Your Login Details


Blogosphare

Uneg-uneg, part 1 - New Composition

By DwAN on 09-Feb-07 13:34. Comments (0)
Tags:

Baru-baru ini ada perubahan peraturan di kantorku, yang pada awalnya menurutku biasa-biasa saja. Perubahannya terjadi awal bulan dimana saat gaji di transfer dan tunjangan di kasih. Namun tadi saat aku mandi sore (baca malam), aku sempat berfikir mengenai peraturan itu, semakin aku pikirkan semakin ada yang mengganjal. Peraturannya seperti berbunyi seperti ini "Untuk menghindari pajak yang besar, perusahaan mengambil keputusan untuk merubah komposisi gaji menjadi 60% untuk gaji pokok dan 40% dari total gaji sebelumnya". Setahuku tunjangan tidak dikenakan pajak, namun gaji pokoklah yang di kenakan pajak.

Sebelum ini tidak ada komposisi tetap mengenai tunjangan dan gaji tetap, semua berdasarkan kesepakatan dari pegawai dan perusahaan. Yang jadi pikiranku adalah, tunjangan dihitung perhari. Tunjangan dipotong jika karyawan tidak masuk, baik itu izin atau sakit. Jika karyawan izin setengah hari, maka tunjangan pada hari itu di berikan setengah. Sedangkan gaji pokok diberikan utuh walaupun kita tidak masuk.

Dalam dunia yang sempurna dimana kita hanya hidup untuk kerja sehingga tidak peduli ada kepentingan lain atau misalkan kita sakit, komposisi gaji yang baru mungkin tidak masalah. Tapi, kita semua sebagai manusia terkadang sakit terkadang perlu izin untuk menyelesaikan masalah selain di kantor dan sebagainya. Inilah yang menjadi pikiranku. Dulu komposisi gajiku 80% gaji pokok dan 20% tunjangan. Saat aku izin untuk tidak masuk, tidak menjadi masalah bagiku karena potongan tunjanganku terhitung masih kecil.

Mari kita lakukan sedikit perhitungan, misalkan gajiku berupa kulit kerang, dimana setiap bulan misalkan aku mendapat 100 kulit kerang. Sebelum adanya peraturan tersebut tunjanganku adalah 20 kulit kerang jika di bagi denga hari kerja maka tiap harinya tunjanganku adalah 1 kulit kerang. Jika pada suatu bulan aku tidak masuk 2 hari, makan tunjanganku tinggal 18 dan gajiku pada bulan itu menjadi 98 kulit kerang. Masih terlihat tidak terlalu merugikan.

Lalu kita lakukan perhitungan dengan komposisi baru, maka tunajnganku menjadi 40 kulit kerang dan daji tetapku menjadi 60 kulit kerang. Tunjanganku tihap hari menjadi 2 kulit kerang. Jika dengan menggunakan komposisi baru aku tidak masuk 2 hari, maka aku kehilangan 4 kulit kerang. Jika dihitung gajiku pada bulan itu tinggal 96 kulit kerang. Hmm, berkurangnya lebih banyak. In baru tiap hari, bayangkan jika setangah bulan aku tidak masuk karena sakit perut akut :P. Untuk komposisi yang lama aku akan kehilangan 10 kulit kerang sehingga gajiku bulan itu menjadi 90 kulit kerang, namun untuk komposisi yang baru aku kehilangan 20 kulit kerang sehingga gajiku menjadi 80 kulit kerang.

Aku merugi 10 kulit kerang jika dihitung-hitung antara komposisi baru dan komposisi lama. Intinya aku dirugikan dengan komposisi yang lalu. Selain itu ada satu permasalahan lagi, mereka mengurangi gaji pokokku dari 80 menjadi 60 kulit kerang. Bagaimana ini bisa terjadi, seseorang yang mendapatkan pemotongan gaji pokok dalam sejarah pasti telah berbuat salah sehingga merugikan perusahaan, namun aku tidak melakukan apa-apa yang merugikan perusahaan samapi saat ini.

Perusahaan sepertinya tidak mau perduli dengan ini, mereka dengan seenaknya momotong gaji pokok kita dimana seharusnya ini tidak boleh terjadi. Pada awalnya perusahaan ingin mengurangi pengeluaran tapi dengan mengorbankan gaji karyawan. Tampak di permukaan perubahan komposisi ini sepertinya tidak terlalu bermasalah, karena karyawan akan tetap mendapatkan gaji mereka yang seharusnya. Namun kutekankan lagi, kita tidak hidup dalam dunia dimana pekerjaan adalah sesuatu yang utama, kita bisa sakit sewaktu-waktu, kita perlu izin sewaktu-waktu baik karena kepentingan keluarga tau kepentingan mendadak dan sebagainya.

Entah akankah aku akan kemukakan ini ke HRD kantorku, atau aku simpan saja dimana aku sejak awal tidak berniak untuk lebih dari satu tahun di perusahaan ini. Ditambah dengan komposisi ini keinginanku untuk tidak lebih setahun menjadi lebih kuat saja. Namun disamping perubahan komposisi gaji tersebut diatas ada satu peraturan baru yaitu kenaikan tunjangan berdasarkan bintang-bintang yang sepertinya menggiurkan tapi telah lenyap ditelan komposisi baru sehingga aku tidak memikirkannya lagi.

Kenaikan tunjangan dilakukan tiap tahun begitu juga dengan gaji pokok, namun sebelum terjadinya kenaikan tersebut selama setahun aku akan merugi berlipat-lipat jika tidak masuk kerja. Dan gaji pokokku dipotong, damn. Itu suatu yang aneh, Kalau masa satu tahunku sudah berakhir dan jika meraka memang memerlukan aku, kartu penawaran ada di aku tapi jika memang dari awal tidak terlalu memerlukan aku, aku sudah dari awal sudah siap. Tidak seperti dunia akan berakhir. Dan omong-omong aku sudah 9 bulan di kantor ini, tinggal 2 bulan lagi untuk mengajukan surat pengunduran diri.

Sementara itu, aku harus mempertahankan proyek-proyek freelanceku, agar tidak ada waktu jeda antara pekerjaanku ini dengan pekerjaanku nantinya (jika Allah masih memberi kesempatan itu untukku). Satu tambahan lagi, sudah lebih 3 bulan mereka tidak menyerahkan surat pengangkatanku, dimana yang lain sudah diberikan cuman aku yang belum. Alasannya belum ditanda-tanganin oleh Bosku, yang kebetulan memang tidak pernah masuk karena bapaknya yang sakit.

Pada akhirnya aku selalu mendapatkan alasan-alasan yang kuat untuk membenarkan pengunduran diriku. Selama ini aku kerja diperusahaan tersebut memang tidak ada masalah berarti. Aku berkerja dengan santai dan sepertinya kau mulai terbiasa. Hari berjalan dengan lancar tanpa ganjaran yang menyebabkan aku harus lembur di kantor atau semacamnya (walau dulu sempat). Semoga Allah meridhoi jalanku. Bahkan aku berhasil menggunakan sepeda ke kantor. Sesatu yang akan ku rindukan jika aku nanti bekerja di tempat yang jauh dari jangkauan sepedaku (atau sebaiknya kau mencari tempat kerja yang dekat).

Jakarta's Flood Part 2 - The Flood

By DwAN on 04-Feb-07 01:27. Comments (1)
Tags:

Hari itu aku pulang dengan metromini 70. Pada arah sebaliknya terlihat ada kemacetan luar biasa, pikirku sepertinya ini macet akibat genangan air. Namun ada keanehan, metrominiku tidak kunjung datang, sudah kurang lebih tiga puluh menit aku menunggu. Tak beberapa saat kemudian akhirnya metrominiku datang, tapi ternyata sangat penuh sekali dan akhirnya ku memutuskan untuk menunggu bus selanjutnya. Sepertinya malang benar nasib ku tiga puluh menit kemudian barulah muncul kembali metrominiku dan kali ini penuh sekali.

Tersirat dalam pikiranku untuk menaiki kopaja 609 dan akhirnya aku memutuskan menaiki kopaja. Aku berjalan ke arah kantorku ke seberang jalan. Aku menunggu di ujung flyover, namun kopaja 609 tidak kunjung datang, cukup lama ku menunggu di sana hingga akhirnya adzan magrib berkumandang. Entah kenapa aku akhirnya menaiki metromini 69 jurusan cilidug. Aku berfikir mingkin aku akan menemukan kopaja di pertigaan dokar.

Terdengan sang konek berkata ada banjir di pertigaan BNI, aku tak tau tepatnya, aku berfikir mungkin itu di cipulir. Ternyata sebelum sampai pasar cipulir telah terjadi kemacetan luar biasa. Aku diturunkan setelah perempatan seskoal. Karena aku berfikir bajirnya di cipulir dan setelah itu aku bisa menaiki kopaja 609 akhirnya aku memutuskan berjalan kaki kearah cipulir. Aku berjalan agak cepat karena hari sudah gelap. Aku sudah berfikir akan menaiki gerobak di cipulir nanti.

Akhirnya aku sampai cipulir dan ternyata tidak banjir, aku pun tetap melanjutkan berjalan kakiku mengingat macet yang luar biasa dan lebih cepat berjalan kaku dari pada naik kendaraan bermotor. Akhirnya aku mendekati pertigaan dokar, terlihat keramaian orang dan ternyata banjir di pertigaan itu. Ternyata aku baru tau kalau pertigaan BNI itu adalah pertigaan dokarku, dimana seharusnya kopaja 609 melewati pertigaan itu, pantas saja aku tidak melihat kopaja 609 dari tadi,

Banjirnya ternyata makin parah menuju kearah jalan ke rumah ku. Aku melihat ibu-ibu menaiki dokar dan akupun tanpa berfikir panjang ikutan menaiki dokar itu. Selama perjalanan aku melewati jalan yang sudah tergenang setinggi pinggang manusia dewasa. Sepatuku kemasukan air karena ku duduk di belakang. Aku pun sudah berfikir dari tadi akan memotret kejadiaan ini, namun sayang suasana telah gelap sehingga gambar yang aku dapatkan tidak terlalu jelas.

Beberapa saat kemudian kami diturunkan di pinggiran banjir. Aku berjalan beberapa langkah, lalu aku memutuskan untuk menelepon rumah siapa tau Novry sudah pulang dan aku bisa di jemput. Namun ternyata dia pulang malam, dan akhirnya ku melanjutkan perjalananku. Aku tidak tau apakah akan ada kopaja yang lewat walaupun di seberang ada satu kopaja yang mungkin akan berputar balik.

Tepat ketika aku bertemu dengan tukang ojek dan menaiki ojek nya, kopaja tadi muncul di belakang ku, tapi sudah lah pikirku, lebih cepat menaiki ojek. Dan akhirnya ku pulang dengan ojek, terlihat di lajur sebaliknya antrian mobil tidak putus-putus menunjukkan pasti sangan panjang macetnya, namun arah yang aku lalui kosong karena merupakan arah menghindari banjir.

Betul saja mecetnya sampai di depan jalan masuk ke rumahku dan aku bersyukur menaiki ojek karena bisa tiba lebih cepat dari pada menaiki kopaja walaupun dengan sedikit biaya lebih. Namun aku bersyukur rumah ku tidak kebanjiran dan genangan yang biasanya ada saat hujan turun di depan rumah ku sudah surut, berkat drinase yang baru-baru ini di buat.

^

Jakarta's Flood Part 3 - The Break

By DwAN on 04-Feb-07 01:27. Comments (0)
Tags:

Jum'at. Aku sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja, aku sengaja tidak bangun pagi karena tidak ada proyek yang ingin aku kerjakan hari ini. Aku berfikir pasti semalam terjadi banjir dimana-mana, karena beghitu yang kau dengar tadi malam di berita. AKu berfikir untuk mengenakan celana tiga perempat dan sendal jepit agar jika ada genangan banjir yang harus aku lewat, aku tidak perlu kebasahan dan lagi pula aku bisa mengganti bajuku saat tiba dikantor.

Setelah mandi tepat ketika ku sedang mencoba mencari sendal jepit yang akan ku pakai, terdenga suara tut dari hpku yang menunjukkan ada sms yang belum terbaca. Aku sudah siap untuk pergi sudah rapih berdandan plus mengenakan topi, celana 3/4 dan sendal jepit. namun sebelum berangkat aku memutuskan untuk membaca sms itu.

Beruntungnya kau kkarena hampir saja aku tidak akan membaca smsm itu, yang ternyata pemberitahuan dari bos ku bawah hari ini kantor di liburkan karena banjir. Aku pun gembira mendapat libur gratis 1 hari, dan aku bersegera berganti baju dan menyalkan komputer. Baru saja au menyalakan komputer dan memulai untuk mengerjakan proyek web SMK Sahid, tiba-tiba lampu mati. Hujan pun mulai turun dengan derasnya, hari itu aku habiskan dengan tidur dan tidur mengingat lampu mati dan tidak ada yang dapat aku lakukan ketika lampu mati.

Lampu mati dan tidak kunjung hidup hingga menjelang pukul setengah sepuluh malam dimana aku sedang berusaha untuk tidur. Aku akhirnya bangun lagi dan bangun smalaman. Hujan yang tadi pagi turun dengan derasnya berhenti ketika menjelang dzuhur dan hari itu aku memutuskan tidak jum'atan karena alasan hujan.

Malam harinya hujan mulai turun dengan derasnya, Novry belum juga pulang dan aku memutuskan untuk menuggunya pulang. Jam telah menunjukkan pukul dua belas tengah malam dan dia belum pulang juga, pikirku pasti dia terjebak macet dan banjir dimana-mana mengingat dimana-mana banjir. Akhirnya dia sampai di rumah jam satu pagi. Kata mbak Lini dia pergi dari kantro jam lima dan baru sampai jam stu pagi, wih dhsyat banget.

Hari ini aku memutuskan tidak tidur malam mengingat tadi pagi sudah terlalu banyak tidur. Malam itu aku mencoba internet ternyata tidak bisa dan handphone ku kehilangan sinyal. Pagi harinya lebih baik, handphone ku bisa menerima sms tapi tidak bisa keluar karen atidak dapat sinyal, dan telpon masih mati hingga saat ini aku menulis artikel ini. Handphoneku baru dapat sinyal penuh sekitar jam tiga tadi.

Malam tadi udara sangat dingin hingga menyebabkan aku flu dan dibarengi sakit asmaku, untung tidak parah karena buru2 aku pakai selimut dan meatikan kipas angin. Hari ini ku lewati hanya dirumah saja dengan melihar berita yang mengabarkan banjir dimana-mana.

Jakarta's Flood, Part 1 - The Beginning

By DwAN on 04-Feb-07 01:25. Comments (2)
Tags:

Rabu, hari ini pagi-pagi aku sudah bangun guna mengerjakan proyek elex yang deadlinenya hari ini. Pagi-pagi jam setengah lima aku berusaha bangun dan mengerjakan sedikitlagi flash yang belum ku kerjakan. Pagi mulai muncul diiringi hujan rintik-rintik. Akhirnya aku berhasil menyelesaikan proyekku walau pasti masih ada perbaikan nantinya, yang penting aktivitasnya sudah selesai semua.

Hujan mulai mereda saat aku beranjak dari komputerku untuk sarapan. Aku berusaha secepat mungkin memakan sarapanku. Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi hari dan aku harus cepat-cepat berangkat. Sesudah sarapan aku pergi mandi, jam setengah delapan pagi aku berangkat ke elex hujan sudah reda dan aku berangkat ke elex dengan menggunakan ojek agar lebih cepat.

Setengah jam kemudian aku sampai di elex, aku bercakap-cakap hingga pukul setengah sembilan dimana seharusnya kantorku sudah masuk. Di luar terdengar hujan turun rintik-rintik. Mereka (orang elex) meminjamkan aku sendal jepit dan payung agar aku tidak kebasahan. Pada awalnya aku tolak, tapi ternyata berguna juga pada akhirnya. Aku meninggalkan elex dan pergi ke kantor dengan menggunakan mikrolet 09.

Hujan mulai mereda takkala aku turun dari mikrolet dan berganti menaiki bus metromini 70. Aku mendapatkan tempat duduk di dekat pintu depan dimana angin berhembus dengan segar akibat hujan yang turun tadi. Selama perjalanan hujan mulai mereda dan turun kembali dengan cepatnya. Tiba waktunya ku turun dari bus dan berjalan ke arah kantorku. Hujan rintik-rintik mulai terasa, aku mempercepat langkahku karena ku sudah pasti telat masuk kantor.

Tak lama kemudian aku sampai dikantor telat lebih dari satu jam dari jam masuk seharusnya. Tak lama kemudian hujan besar turun hingga jam 12 nantinya. Namun ketika hari beranjak sore hujan berhenti sama sekali.

Sore hariinya aku pulang, jalanan masih normal walau tadi siang hujan deras turun. Aku pulang dengan tepat waktu sebelum maghrib tiba aku sudah sampai rumah.

Suffering from Saturday

By DwAN on 29-Jan-07 22:09. Comments (0)
Tags:

Kemarin minggu adalah hari yang paling tidak menyenangkan selama ini. Tak ada kenangan yang menyenagkan pada hari itu, harinya terasa lewat begitu saja tanpa ada kesan yang berarti.

Ceritanya berawal dari hari sabtu. Hari itu merupakan salah satu hari deadline untuk salah satu proyekku. Akhir-akhir ini aku sepertinya kebanjiran proyek hingga aku kebingungan mau diapakan. Hari sabtu itu aku melakuan full coding dari pagi sampai malam. Sebenarnya pada malam sebelumnya aku sudah melakukan coding sampai malam, namun bagian yang harus kukerjakan masih belum selesai jug.

Pada sabtu itu aku bangun pukul 5 pagi, tidak seperti sabtu biasanya yang seharusnya agak siangan dikit. Mulai dari pagi buta aku sudah memulai kodingku, aku masih kelabakan akibat codingan ku yang sudah udzur kemakan usia. Aku kerap membaca help bolak-balik untuk mencari bantuan. Agak siangan dikit aku bersistirahat sejenak, rencananya pukul 10 aku akan ke UI salemba guna menanyakan pendaftaran S2.

Aku pun mandi dengan bersih, sedikit menghilangkan kepenakan di otak. Sehabis itu aku memberitahu kakak besanku kalau aku sudah siap, sebelum berangkat aku menelpon ke UI. Rupanya nasib berkata lain, rupanya pada hari sabtu admisi UI tutup. Dengan rasa kecewa kuberitahu kakak besanku. Lalu aku melanjutkan kodingku.

Tak terasa sudah sore dan aku masing saja koding didepan komputerku. Lalu pada saat menjelang magrib temanku yang merupakan PM proyek ini datang kerumahku. Rencananya kami akan menggabungkan kodingan kami dan mencari kekurangan dalam program. Kalo selesai besok akan ditunjukkan ke klien.

Waktu semakin larut dan kami masih tetap koding, hingga pukul 3 pagi dimana aku mulai merasa sangat ngantuk dan akhirnya aku tidur. Temanku masih tetap koding hingga pukut 5:30 pagi. Setelah dia pergi aku mencoba tidur lagi namun, mengingat hari ini hari minggu aku memaksakan diri bangun untuk menonton Doraemon dan kroni-kroninya.

Setelah film kartun yang wajib aku tonton hari minggu selesai semua aku mulai mengerjakan proyek satunya lagi. Proyek yang deadlinenya 2 hari lagi. Namun sorenya aku berhenti sejenak dan lalu mengerjakan proyek satunya lagi yang seharunya malam minggu ini aku kirim ke temanku.

Pada siang harinya aku harus menunggui rumahku yang akan diadakan penyemprotan untuk membasmi nyamuk DBD khusunya, sialnya ku harus menunggu lama akibat mesinnya macet, padahal rumah sudah siap desemprot. Tapi akhirnya sekitar jam 3 siang rumah bisa dihuni kembali, dimana asap-asapnya telah hilang semua. Akhirnya sebelum melanjutkan mengerjakan proyekku aku makan siang terlebih dahulu.

Tepat menjelang magrib aku merasa mengantuk, lalu aku tiduran sebentar di lantai. Tapi Kamila datang mengganggu sehingga aku akhirnya pindah ke kursi. Tak lama kemudian adzan magrib berkumandang, alih-alih aku mengambil wudlu aku rebahan sebentar di kamar orang tua ku.

Rebahan tersebut menyebabkan aku tertidur hingga jam 9 malam. Aku semacam kelabakan dan sempoyongan dengan mata kabur. Aku buru-buru ke depan komputer untuk menyelesaikan proyek yang seharusnya aku kirim malam ini sambil makan malam.

Malam makin larut dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan aku baru menyelesaikan 1 bagian dari 2 bagian yang seharunya kau kerjakan. Sial internetku pada malam itu mati, aku mencoba menghubungi temanku tapi teleponnya tidak diangkat jadinya ku hanya memberitahu lewat sms. Sehabis itu akhirnya ku dapat tidur dengan tenang.

Ke esokan pagi aku bangun jan 5:30 cuci mukan wudlu dan sholat dan sehabis itu aku kedepan komputerku lagi untuk mengerjakan proyekku yang deadlinenya 2 hari lagi. Badan ternyata masih terasa pegal akhirnya jam tiba dan aku harus siap-siap berangkat kerja.

Hari ini aku tidak naik sepeda mengingat badanku yang masih terasa pegal, akupun naik kendaraan umum, untung saja dikendaraan umum aku kebagian tempat duduk dan busnya lumayan tidak penuh. Nampaknya minggu ini aku akan mengalami hari-hari yang melelahkan mengingat banyaknya proyek yang kudapat dan belum terselesaikan.

Semoga saja aku kembali kedalam ritme kehidupanku sehingga aku tidak perlu sempoyongan mengerjakan proyek.

Showing 56 - 60 of 136 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?