Your Login Details


Blogosphare

Dream, Precognition and Déjà vu

By DwAN on 10-Sep-09 14:31. Comments (4)

Mimpi adalah kembang tidur, sesuatu yang membuat tidur kita tidak menjadi kosong. Precognition adalah sebuah kemampuan untuk melihat ke masa depan, yang dimaksud ini beda dengan ramalan dimana ramalan dapat didasarkan pada pengamatan sehari-hari dan lalu menyimpulkan sesuatu akan terjadi. Deja vu adalah keadaan dimana kita merasa pernah mengalami suatu kejadian yang persis di masa lalu dan terjadi di masa kini.

Saat bulan puasa ini, ada disaat setelah selesai sahur aku tidur lagi dikarenakan kantuk yang luar biasa. Pada jam-jam tersebut (4:30 - 6:00) dapat dikatakan saat dimana kita akan mengalami mimpi yang terlihat nyata dikarenakan beberapa saat kemudian kita pasti akan terbangun. Itulah yang sering aku alami selama bulan puasa. Disaat belum tertidur pulas (bahasa londonya deep sleep), jika kita bermimpi pasti mimpi itu akan terlihat seperti kenyataan.

Dalam mimpiku sering aku menemukan bahwa mimpi tersebut dapat terjadi di masa depan, aku sering menyebutnya precognition dream. Aku tidak mau menyebut diriku seorang peramal karena sudah jelas takdir ada di tangan Allah. Tapi aku tidak habis pikir kenapa aku sering diberikan mimpi-mimpi macam itu.

Suatu contoh yang tak terduga adalah, beberapa bulan lalu aku bermimpi duduk dipojokan diatas sofa di rumah seorang teman, disekitarnya aku dikelilingi oleh teman-teman masa SMP-ku dulu, tidak jelas siapa saja mereka. Seperti mimpi precognitionku yang lain hal ini sangat mungkin terjadi, karena aku sudah 90% lost contact dengan teman-teman SMP-ku (sedih).

Tapi apa yang terjadi, dimulai saat awal-awal puasa, salah satu teman SMP-ku mencoba menghubungiku, dulu aku pernah ketemu dia dan memberikan kartu namaku, dia menanyakan account Facebookku. Keesokan harinya aku dikabarkan oleh dia bahwa akan ada acara bukber dengan teman-teman SMP. Bukbernya diadakan hari sabtu minggu lalu. Ternyata temanku itu masih sering ketemuan dengan teman-teman SMP-ku yang lainnya.

Bukber sama teman2 SMP

(Jyah, potonya pas banget dah, aku lagi di tengah2, tapi kok nyeker yah)

Lalu pada harinya aku ke acara bukber itu bersama temanku dikarenakan aku sendiri tidak tahu dimana tempat bukbernya. Sebenarnya tempat bukbernya di salah satu rumah teman SMP-ku yang tidak pernah aku kunjungi rumahnya. Lalu kejadian itupun terjadi, ditengah-tengah acara aku benar-benar duduk di sofa dipojokan suatu ruangan dan dikelilingi teman-teman SMP-ku, dalam hatiku kok kaeknya pernah melakukan ini yah tapi dimana, lalu teringat dengan mimpiku tersebut.

Dari sini aku menyimpulkan, seneng banget ketemu teman-teman SMP-ku (gak nyambung), Yang paling aku suka adalah mimpi dimana setelah dihubungi oleh temanku tersebut, aku bermimpi suatu cahaya terang benderang berwarna putih. Aku tidak tahu apa ini suatu precognition dream lagi, tapi aku menganggap suatu pertanda ajah, bahwa masa depan yang cerah akan menantiku (jyakakaka, ngaco).

Semenjak itu aku akhirnya bisa berhubungan dengan teman-teman SMP-ku, banyak teman-teman SMP-ku yang ternyata menggunakan Facebook sehingga tiap hari bisa kontak-kontakan gak jelas (mengomentari status FB temen-teman).

I hate being grown up

By DwAN on 10-Aug-09 15:20. Comments (0)

Selama hidupku hingga sekarang, aku masih menganggap diriku anak kecil. Aku lebih senang main sama anak kecil ketimbang bergaul sama orang-orang yang lebih tua. Awalnya aku sebal karena setiap pergi kemana-mana sekarang aku sudah di panggil Pak, emang aku sudah terlihat tua apa ya? Aku baru 20-something dan belum menikah, I prefer to be called mas (sama parahnya sih tapi mendingan).

Walaupun tidak melulu membosankan menjadi orang dewasa, tapi aku suka dibikin bingung sendiri karena aku harus memutuskan semuanya secara sendiri, aku sepertinya terrbiasa di atur oleh orang tuaku, minta ini-itu sama orang tuaku, dsb. Dan sekarang setelah aku dewasa, aku benci harus berdiri on my own foot.

Walaupun begitu, menyenangkan juga jadi orang dewasa karena aku bisa beli mainan sendiri, mainan yang mahal-mahal yang biasanya gak bakal dibeliin oleh orang tuaku walaupun aku minta bertubi-tubi. *bum dum pis*

Is it ok to share our problem?

By DwAN on 03-Aug-09 12:25. Comments (1)

Mungkin aku orang yang jarang sekali dicurhatin sama teman2ku, mungkin karena kecenderunganku yang selalu bersikap dingin, walau tetap saja ada juga teman2ku yang terkadang suka curhat kepadaku. It's ok with me karena aku pendengar yang baik namun aku bukan pemberi jawaban yang baik terkadang aku menjawab dengan lelucon dan seada yang mungkin malah bikin orang jengkel.

Itu lah yang terjadi belakangan ini, aku dijadikan tempat curhat oleh orang yang aku kenal. Shamefully, aku hanya menjawab iya dan hmm saja. Rasanya pingin membantu sekali tapi kecenderunganku (sekali lagi) untuk tidak bicara banyak membuatku tidak menjawab, menghiur atau apapun yang membuat mereka merasa tenang.

Semua orang memiliki masalahnya masing2 tapi apakah membagi permasalahan kita itu dianjurkan? Aku bingung karena ketidak biasaanku membagi permasalahanku dengan orang lain sepertinya membawaku ke dalam keputusasaan (nggak aku orang yang logis dan beragama jadinya gak bakal se-stupid itu untuk menghakhiri kehidupan :P).

Bukannya membagi permalahan kita ke pada orang lain malah menambah beban kepada orang yang kita ceritakan? Mungkin mereka akan berpendapat dan menghibur kita, tapi tetap saja rasanya terlalu egois menambahkan permasalahan kita kepada orang yang sudah memiliki permasalahannya sendiri.

Apakah ini yang di sebut PARADOX?

Did you know I'm one of the first people who had DSi in Indonesia

By DwAN on 26-Jul-09 12:48. Comments (0)

Setelah berhasil menjual DS Lite warna putih ke salah satu temanku, aku memang sudah berencana untuk membeli DSi, versi terbaru dari console handheld DS keluaran Nintendo. Yang aku tidak menyangka adalah 5 hari setelah peluncuran di Amerika aku sudah mendapatkannya (kalo gak salah), terima kasih kepada kenalan ku yang menawarkannya ke pada ku sehari sebelumnya.

Jualan DSi

Harganya gak beda jauh banget lagi sama harga aslinya, kalo di Amerika seharga US 180, aku membelinya seharga 2300 kulit kerang, itung2 biaya kirim dari Amerika yang berada di belahan bumi yang lain yang sangat jauh dan ditambah persekot buat orang tersebut.

Keesokannya harinya langsung nyampe, aku lupa itu tanggal berapa, tapi aku ingat itu hari jum'at. Berhubung aku sudah meneguhkan diri untuk tidak membeli Flash Cart (wink-wink), aku menerimanya tanpa ada game sama sekali. Untungnya setiap pembelian DSi baru sama Nintendo Amerika aku di kasih Nintendo Point sebanyak 1000, yang aku buat buat ngedownload Warioware Snapped (yang cuman menyenangkan untuk 10 menit pertama doang).

Rhythm Heaven and Pokemon Platinum

Oleh sebab itu, sekalian saja aku pesan game bukan 1 tapi 2 game DS baru, yaitu Rhythm Heaven dan Pokemon Platinum, memang game ini sudah aku niatkan untuk beli. Well ke duanya worth banget  even though mahal abis (untuk ukuran orang Indonesia). Sampai saat ini aku masih maenin Rythm heaven yang hampir aku tamatin ke 3 kalinya cuman gak jadi karena save-annya di delete 3 kali sama keponakanku.

Sedangkan untuk Pokemon Platinum sudah aku mainkan selama 30 jam, dan masih baru di tengah jalan, wuih masih harus mengalahkan Galactic Grunt buat menyelamatkan dunia lalu ikutan turnamen Pokemon se Sinnoh (omongan penggemar pokemon emang gak bisa di mengerti).

Baru inget ternyata aku dapet DSi-nya tanggal 8-Maret-2009. Aku sendiri gak punya poto DSi-nya secara kamera yang aku punya cuma kamera DSi, gak bisa self potret.

Saturday Activities

By DwAN on 25-Jul-09 15:02. Comments (0)

Kemarin secara mengejutkan aku ditelpon sama bos lamaku yang nawarin kerjaan lagi, ngebuat desain logo sederhana buat perusahaan trading yang baru dia buat. Gila ini bos perusahaannya banyak banget dah, tiap tahun buat perusahaan baru, aku ajah punya satu itupun gara-gara diajak, tapi tetep punya perusahaan 1 (syah rasanya lain dah). Kembali ke ceritanya, itu bos emang duitnya banyak (tetep ngegosip).

Hari ini jam 11 aku musti ke kantornya yang adanya di depan rumahnya, walau berusaha sekeras mungkin aku tetep jalan dari rumah jam 11 dan walhasil sampe di sana jam 12. Kekeke. Gak profesional banget dah. Udah gitu gak bawa catatan dan pake celana pendek. Masuk ke kantor serasanya kantor sendiri dah, nyolot gitu tiba2 masuk. Untung masih ada orang yang aku kenal di kantor itu jadinya langsung nyapa deh, jadi gak basi sendiri.

Setelah ngobrol2 sebentar dengan bos, aku langsung balik tapi mampir ke Pelangi dulu (secra pelangi penciptanya agung). Mampir ke Disctara karena udah niat nyari CD Lily Allen, penyanyi British yang lagi ku sukai. Weits ternyata ada juga setelah aku ubek2 katalog CD Disctarra-nya dan cuman ada 1. Sebenarnya malah mau nyari album pertamanya cuman di situ cuman ada album ke dua-nya yang paling baru.

Abis itu ngubek2 katalognya lagi, eh malah ikutan beli CD mba' Beyonce, album terbarunya yang aku sendiri nggak tau judulnya tapi tetep aku beli karena emang lagi ngefans lagu Halo dan If I were a boy-nya.

Lily Allen dan Beyonce

Abis itu muter2 gak jelas dah di Centro, rencananya mo beli kemeja baru atau rompi baru tapi gak jadi karena bosen (setelah 2 puteran lap lantai baju pria centro, itung2 olah-raga jalan santai). Jadinya langsung ke giant buat beli gantungan baju. ABis itu pulang dah. Gak terasa udah jam 2 ajah pas sampe di rumah.

Setelah itu nganggur deh di rumah, mungkin langsung ngejain proyek baru aja kali sambil dengerin CD  mbak' Beyonce yang ternyata ada 2 keping dimana keping pertama isinya lago mellow dan cd ke dua isinya lagu ngebitnya, ada 16 laguh. Mayan dah dapet menemani selama 2 jam.

Showing 6 - 10 of 136 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?