Your Login Details


Blogosphare

Funky Saturn and Moon day

By DwAN on 13-Jul-07 04:04. Comments (0)
Tags:

Lah, kok telat lagi sih ngeblognya padahal ada kejadian seru di dua hari itu. Seperti biasa aku malas menulisnya karen abutuh ketekunan luar biasa untuk menceritakan kembali kejadian seru itu.

Aku mulai dari hari sabtu, hari itu sedari pagi aku sudah bangun karena hari itu aku ada ujian saringan masuk untuk kuliah S2 di UI. AKu berangkat jam 7 pagi dan sampai di tempat ujian (Falkutas Hukum UI Depok) jam 8 pagi. Cepat juga, mengingat Depok itu sangat jauh. Mungkin karen amasih pagi dan aku naik taksi. Soal taksinya dari srengseng ke Depok tidak mahal-mahal amt, cuma sekitar 50 kulit kerang.

Hal pertama yang aku pikir ketika sampai di tempat ujian dan melihat orang-orang yang ada "Man, sepertinya aku mengenakan baju paling casual diantara semua yang ada. Dan lagian kok banyak banget bapak2 dan ibu2. Mana cewe2 cantik yang aku cari :P".

Well ujian hari pertama ternyata rada susah walaupun cuman aptitude test sama bahasa Inggris dan aku sempet kewalahan di bahasa Inggrisnya. Setelah selesai ujian tepatnya beberapa abad kemudian, aku pulang kerumah. Waduh jalan kedepannya jauh sekali dan aku sempat berfikir untuk menunggu angkutan yang muter-muter di UI, tapi kok lama. Walhasil aku berjalan saja ke arah stasiun kereta. Aku sudah berniat menaiki kereta tapi kok aku takut nyasar dan karcis kereta yang bagus sepertinya sudah habis.

Aku lalu dengan santainya naik ojek ke arah depan. Aku berfikir untuk naik taksi lagi, tapi seblum aku naik taksi terlihat Patas AC arah ke tanah abang lalu tanpa berfikir panjang aku menaikiny.

Jreng-jreng, rencananya aku mau kekantor dulu untuk ngeburn Mario Strikers Charged yang telah berhasil aku download dan burn-an hari sebelumnya tidak berjalan di WIi ku.

Tapi ternyata lama sekali nyampenya itu Patas, mana lewat jalan yang aku tidak tahu lagi. Mana di tengah jalan itu bus sempet nyerempet motor lagi, untung pengendara motornya baik-baik saja, tapi motornya acur. Salah motornya sih kenapa tiba-tiba berhenti di depan bus saat lampu hijau.

Lalu berabad-abad kemudian akhirnya aku smapi dan turun di Komdak depan Plaza Semanggi, dari situ aku naik taksi ke kantor (sesuatu yang tidak perlu). Sampai di kantor, aku seharusnya beli DVD kosong tapi apa mau dikata toko komputer dekat kantorku tutup. Aku sempat masuk warent di belakannya sih, yang ku kira masih buka karena banyak orang mengrumbul di dalam yang ternyata sedang rapat itern. AKu keluar dari warnet itu dengan perasaan agak malu.

Karena tidak berhasil menemukan DVD kosong, akhirnya aku memutuskan untuk pulanga saja.

Sehabis pulang ujian, bukannya belajar aku main Rayman Raving Rabbids sampai malam.

Minggu aku hampir telat bangun dan berangkat ke UI Depok jam setengah delapan, kali ini tempat ujiannya di falkutas ilmu komputer UI. Hari ini aku tidak mendapat taksi tarif lama yang aku suka tapi harus tau jalan agar tidak dikibulin (Taksi Express), akhirnya takut nunggu kelamaan aku menyetop taksi yang bisa di percaya kalau lagi cari alamat (Taksi Blue Bird).

Bedanya nggak banyak sekitar 20 kulit kerang, tapi lumayan juga bisa untuk pulangnya.

Hari kedua siasana lebih aneh lagi, dengan koridor gedung yang gelap dan sumpek tak lupa di penuhi manusia-manusia. Tapi ruangan ujiannya dingin akibat aku duduk dekat AC. Ujian hari kedua di seperti yang sudah di duga tidak terlalu susah, kalau ingat semua pelajaran di semester satu pasti bisa cepat ngerjainnya.

AKu pun berusaha mengerjakan dengan cepat selain biar bisa pulang cepat dan bisa sekalian menghadiri resepsi pernikahan Yudhi dan Ayu.

Kemaren aku berencana untuk beli sepatu dan ikat pinggan untuk di pakai di resepsi pernikahan mereka karena minggu kemarin aku sudah membeli kemeja hitam dan sai putih (kaek cewk aja musti pakai baju baru). Rencananya kau akan menggunakan celana dan baju putih lalu dasi, sepatu dan ikat pingang putih. Damn, do I look like a sissy, tapi bodo' amat aku membutuhkan kostum yang ngejreng agar bisa jadi bahan pembicaaraan lagi :P (seperti waktu di nikahan Teguh dan Yesi).

Aku sudah berencana untuk ke Tamini Square yang letaknya semestinya dekat dengan gedung resepsinya yaitu di Gedung Wayang apa gitu. Aku sekeluar dari gedung harus berjalan ke arah falkutas hukum yang berada di depannya untuk mencari ojek, untuk ada ojek yang lewat.

Aku langsung melaju karah halte di depan UI dan seketik naik taksi menuju Taman Mini. Man ternyata macet di Taman Mini, tapi ini baru jam satu siang dan resepsinya selsai jam dua siang dan semestinya aku bisa belanja dengan cepat.

Wll, aku salah pehitungan aku terlalu lama mencari-cari dan mencoba-coba sepatu dan akhirnya aku beli sepatu kets sama seperti sapatuku sekarang cuman dengan warna putih aja.

Dan aku tidak menemukan ikat pingang putih tapi aku menemukan ikat pinggang warna kream merek Hush Puppies, dan jam dua sudah lewat aku langsung mencari kamar mandi untuk ganti baju, tapi ternyata lama juga, selain ikat pinggang yang ternyata lebar sekali sehingga susah masuk celana, sepatunya sebelah masih belum di ikat.

Beberapa tahun kemudian akhirnya ku selesai ganti baju, lumayan ngejreng juga penampilan ku. Aku bergegad mencari ATM untuk ambil uang, allau keluar dan menunggu taksi untuk ke tempat resepsi, pikirku aku bisa pakai dari di taksi, karena malu pakai dasi di mall. Tapi taksinya lama gitu dan akhinya anemu taksi kosong tapi aku di suruh turun karena ternyata gedung pewayangannya sudah dekat. Bukannya ku mencari ojek agar lebih cepat, aku berjalan kaki ke arah yang aku harap benar, yaitu ke arah mesjid At-Tin.

Beberapa pulih tahun kemudiaan aku melihat gedung pewayangan dekat mesjid At-Tin, dan aku kira mesjidAt-Tin itu gedung pewayangannya, karena ada resepsi pernikahan juga di situ. AKu sempat masuk dan clinga-clingu di situ, tapi ternyata seperti perkiraanku ini bukan resepsinya.

Aku pun menelepon Adit lalau Re yang ternyata mereka sudah pulang, (sebenarnya waktu nelpon itu sudah jam setengah tiga). AKu lalu di kasih tau kalau ternyata gedungnya masih di belakang sana.

Dengan berjalan kaki lagi aku ke arah belakang, dan mencoba celingak-celinguk siapa tau Yudhi atau Ayu masih ada, ternyata aku tidak beruntung. Mantennya sudah tidak ada.

AKu pun keluar dan karena jalan masuknya sangat jauh aku mencoba menelpon taksi Blue Bird.

Sialnya pulsaku habis ditengah menelepon. Akhirnya aku berjalan keluar dan mampir sebentar di pedagang kaki lima untuk beli minum. Eh ternyata ada angkot lewat jalan sepi ini. Akupun menaiki angkot itu. Aku tidak bertanya kemana angkot ini berjalan dan hanya duduk didalam. Di pertengahan jalan ada tukang pijit nyebarin selebaran. Aku dipijit-pijit kakiku. Lalu dia tiba-tiba turun di pintu masuk TMII. Tak lama ada bapak-bapak bilang, hati-hati biasanya orang seperti itu pencopet, lalu aku disuruh mencek hp dan dompetku. Dompet masih ada dan hp "sepertinya" masih di kantong. Sempat ada orang yang menyetop angkotnya karena mengira aku kehilangan sesuatu dan suruh mengejar orang tadi. tapi aku bilang tidak ada yang hilang dan akhirnya angkot berjalan kembali.

Ternyata angkot berhenti di kampung rambutan, akupun turun di situ, sebelum turun aku memeriksa kantongku, sepertinya hpku sudah hilang, tapi aku sama sekali tidak khawatir. Ketika turun aku langsung diteriaki kenek tanggerang kebon jeruk. Aku berencana menaiki TransJakarta seara ada jalurnya di situ. Tapi Mungkin seruaan naik patas cuman sekali ke Kebon Jeruk lagi, akupun bertanya Kebon Jeruk mana dan dijawab RCTI lalu aku masuk kedalam.

Di dalam aku mengecek HP ku lagi siapa tau ada di tas, ternyata tidak ada. Sepertinya hp itu kalau tidak jatuh di tukang kaki lima, dalam mikrolet atu benar di copet tukang pijit itu. Tapi aku memilih skenario jatuh di mikrolet, karena aku benar-benar tidak ingin berburuk sangka. Well, hp hilang saja aku tidak panik, lagian buat apa panik. Aku pun duduk dlaam patas dengan hati lega. Beberapa musim kemudian aku samapai di pintu tol KEbon Jeruk dan hampir gak bisa turun karena pintu tidak di buka. Tapi akhirnya bisa turun dan beberapa abad kemudian akhirnya sampai di rumah.

Bento, in memory (March, 17 1994 - June, 11 2007)

By DwAN on 11-Jun-07 14:48. Comments (0)
Tags:

 Kemarin adalah hari yang sedih, setidaknya buat diriku sendiri. Ceritanya begini, pagi hari ketika aku masih agak mengantuk di dalam kamarku, tiba-tiba mba' Lini masuk dan mengabarkan kalau Bento telah meninggal. Ini adalah hari yang selalu ku mimpikan, untuk tahun ini setidaknya sudah lima kali aku bermimpi tentang kematian Bento. Saat aku mendengar kabar itu, perasaanku jadi terasa hampa, tidak sedih sama sekali.

Kemarin sore untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir aku mengeluarkan Bento dari kandangnya karena kasihan melihat sakit sesak napasnya yang makin parah. Sakitnya sudah sekitar satu bulan yang lalu, awalnya cuman bersin-bersin tapi hari belakangan ini menjadi sesak nafas.

Kemarin aku mencoba menyupininnya dengan obat dia, kemarin-kemarin hanya di taruh di tempat minumnya dan dia karena sesak napas serignnya tiduran di bawah kandang dan meminum dari tempat mandinya.

sehabis ku beri obat di sempat makan dan makannya masih lahap. Aku sempat mengelus-elusnya. Namun Allah lebih memperhatikannya dari pada aku.

Sehabis mendengar kabar itu aku langsung bergesa cuci muka dan wudhu, lalu secepatnya menggali kuburannya. Aku ingat itu masih jam setengah enam pagi. Beberapa menit kemudian kuburannya selesai dan aku memasukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Badannya sudah kaku dan dingin, ada cairan keluar dari mulut dan matanya, menandakan dia meninggalnya sudah beberapa jam yang lalu. Hari itu juga aku langsung menguburkannya. Secara tidak sengaja aku membuat kuburannya sehingga dia bisa menatap ke arah kiblat.

Kuburannya terletak di bawah pohon rambutan, kalau pagi ada matahari yang bersinar ke arah kuburannya dan kalau siang sinar matahari terhalang oleh daun rambutannya.

Seharian itu aku ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadilah seharian itu aku merasa hampa. Aku juga masih teriang-iang suara bersinnya Bento, dan bayangan kandang di halaman belakang. Pagi ini aku masih mengingatnya ketika bangun. Dia adalah satu-satunya binatang kesayanganku.

Bento adalah burung beo Flores, waktu itu kami beli ketika kami tinggal di kupang, NTT. Di masih baru menentas, masih kecil. Dulu Bento mempunya saudara bernama Memo, tapi Memo sudah bertahun-tahun yang lalu di ambil saudara dan hilang di curi orang.

Sewaktu kecil kami menyuapinnya dengan nasi dan cabe, lucu sekali. Terkadang mereka menelan sendok kalau di suapin dengan sendok. Kami membawa khusus mereka dari Kupang ke Jakarta. Ada surat izinnya malahan, diurus sewaktu di airport menuju ke Jakarta. Itu sudah lama sekali.

Semenjak Memo tidak ada Bento hidup sendiri di kandangnnya, aku sbenarnya merasa sedih. Pernah terpikir untuk membelikannya kandang yang lebih besar, tapi tidak kesampaian hingga akhir hidupnya.

Semua binatang yang meninggal akan pergi ke surga, setidaknya itu yang saya tahu. Allah tidak memberikan pada mereka akal sehingga mereka tidak mengenal benar dan salah, sebab itulah mereka tidak mengnal dosa. Semoga tempat Bento di alam baka lebih baik dari pada di dunia ini.

Summary

By DwAN on 01-Jun-07 21:34. Comments (0)
Tags:

Boy, sudah lama sekali sudah tidak isi blog sendiri. Sekali lagi bukan karena sibuk hanya saja tidak menyempatkan diri untuk menulis sepatah dua patah saja. Padahal semenjak Kamis minggu kemarin sudah diniatkan untuk menulis tapi apa daya selalu lupa.

Selanjutnya aku langsung ke pokok cerita. Semenjak Hylmi, mba' Arie, Bapak dan Ibu tidak ada di Jakarta aku jadi lebih sering menghabiskan waktuku bermain Wii, walaupun di selingi bermain sama Kamila.

Sehabis pulang kantor dan pagi-pagi sebelum berangkat kantor aku menyempatkan diri untuk bermain Wii sekitar 0,5 - 1 jam. Walhasil Zelda: Twilight Princess berhasil aku selesaikan kamis 2 minggu yang lalu. AKu sempat terharu, selain karena akhirnya tamat juga, tapi jalan ceritanya bikin terharu juga.

Tapi entah kenapa agak kurang puas karena tanpa di bantu guide dari ign.com sepertinya aku masih beberapa minggu lagi menyelesaikannya. Tapi toh memang begitu, ada beberapa bagian yang memang perlu bantuan karena kalau tidak tidak akan selesai-selesai bagian itu.

Setelah tamat Zelda, akhirnya aku baru dapat menyimpulkan game ini memang seimbang dengan 450 kulit kerang. Nggak sia-sia deh semuanya. Review sedikit, kalau dari segi grafis game ini grafisnya cukup lumayan tidak wah tapi cukup bagus, jarang ada nge-lag-nya yang terpenting waktu loading tidak terlalu lama hanya 1-3 detik saja itu pun sebenarnya cukup terasa. geasture wiimote + nunchucknya terasa responsif walau ada beberapa gerakan yang aku kurang puas, seperti menebas pedang hanya semacam di gese-geser wiimotenya tidak peduli horizontal atau vertikal. Padahal kalau di utilitaskan lebih geasturenya bisa jadi mirim menebas pedang sungguhan tapi dibandingnnya mencet tombol ini lebih terasa puasnya.

Segi cerita tidak perlu di ragukan lagi, cukup sempurna, karakter yang ikut serta juga lumayan bervariasi. Tugas-tugasnya cukup menantang dan teka-tekinya cukup bervariatif, ada yang sekali di kerjakan langsung selesai, ada yang sangat susah sehingga harus berulangkali mencobanya. Itu dia sedikit reviewnya.

Hari-hari selanjutnya aku isi dengan bermain Super Paper Mario, walhasil hari minggu yang lalu aku berhasil menamatkannya lagi.

Nah sedikit review lagi, ini game unik banget bisa 2D dan 3D. Memang game ini tidak terlalu mengutilitaskan geastur wiimote tapi cukup menyenangkan. Ingan Mario atau Super Mario Bross jaman dulu. Versi 2D-nya mirip banget. Cuma tampilannya lebih smooth, warna lebih mencolok dan satu hal lagi game ini waktu loadingnnya hanya sekitar 1 detik-an.

Kalau sering melihat animasi-animasi yang dibuat pakai Macromedia Flash, game ini mirip banget grafisnya seperti itu. Namun agak di sayangkan untuk 3D tidak semenarik 2Dnya. Tapi (lagi cukup lucu juga, musuhnya jadi selembar semua kaek kertas.

Dalam game ini kamu bisa main sebagai Mario, Prince Peach, Browser atau Luigi. Semuanya punya keahlian dan kelemahan masing-masing. Jalan cerita, wah nggak usah diragukan lagi menarik, lucu dan penuh humor tersembunyi. Plotnya yang agak mudah ketebak tapi tetap menyenangkan. Tapi agak ribet juga terlalu banyak dialog tanpa voice over. Palingan cuman suara sederhana seperti woanya Mario dan sebagainya.

Teka-teki sebenarnya sangat mudah dan bosnya pun sebenarnya tidak sulit untuk di taklukan, hanya saja perlu kesabaran dan ketekunan.

Nah setelah Super Paper Mario selesai, aku berencana menyelesaikan Wario Smooth Moves yang ternyata tinggal mengunlock 1 stage lagi tapi susah sekali, karena harus menyelesaikan semua microgames yang ada.

Well, hanya itu yang aku bisa ceritakan, lumayan panjang sih tapi sehbis entry ini ada lanjutannya juga.

Friday to Friday

By DwAN on 04-May-07 00:31. Comments (0)
Tags:

Dari jum'at minggu lalu hingga jum'at minggu ini merupakan full satu minggu yang menyenagkan. Di mulai dengan ke datangan Hylmi dan mb' Arie ke Jakarta pada hari jum'at lalu dan sedikit kejutan dengan Bapak datang pada hari yang sama.

Hari jum'at itu aku selepas pulang kerja, aku jalan-jalan muter-muter sendiri dari Pasaraya Grande buat nyari rompi terus ke Carrefour Ratu Plaza buat nyari makanan dan akhirnya ke Senayan City buat nyari J.Co. Pegel banget deh ah sampe-sampe pas di Carrefour sakit maag kambuh karena kelamaan jalan.

Udah sempet gak jadi ke Senayan City tapi setelah makan es krim D'Crepes sama jus alpukat di carrefour langsung lenyap sudah maagku, tanpa minum obat. Ternyata kombinasi lemak alami dari alpukat dan lemak dari susu dan coklat membuat asam di lambung hilang. Tapi sayangnya aku tiba terlalu malam di rumah sehingga Hylmi sudah tertidur.

Kesesokann harinya aku, Hylmi dan mba' Arie jalan-jalan ke Puri Indah. Nggak ada maksud tertentu selain jalan-jalan, nggak belanja apa-apa malahan. Tapi dari jalan-jalan itu aku ketemu beberapa barang yang selama ini aku cari, tapi aku tidak membelinya karena menunggu gajian.

Minggu di isi dengan bermain Wii dengan Hylmi, dia baru tau kalau aku punya Wii hari sabtu malam. Permainan di penuhi teriakan awas karena gaya bermain Hylmi yang super gak penting. Kamila yang ikut nonton menirukan gaya ku dengan lucunya.

Begitu pula senin dan selasa malam, di penuhi dengan bermain Wii, terutami Wii Sport yang bisa multiplayer. Untung aku sudah merencanakan beli WiiMote dan Nunchunk baru jadi setidaknya bisa dimainkan berdua.

Hari rabu merupakan puncak dari seru-seruannya, hari itu aku cuti dan ikut dengan Bapak, Ibu, mba' Arie, mba' Lini, Hylmi dan Kamila pergi ke dufan. Wahahah, di sana seru banget. Tetep lumayan ramai karena sepertinya bertepatan dengan libur sekolah,akan tetapi tidak seramai kalau hari sabtu-minggu. Aku naik Halilintar (Jet Coaster) saja mengantrinya cuman 5 menitan.

Di sana ketemu Rudy Chairudin pas mau naik Bianglala (Fairy Wheel), sempet foto sekali pas di bawah, naik bianglalanya bersebrangan dengan Rudy, rupanya dia mau suting acara memasak.

Lalu ketemu Irfan Hakin sam Ustadz (lupa namanya), lagi shoting pas sesudah aku naik halilintar.

Tak kalah serunya semua tempat kami lewati walaupun semua wahananya tidak kami naiki. Tapi nyenengin banget deh pengalamannya.

Lucunya lagi pas ngeliatin foto-foto di dufan semalam dan tadi pagi lewat Wii ku, Kamila berbicara dengan lucunya, "aku aku", dengan suara balitanya. Hylmi juga gak mau kalah dengan Kamila nunjuk-nunjuk fotonya sendiri.

Untuk hari ini Ayahnya Hylmi datang ke Jakarta, mau menjemputnya dia. Nah kesenangan ini mulai surut hari ini dan besok, akan lebih surut lagi ke esokan harinya, apa lagi ketika Mba' Arie, mas Totok dan Hylmi balik ke Kediri dan Bapak Ibu balik ke Padang. Semoga tidak terlalu bersedih.

Like Timesheet

By DwAN on 24-Apr-07 00:02. Comments (0)
Tags:

Blogku seperti timesheet saja, sekali malas mengisi tiba-tiba sudah seminggu sudah dibiarkan kosong melompong. Walhasil, kalau tidak dipaksakan mengisi tidak bakal diisi-isi lagi. Sementara selama seminggu ini cukup banyak kejadian yang seru-seru.

Aku mulai dari hari kamis dua minggu lalu, dimana aku berjumpa dengan orang yang sedang berjalan kaki. Dia menghampiriku untuk bertanya arah ke Bekasi, aku sedang menuju ke arah BCA untuk mengambil ATM. Aku beri tahu saja kalau Bekasi masih jauh lurus ke sana. Lalu dia mulai menceritakan kesusahannya, ternyata dari tadi dia berjalan dari Terminal Cengkareng, wah jauh juga pikirku. Dia sepertinya kehabisan ongkos dan kehausan, dia baru datang dari suatu tempat di Sumatera Barat. Tampak kasihan aku melihatnya, tapi apa mau di kata uangku memang benar-benar kosong melompong. Sehabis dari ATM BCA akhirnya aku ke warung terdekat untuk membeli air mineral sekaligus menukar uang, rencananya air mineral itu akan ku kasih ke orang tadi dan akan kuberi beberapa keping kulit kerang untuk bekalnya. Aku sudah bertekat menyusulnya dengan berjalan kaki karena percuma naik kendaraan umum selain macet takut tidak terlihat. Namun ternyata dia bejalan cukup cepat dan akhirnya aku menyerah saja dan pulang.

Hari jum'at ke esokan harinya aku bersama teman-teman kantorku menjenguk Adit yang sedang terkena demam berdarah, tapi si Aditnya sekarang sudah sembuh, bisa main bola lagi.

Seninnya setelah kemarinnya aku browsing ke Jarrol Jungle, aku memesan Super Paper Mario, game yang baru saja di luncurkan minggu lalu sudah ada di Indonesia, tapi harganya 600 kulit kerang. Beda sedikit sih dengan harga aslinya, tapi karena ini di import langsung rasanya harganya cukup sepadang. Hari itu sebenarnya aku cuma ingin iseng menanyakan Super Paper Mario dan Rayman Raving Rabbids yang belum ada juga. Aku hubungi Jarrol Jungle, walhasil karena Rayman masih belum ada juga akhirnya aku membeli Super Paper Mario.

Super Paper Marioku datang 2 hari kemudian bersamaan dengan CD Ubuntu gratisan yang di kirim dari Belanda. Selama seminggu kemarin kerjaanku selain ingin menamatkan Zelda Twilight Princess dan juga Super Paper Mario. Sedikit review tentang Super Paper Mario, dia itu RPG tapi bercampur dengan side scrolling tapi bisa 3D, pokoknya game ini bergenre campuran dan rasanya belum ada game semacam ini.

Hari sabtu kemarin aku jalan-jalan ke Lubang Buaya, bukan lubang Buayanya sih tapi ke tempat saudaraku yang baru saja pindah. Aku kesana bersama Ibu, mba' Lini dan Kamila. Rencananya ibu kan menginap di sana dan selainnya pulang ke rumah. Ternyata di sana sudah ramai saudara-saudara begitu ramainya sampai rasanya tidak bisa bergerak. Seharian itu aku di sana dan akibat tidak ada kerjaan akhirnya aku tidur saja di sana dan akhirnya pulang sore harinya.

Showing 46 - 50 of 136 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?