Your Login Details


Blogosphare

Soon 2B Mine, Nintendo DSi

By DwAN on 02-Oct-08 22:26. Comments (4)
Tags:

DSI DalamTernyata rumor yang selama ini berseliweran di interwebs itu benar. Sejak agustus 2 bulan lalu santer terdengar rumor kalau Nintendo bakal ngelearin versi DS yang baru. Aku memang berharap sekali akan ada versi DS yang baru, agar DS Lite-ku sekarang bisa ku berikan ke keponakanku ditambah jadi alasan baru untuk belu DS baru.

Dua hari yang lalu, rumor akan diumumkan versi DS baru pada acara pers conference yang diadakan hari ini jam 10 siang waktu Tokyo semakin santer. Nikkei yang merupakan koran terpercaya di Jepang membuat artikel tentang versi DS yang baru, yang berasal dari sumber terpercaya yang tidak bisa disebutkan. Telah terdengar juga bahwa Nintendo Jepang dan Amerika akan mengadakan konfrensi pers pada tanggal 2 Oktober 2008.

Sementara aku saat ini masih menunggu konfrensi perss yang diadakan Nintendo Amerika, aku mulai mereka-reka mungkin isinya akan sama namun dengan bahasa yang lebih aku mengirti (bahasa Inggris).

DSI DepanPagi hari ini tidak sabar aku menanti kabar berita mengenai konfrensi perss Nintendo Jepang. Pagi jam 10-an aku mulai membuka interwebs. Biasanya konfrensi perss Nintendo diadakan pukul 10, dan kalau aku hitung-hitung seharusnya jam 10 di Jakarta berarti sudah jam 11 di Tokyo, namun setelah sekian lama merefresh browserku belum muncul juga beritanya. AKhirnya ku memutuskan untuk mandi mengingat sebentar lagi saudara-saudaraku ngumpul untuk acara lebaran di rumahku.

DSI SampingSore harinya ketika semua saudaraku telah pulang, buru-buru aku menyalakan komputerku dan terpampanglah berita itu, berita yang sudah kunanti-nanti. Nintendo Jepang di awal konfrensi mengumumkan Nintendo DSi yang merupakan revisi hardware DS selanjtunya setelah Nintendo DS Lite.

Senyam-senyum sendiri akhirnya ku mulai membaca berita-berita itu. Harapanku terwujud juga, DSi tidak memiliki GBA Slot (karena aku tidak punya game GBA) dan lebih tipis dari DS Lite. Fitur tambahan yang sudah tersebar adalah adanya kamera dan audio player.

Aku juga menebak kalau memang ada kamera pasti akan di taruh di layar atas dan tebakanku agak meleset karena kameranya ternyata ada 2, satu di luar di atas DSi dan satu lagi di dalam di sebelah mikrofon (diantara 2 layar). Aku belum tahu pasti berapa resolusi kameranya akan tetapi salah satunya memiliki resolusi VGA (640x480).

Tambahan yang tidak terduga adalah, perubahan firmware DS-nya dan adanya SD Card slot di DSi plus audio playernya memainkan file ACC a.k.a MP4 (format audio yang aku senangi). Perubahannya firmwarenya membawa fitur yang paling ku tunggu, built in internet browser dan support Mii plus adanya DS Store semacam Wii Shopping Channel-nya Wii. Disamping itu sekarang DSi memiliki storage atau memory internal buat browsernya so gak perlu memory extension yang selama ini di colok di GBA Slot.

Disamping itu ada perubahan menonjol lainnya yang cukup kentara, semisal sekarang warnanya sudah tidak mengkilap lagi terus tombol L R-nya lebih mudah ti pencet (sepertinya), ditambah lagi ukuran layarnya menjadi rada besar. Terus katanya speakernya lebih bagus dan layarnya lebih terang.

DSi rencana diluncurkan akhir tahun ini di Jepang dengan harga sekitar 1800 kulit kerang. Untuk satu ini aku masih menunggu konfrensi Pers Nintendo Amerika. Aku berharap DSi nongol akhir ini juga di Amerika dengan harga lebih murah semisal 1500 kulit kerang. Well ditunggu aja kabarnya.

 

I Can Haz New Niece

By DwAN on 26-Sep-08 14:15. Comments (5)
Tags:

Alkisah, kemarin aku ditelpon oleh ibuku dari airport di Padang sana, katanya "Gung, mbak Lini (kakak keduaku) udah masuk rumah sakit. Katanya udah pembukaan tiga". Saat itu jam menuntukkan pukul-pukulan, atau sekitar 11 siang. Ibu agak bingung karena di sana gak ada yang bisa dihubungin, tapi aku teringat tante Elen (tantenya Kamila keponakanku) yang katanya udah di sana bersama Neneknya Kamila jadinya ku menghubungi Novry tuk menanyakan nomor telpon Tante Elen. Sehabis itu akhirnya bisa menghubungi mbak Lini di sana dan memberi tahu ibu nomernya tante Elen.

Mbak Lini mengabarkan kalau dia sudah harus menginap di rumah sakit karena Dede Cewe (begitu Kamila menyebut adiknya karena belum memiliki nama) diperkirakan lahir 8 jam lagi. Saat itu, mbak Arie (kakak pertamaku) menanyakan kabar kepadaku, namun karena aku masih dikantor jadinya gak bisa memberikan kabar apa-apa. Sore harinya, ketika jam menunjukkan pukul 3:45 aku pulang dari kantor (tapi kalo di jam kantor jamnya sudah jam 4:15). Hari itu karena mbak Lini seharian di rumah sakit jadinya gak ada makanan untuk buka di rumah, karena itu sambil pulang aku mampir ke swalayan untuk membeli nata de coco, sprite dan tim-tam. Sebelum sampai di swalayan yang dekat dengan rumahku aku di jegat oleh macet yang luar biasa tepat beberapa puluh meter dari swalayannya, udah gitu aku diturunin sama tukang mikroletnya di tengah jalan dan menyebabkan aku berjalan kaki.

Tapi untung aku memilih jalan kaki, karena macetnya sangat luar biasa dimana ada sebuah perempatan kecil dekat rumahku yang tidak memiliki lampu merah. perempatan tersebut sudah macet karena mobilnya berada dalam posisi terkunci ditambah lagi segerombolan motor yang menutupi semua badan jalan sehingga kemungkinan kemacetan itu terurai bisa sampai subuh. Bahkan sangking macetnya, aku yang jalan kaki saja susah untuk berjalan o_O.

Akhirnya setelah dari swalayan aku berjalan kaki lagi karena aku lihat angkotnya masih terjebak macet dikejauhan. Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga di rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 6:30an. Aku melihat pintu depan rumahku sudah terbuka, berarti bapak dan ibuku sudah sampai duuan padahal aku pulang dari kantor dengan bapak ibu berangkat dari aiport Soekarno Hatta hampir bersamaan tapi aku malah sampai lebih lama.

Sesampai di rumah, waktu berbuka tinggal beberapa menit lagi dan Ibu masih sibuk karena baru saja tiba juga, jadinya buka dengan seadanya dan langsung sholat maghrib jamaah. Tidak lama bapak ngajak untuk makan malam, belum selesai makan malam mbak Lini menelpon dari rumah sakit minta Ibu untuk cepat datang karena mbak Lini udah mau masuk ruang bersalin karena bkaannya gak nambah-nambah sehingga mau di infus untuk dirangsang biar cepet lahirannya tapi Kamila gak mau pisah dari Uminya.

Beberapa saat setelah selesai makan malam, aku, bapak dan ibu siap-siap berangkat. Bapak Ibu naik motor dan aku naik kopaja 609. Sebelum berangkat Bapak nyari STNK motor dan tidak ketemu, lalu dia suruh aku ikutan nyari tapi gak ketemu-ketemu juga. Lalu aku telpon mbak Lini karena dia biasanya yang nyimpen STNK motor bapak, dua kali aku nelpon dan gak ketemu juga. Kata dia semestinya ada di laci lemari atau laci meja rias. Aku mencarinya di meja rias kamarnya dan laci lemari kamar Ibu, yang sebenarnya laci lemari yang dimaksud adalah yang ada di kamarnya.

Sudah menyerah mencari, akhirnya kami berangkat saja. Bapak dan Ibu berangkat duluan dengan motor dan aku menyusul dengan naik Kopaja. Aku berjalan kedepan jalan raya yang sudah gelap dan sepi orang karena semuanya pada shalat tarawih. Sesampai di depan jalan aku menunggu beberapa menit dan akhirnya terlihat juga sebuah Kopaja dan langsung aku berhentikan.

Tak lama kemudian aku merasa sepertinya sudah mau sampai di jalan masuk ke rumah sakitnya, aku langusng memberhentikan Kopajanya dan langsung turun. Tanpa melihat tanda-tanda aku langsung berjalan masuk ke jalan yang agak ramai anak-anak bermain. Semakin aku berjalan semakin ragu aku karena jalanan ini tampak asing. Seharusnya kalau benar jalannya aku akan menemukan belokan ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya samapai di rumah sakitnya.

Dan ternyata aku salah jalan karena tidak beberapa lama jalannya mentok, terpaksa aku jalan lagi ke depan dan menunggu Kopaja lagi. Namun untungnya tak lama kemudian muncul Kopaja lagi dan segera aku berhentikan. Kali ini akhirnya aku tulun dijalan yang benar karena aku liat plang rumah sakitnya di seberang jalan.

Depan R.S. Avesena

Aku berjalan menyusuri jalan yang sama sepinya dengan jalan dekat rumahku. Tak lama kemudia belokkan yang aku sebutkan terlihat juga dan terdengan dari kejauhan suara tangis dan teriakan anak kecil. Aku mengenali suara itu yang memang ternyata itu suara tangis dan teriakan Kamila yang sedang di gendong Abinya.

Begitu memasuki halaman rumah sakit aku melihat di depan pintu ada Ibu, Kamila dan Abinya dan ternyata ada Om Yayat (Omnya Kamila). Kamila menjerit dan menangis sekuat tenaga agar bisa ke tempat Uminya. Aku mencoba memanggilnya, tetapi karena kalau sdah nangis Kamila gak menghiraukan yang lainnya kecuali yang dia minta.

Ruang Tunggu

Ada sekitar 5 menitan sebelumnya akhirnya Kamila agak diam dan di ajak ke atas, ke tempat ruang tunggu persalinan. Ketika diataspun Kamila masih tetap menangis dan akhirnya dibawa turun lagi, kejadian ini berlangsung selama lebih satu jam sampai akhirnya Kamila diajak masuk ke dalam ruang persalinan sambil menunggu kelahiran Dede cewe.

Ada sekitar satu jam lebih Kamila berada di dalam sampai akhirnya Kamila di suruh keluar karena akan di mulai persalinan. Kamila kembali menangis sambil teriak-teriak dan Abinya membawa dia turun kembali, beberapa saat kemudian aku menyusul Kamila ke bawah dan kali ini dia mau aku gendong dan tidak menangis lagi.

Aku ajak dia keatas lagi karena tangisnya mulai mereda, namun di atas dia mulai menangis lagi walaupun tidak sekeras tadi, gantian semuanya menggendong Kamila. Waktu menunjukkan pukul 21:41-an, lalu entah kenapa aku tidak mendengar tangisan anak dari dalam tapi Nenek Kamila bilang kalo Dede cewenya sudah lahir.

Pintu ruang persalinannya agak terbuka sedikit dan terlihat dari luar Dede cewe sedang digendong oleh susernya dan di timbang. Bapak waktu itu masih tidur di ruang inapnya mbak Lini, aku membangunkan Bapak untuk memberitahukan kabar ini dan segera kembali ke depan ruang persalinan.

Dede' Cewe Diadzanin

Tak lama kemudian Dede cewenya di bawa keluar untuk di pindahkan ke ruang bayi dan diadzanin. Aku mengikuti Abinya Kamila dari belakang sambl membawa kamera digital. Tiba di depan ruang bayi, Dede cewe di geletakan di wadah dan di taruh di depan pintu untuk sebelum dimasukkan kedalam diadzanin sama Abinya. Aku sibuk memfoto kejadian tersebut ^_^. Tak lama kemuadian Bapak, Ibu, Nenek Kamila dan Tante Elen datang ke tempat tersebut dan aku masih sibuk memfoto-foto kejadian tersebut ^_^.

Ngeliat Ade'nya Kamila

Dede' Cewe

Akhirnya dede cewenya dimasukkan kedalam aquarium untuh dihangatkan. Kami memperhatikan dari luar, Dede cewenya melet-melet karena mungkin haus. Lalu tak lama kemudian kami kembali ke ruang tunggu persalinan dan menunggu mbak Lini keluar. Kamila sudah tidak nangis lagi, malah bisa diajak bercanda sekarang.

Kamila ukur tinggi

Saat menunggu di sana, terjadi kelahiran lagi. Nah ibu-ibu yang melahirkan belakangan sudah keluar duluan tapi mbak Lini belum keluar juga. Ternyata dari tadi sudah dipanggil untuk tapi dengan nama Sarini, what? Ichsalini kok bisa jadi Sarini ^_^, pantesan aja dari tadi nungguin ternyata semestinya mbak Lini sudah bisa keluar tapi karena si susternya salah nyebutin nama jadinya pada nggak ngeh.

Sambil menunggu mbak Lini keluar, aku mengabari mbak Arie. Cukup lama juga aku menelpon mbak Arie, dan ternyata Hylmi (keponakanku) masih belum tidur karena aku masih mendengarkan suaranya di belakang, tapi dia tidak mau ngomong. Tak beberapa lama akhirnya mbak Lini keluar juga dan segera di bawa keruang inapnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11:30an.

Akhirnya karena sudah larut, nenek Kamila, tante dan omnya pulang ke rumah. Aku, Bapak dan Ibu masih nunggu disitu karena Abinya masih keluar mencari makanan untuk mbak Lini dan popok untuk Kamila. Pada pukul 12:30 akhirnya kami pulang ke rumah.Aku pulang naik ojek dan sampai di rumah duluan. Wah pengalaman yang cepe' tapi menyenangkan.

Walaupun begitu aku hari ini masih tetap masuk kantor walau dengan badan pegal dan mata mengantuk. Tapi mengingat hari ini hari terakhir sebelum libur cuti leberan akhirnya aku semangat masuk dan tidak percuma juga masuk karena hari ini diajakin sama bos untuk buka bersama dan akhirnya aku diberikan sisa THR-ku ^_^.

Top 5 game yang mostly akan aku beli sebelum tahun 2008 selesai

By DwAN on 24-Sep-08 14:54. Comments (1)
Tags:

Kenapa cuman 5? Kenapa nggak 10 aja? Maunya sih gitu, tapi berhubung 1 game harganya 50 kulit kerang dan kalo 10 game berarti aku harus siap-siap dengan 500 kulit kerang (dan itu nggak sedikit, kasihan kerangnya nanti).

3 dari 5 game dibawah ini sudah aku pesan dan menunggu kabar yang kemungkin baru datang 1 bulan lagi (sementara masih tetap main Mario Kart Wii dan Wii Fit).


1. De Blob

De BlobGame satu ini cukup unik, karena berlatar belakang kota yang penuh warna hingga suatu saat datang musuh jahat yang menyedot habis semua warna sehingga tersisa warna abu-abu. Dalam game ini aku kan berperan sebagai De Blob sebuah blob a.k.a gumpalan cat yang bisa berjalan dan melompat, tugas utamaku adalah mewarnai seluruh isi kota. Btw, Ini game Wii.



2. Warioland Shake It 

WarioWario adalah anti hero-nya Mario, seperti Waluihi adalah anti heronya Luigi. Nevertheless, Wario cukup terkenal sebagai anti hero dan ketenaranannya cukup menyamai ketenaran Wario (at least di luar negeri sana). Nah, game ini adalah game ber genre 2D Platformer a.k.a. side scrolling. Aku belum pernah maen game Wario sebelumnya kecuali yang Wario Smooth Move. Kelebihan game ini selain yang katanya penuh dengan secret stage, game ini juga memiliki grafis yang 100% digambar dengan tangan. Mereka menggunakan studio I.G. yang cukup terkenal membuat animasi kartu khususnya kartun-kartun jepang. Sekali lagi ini game untuk Wii.



3. Kirby Superstar Ultra 

KirbyIni satu-satunya game DS dalam list ini. Merupakan game remake dari SNES dengan tambahan touch control dan mini game. Sekali lagi karena aku tidak pernah memainkan game Kirby jadinya aku ingin mulai mencoba. Gamenya tidak terlalu spesial kecuali ini merupakan game remake dari game Kirby terhebat sepanjang masa (mungkin sampai saat ini ^_^).



4. Animal Crossing City Folk

Animal CrossingAnimal crossing adalah game simulasi sama seperti The Sims tapi dengan sentuhan Nintendo, dulu aku sempat main Animal Crossing Wid World yang untuk DS, tapi entah kenapa aku tinggalkan begitu saja, padahal aku salah satu penggemar game simulasi. Nah karena itu aku ini mencoba game ini lagi dan melihat sampai mana aku bisa ketagihannya. Sama seperti aku pernah ketagihan main The Sims, Roller COaster Tycon dan Transport Tycoon Deluxe. Yang klise tentang game ini adalah, game ini akan membuat kita melakukan kita sehari-hari seperti nyapu , nyuci piring, dll. Ah, entah kenapa aku tetap suka game-game semacam ini.



5. Sam and Max: Season One 

Aku sangat penasaran dengan game ini karena, sejak zaman Sam and Max Hit The Road (game untuk DOS di PC), aku tidak pernah kesampaian memainkannya. Gamenya bercerita 2 detektif swasta yang lucu yang berusaha melakukan apa yang detektif swasta biasa lakukan ^_^. Gamenya merupakan game point and click dan compare dengan game lain, harga game ini cuma 30-an kulit kerang, namun siap-siap menunggu season-season selanjutnya, karena game ini selalu berseri.

Tidak Dihiraukan itu SUCKS!

By DwAN on 18-Sep-08 13:24. Comments (1)
Tags:

So, 2 bulan yang lalu ada perubahan pada website FirstMedia, jalan depan rumahku tercantum dalam website pendaftarannya. Sudah dari tahun 2007 aku ingin mendaftar FirstMedia buat internet unlimitednya yang murah dan paket TV kabelnya yang juga jauh lebih murah dari ASTRO, Indovision, TelkomVision, dkk. Tahun lalu sudah sempai samapai menelpon ke costumer service dan janji mereka akan menghubungiku kalau daerah rumah ku sudah ter-cover (janji pertama yang mereka ingkari).

Selang beberapa bulan dari aku nelpon FirstMedia, tersiar kabar ada tetengga depanku yang katanya sudah memasang, namun ketika ku periksa di websitenya wilayahku masih belum ter-cover untuk itu aku masih mengurungkan niat menelpon mereka lagi, karena janji mereka kalau wilayahku ter-cover maka aku akan dihubungi.

Tak beberapa atau tepatnya 2 bulan yang lalu, aku iseng mengecek website mereka dan seru sekali ternyata wilayahku sudah terkover. Berhubung wilayahku perkampunya, tercantumlah semua nomer rumah yang kemungkinan ter-cover, sayang sekali no rumahku tidak tercantum, mungkin karen rumahku agak masuk ke dalam sehingga sewaktu mereka pasang kabel rumah ku tidak ikut tercatat.

Namun, karena rumah didepanku tercantum dalam daftar mereka, akhirnya ku mendaftarkan diri, kan udah deket banget tuh, paling cuman 10-20 meteran jaraknya rumah itu. Waktu itu hari minggu siang saat aku iseng-iseng mendaftar. Malamnya aku ditelpon oleh costumer service mereka, karen ano rumahku belum tercantum maka dia menanyakan daerahku. Tapi kok costumer servicenya rada' galak gituh. Yah, mungkin perasaanku aja. Pembicaraan berakhir dengan statement dari mereka kalau mungkin perlu disurvey lokasi dulu (janji kedua yang diingkari).

Aku tunggu satu mingguan, menenti orang yang katanya mau survey ke rumah. Karena tidak datang-datang juga akhirnya aku mencoba menelpon mereka. Masih dengan jawaban sama namun kali ini katanya biasanya orang yang survey bakal datang 5 hari kemudian (janji ketiga yang diingkari).

Tapi aku tunggu juga selama 5 hari, dan 5 hari sudah lewat. 2 hari kemudian aku coba daftar lewat websitenya lagi, kali ini tidak langsung dihubungi. Keesokann harinya mereka menelpon ke rumah, yang terima kakakku. Mereka masih tetap menanyakan lokasi rumah dan akhirnya mereka meminta dibuatkan denah rumah.

Keesokan hari aku kirim denah rumahku ke nomer fax mereka, namun tidak ada yang merespon sama sekali. Maka aku telpon kebagian costumer servicenya, eh malah disuruh kirim email aja. Lah, jadi bingung aku? Akhirnya aku kirim email ke mereka juga namun sampai saat ini email itu belum dibalah (janji keempat yang diingkari).

Hari berlalu dengan harapkan kali ini mungkin akan ada orang yang mau mensurvey, akhirnya setelah menunggu selama hampir seminggu, akhirnya aku kembali mendaftarkan diri lewat website. Mereka dua kali menelponku hari itu, namun dengan pertayaan yang sama, yaitu dimana rumahku? Semstinya data-dataku sudah dicatat dari dulu karena aku ingat juga salah satu jawaban yang sering mereka berikan adalah data-dataku akan dicatat dan akan ada orang yang akan mendatangi rmahku untuk survey. (Janji kelima yang diingkari)

Huh, cape hati juga mendaftar kaek gitu. bolak-balik dengan jawaban yang sama. Sepertinya tidak ada koordinasi antar costumer service mereka atu tidak ada pencatatan yang jelas siapa saja yang ingin mendaftar. Padahal tinggal dikit lagi, tu kabel tinggal diulur 10-20 meteran ke rumahku, aku rasa itu gak terlalu panjang.

Akhirnya aku merasa tidak dihiraukan dan sudah cape' hati. Untung saja tidak beberapa lama dari itu, telkom speedy memberikan promo gratis pake internet dari jam 8 malem sampai 8 pagi tanpa mengurangi quota. Ya sudah pikirku, aku masih tidak terlalu perlu untuk pasang TV kabel sepertinya dan dengan promo dari speedy sudah berasa punya internet unlimited (secara kalao main internet juga malem-malem).

(Punch in the Air). 

Pria misterius itu aku!!!

By DwAN on 17-Sep-08 12:13. Comments (3)
Tags:

Aku menemukan sesuatu yang menarik di kampus ku. Karena kalo di kampus aku sering bengong dan menyendiri, aku jadi suka memperhatikan gerak-gerik dan tingkah laku orang. Yang menarik adalah ternyata banyak orang-orang di kampus yang mirip dengan teman-temanku sekarang, baik dari segi rupa, gerak-gerik bahkan suara.

Suatu saat, aku sedang mengintai seseorang ^_^, saat itu lagi di ruang makan kampus. Aku melihat orang itu bertingkah laku aneh, dia duduk agak dekat dengan keramaian tapi tetap menjaga jarang. Suka melirak-lirik kesana kemari dan yang terpenting tidak berbicara sama siapapun. Tiba-tiba tersadar, OMG ini orang kok tingkah lakunya mirip aku.

Beberpa hari kemudian aku melihat orang ini lagi, masih dengan tingkah laku yang sama. Lalu ketika di suatu ruang kuliah ternyata aku menemukan dia juga, ternyata dia satu semester denganku tapi beda kelas. Di dalam kelaspun tingkah lakunya mirip dengan aku. Duduk didekat daerah keramain tapi tetap menjaga jarak, terkadang terlihat seperti terlibat dalam perbincangan padahal cuman mendengar.

Aku perhatikan lagi cara berpakaiannya hampir mirip denganku, berusaha menggunakan warna-warna yang serasi atau warna gelap sekalian, dan aku kira cuma aku pria yang suaka menggunakan warna-warna senada atau gelap.

Pria tersebut nampak sangat misterius menurutku, malah terkesan agak smug (apa yah bahasa Indonesianya, sombong ato arogankah?). Do I look like that? Apakah aku memang terlihat arogankah dengan sikap pendiamku ini?

Aku jadi teringat suatu masa di SMA, aku pernah sekelah dengan cewe yang lumayan populer se-SMU, orangnya ramah sama aku, terus dia pernah berkomentar terhadap diriku, komentarnya begini " Dhuhana itu orangnya dingin, terutama kalau dekat dengan cewe", JUST WOW!

Apakah aku harus merubah sikapku? karena ku nyaman begini dan gak mungkin bisa berubah sikap, apa lagi sikap pendiam itu adalah sikap yang menurutku paling mudah. 

Showing 51 - 55 of 229 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?