 kulit kerang lengkap dengan ongkir dan masih ada garansi 10 bulanan. Wow, pikirku mirip seperti beli baru aja, dan akhirnya aku memutuskan membelinya. Modem tersebut akhirnya sampai padaku jum'at kemarin, dan kehidupan berinternetku kembali berjalan seperti biasa.

Terima kasih modem ADSL merek Thomson seri Speedtouch 610, pengabdianmu tidak kulupakan. Kamu sekarang bisa beristirahat di lemariku.

Pindah kantor?

By DwAN on 03-Jun-08 13:05. Comments (1)
Tags:

Di suatu hari yang cerah, tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara memanggil dari belakang bukit. Nampak di sana seseorang melambai-lambai sambil memanggil namaku. Orang itu nampaknya baru tiba di bukit itu  beberapa saat sebelumnya. Setelah aku memicingkan mataku berusaha membiasakan mata terhadap cahaya mata hari yang datang dari arah orang tersebut, akhirnya kau dapat melihat ternyata dia pamanku.

Aku bersegera beranjak berdiri dari tempatku duduk, aku sedang melihat-lihat pemandangan sekitar saat itu sambil mendengarkan suara hebusan angin yang sejuk. Aku bergegas berjalan ke arah orang tersebut.

Dalam suatu gubuk kecil tepat di sebalah orang tadi berdiri, telah duduk orang tersebut menanti kedatanganku sambil membaca koran dan mendengarkan radio yang sudah cukup tua. Orang itu lalu mulai berbicara tentang pengalamannya mengembara. Baru-baru ini dia memang baru kembali dari pengembaraannya. Aku hanya mendengarkannya sambil tersenyum dan sesekali menampilkan muka serius.

Lalu tiba pada suatu kalimat dimana orang tersebut mengajakku untuk melakukan pengembaraan bersamanya. Aku mulanya tidak menjawab apa, teringat dengan kebun kol yang baru aku tanam dan kelinci-kelinci mungil yang baru saja dilahirkan oleh kelinci peliharaanku.

Lalu dia mulai mengeluarkan kata-kata yang berbunga dan membuatku agak mendengarkan, dia menjanjikan aku sebuah kuda untuk aku tunggangi dan perbekalan yang cukup selama pengembaraan nanti. Aku sebenarnya mau tidak mau akan menerima tawarannya, mengingat sela ini dia yang selama ini membiayai kegiatan berkebunku dan memelihara kelinci.

Dan akhirnya dia menawarkan aku bawah pengembaraannya tidak akan berlangsung lama, tiap minggu kita akan pulang dan melihat keadaan kebun kol dan kelinci peliharaanku. Aku tidak bisa berkata banyak kecuali menunduk sambil tersenyum sambil akhirnya kau keluar dari gubuk itu lalu kembali ke tempat aku duduk tadi.

Entah berapa lama kejadian itu sudah berlangsung, akan tetapi ajakan mengembara oleh orang tersebut belum juga terealisasi, katanya kereta kuda yang akan kita naiki belum jadi perlu dipasang ini itu terlebih dahulu. Sampai akhirnya kemarin dia kembali menegaskan bahwa minggu depan kita akan memulai pengembaraan kita.

Akankah itu akan terjadi?

 

Showing 61 - 65 of 229 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?