Your Login Details


Blogosphare

It's Not Me, It's You Album Review

By DwAN on 17-Oct-09 10:44. Comments (0)

Lilly Allen and Beyonce K.

The Review: Lily Allen adalah artis pendatang agak baru dari UK. Kalau pada belom tau "It's Not Me, It's You" adalah album keduanya. Album pertamanya yang sebenarnya lagu-lagunya ku suka tidak sempat ku beli karena mengingat album tersebut kalau tidak salah keluar 2 atau 3 tahun yang lalu dan ketika ada keinginan untuk beli album-album Lily Allen cuma ketemu album keduanya ini.

Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku ada soft fond terhadap artis-artis dari UK, terutama artis-artis cewenya. Mungkin karena lagu-lagu mereka berirama tidak lazim, hehehe. Ada saatnya dulu aku suka sekali sama Sugababes dan Jamelia (Jyah cewe banget dah gw).

Untuk album ini aku beli beberapa bulan yang lalu, ketika itu aku lagi keranjingan lagu Lily Allen yang berjudul F**k You (Bo', judulnya ajah di sensor). Lagu ini amat tidak lazim namun sangat catchy sehingga sering aku humming-kan di dalam hati. Sayang sekali aku tidak browsing-browsing youtube untuk mencari lagu-lagunya yang lain sehingga ketika aku mendengarkan seluruh lagu di albumnya, kepalaku jadi terasa pecah. Seperti yang aku bilang tadi, satu album musik, lagu dan iramanya tidak lazim semua, seperti tanjakan naik turun, circus yang sedang ramai dikunjugi, dsb (susah banget mengungkapkan perasaanku saat itu).

Hari-hari dan minggu-minggu pertama aku mendengarkan albumnya banyak sekali yang aku skip-skip karena saking gak mudengnya aku sama musik jeng Lily Allen ini. Dan sampai sekarang pun album Lily Allen ini adalah album yang paling jarang aku dengarkan, terbukti di list lagu yang sering aku mainkan tidak ada satupun lagu dari Lily Allen, sebagai perbandingannya lagu "I'm Your" dari "The Script" udah bertengger di urutan ke 5 di list lagu yang sering aku mainkan (masih dikalahkan mba' Beyonce yang belom sempet aku bikin review albumnya).

Tapi walaupun albumnya jarang aku dengarkan tapi aku terkadang kangen juga sama lagu-lagu Lily Allen, karena entah mengapa setelah bersusah payah berusaha mendengarkan semua lagu-lagunya akhirnya berbuah juga, ternyata lagu-lagunya ada yang seru juga. Lagu-lagunya walaupun gak easy listening namun cukup menarik untuk di simak.

Kalo pada awalnya cuman lagu "F**k You" yang aku beri bintang 4/5 dan yang lainnya aku berikan bintang 2/5 (segitu gak mudengnya aku sama lagu-laguny), tapi lagu "22" mendadak menjadi lagu yang aku sukai di album ini, langsung aku beri bintang 5/5. Lagunya berlirik menarik sekali, hampir menggambarkan kehidupan ku :(, namun dibawakan dengan nada yang riang jadinya gak bikin sedih.

Ada lagi lagu berjudul "Back To Start" yang setelah aku dengerin berkali kali tiba-tiba aku kasih bintang 4/5. Sekali lagi lagunya memiliki lirik yang menarik kalau bisa tidak dibilang tidak lazim, menceritakan kisah cinta yang menyebalkan dimana karena sking sebelnya akhirnya "Ya udah emang aku yang salah kok, terus mau apa?". Lagunya memiliki tempo lambat namun diiringi dengan musik yang cepat tapi di bagian chorus-nya tiba-tiba temponya jadi cepat (ini dia yang aku bilang perasaanku dibuat naik turun). Dan ternyata eh ternyata walaupun cuma berbintang 4/5, lagu ini merupakan lagu yang sering aku setel dari album ini.

Selanjutnya lagu-lagu yang aku suka adalah "F**k You" dan "The Fear", selain itu ada yang ok lagi cuma gak se OK lagu-lagu yang aku sebutkan tadi. Karena gambar berbicara lebih, ini dia list lagunya album ini beserta penilaianku:

It's Not Me It's You
(Di klik biar jadi gede)

Sekian dan terima kasih, kalo boleh aku kasih nilai album ini aku kasih nilai 2.5/5 yang artinya: OK, tapi mending kamu pinjem dulu dari temenmu sebelum beli 1 album.

The Script - Album Review

By DwAN on 14-Oct-09 14:03. Comments (4)


(Double cover, boros kertas nih)

Gak tau cuma di Indonesia ajah atau nggak, tapi ntah kenapa sampulnya kok jadi Double Cover. Mungkin untuk pasaran Indonesia kurang cocok ya Album Art-nya pake modern art gitu :D. Jadinya di bikin dah tutupan dengan gambar foto anggota Band-nya, jyakakaka (yang sebenarnya itu gambar belakang Album Art CD-nya.

So, selasa 2 minggu yang di niat-niatin dah mau beli CD ini, berhubung di Radio (Global Radio) yang sering aku dengerkan tiba2 jadi sering muterin lagunya. Alhasil sehabis browsing2 youtube buat nyari lagu-lagunya yang lain (hihihi, browsing youtube buat denger lagu doang) dan setelah mengetahui ternyata banyak lagunya yang easy listening jadi diniatin deh beli albumnya.

Ini dia cover versi Indonesianya
(Ini sampul terluarnya yang kaeknya cuma ada di Indonesia)

Sebenarnya ini Band udah mengudara semenjak 2008, soalnya sering banget ngeliat Video Klipnya di O' Channel. Yang kesan pertama waktu pertama dengerin lagu "The Man Who Can't Be Move", wow unik juga, langsung dapet ke-catchy-annya, dan ringan plus, ide cerita video klipnya lumayan unik juga yang merupakan adaptasi dari isi lagunya. Btw, ini album pertama mereka, jadi congrat dah untuk mereka.

(Tadinya mau embed video clip-nya di sini dari youtube tapi gak diperbolehkan ^___^)

Back ke topik (hmm dari tadi padahal belom ngalor-ngidul). Setelah beli ni CD di satu-satunya toko CD di daerah Senayan (baca Duta Suara Plaza Senayan) setiba di rumah aku langsung perdengarkan di komputerku (sambil di-rip dulu. It's legal untuk menge-rip CD di Indonesia?). Kesan pertama: langsung dapet 3 buah lagu langsung aku suka, yaitu "Breakeven", "The Man Who Can't Be Move" dan "Before The Worst" yang ternyata emang lagu-lagu andalan mereka (terlihat dari banyaknya video untuk lagu-lagu itu di Youtube). Sedangkan lagu lainnya aku anggap aneh. 

Selanjutnya setelah dengerin albumnya beberapa kali. Loh kok vokal vokalisnya mirip vokal-nya Sting dan Jason Mraz, bahkan di beberapa lagu ada yang nuansanya mirip nuansanya lagu Sting dan Jason Mraz. Seperti "We Cry" yang nuansanya mirip lagunya Jason Mraz dimana setelah didengarkan beberapa kali, aku jadi suka sama lagunya. Lagunya ada bait semacam agak nge-rap dengan tempo yang medium, walau jenis musiknya beda sama Jason Mraz tapi lantunan lagunya satu tema.

Terus ada lagi lagu "Rusty Halo" dan "Talk You Down" yang nuansanya mirip lagu-lagu Sting. Kedua lagu itu lumayan susah dicernanya, terbukti setelah 5 kalian aku denger baru aku jadi suka sama lagu "Talk You Down" dan belakangan malah jadi suka sama lagu "Rusty Halo" yang berirama cepat dan dengan nada yang tidak biasa. Pas pertama kali dengar sempet berfikir "Lagu apa nih aneh banget, gak banget deh, gak bakal aku dengerkan lagi". Bahakan sempet aku skip-skip terus kalo lagi dengerin albumnya. Tapi sekarang-sekarang kalau dengerin lagu "Rusty Halo" jadi sering keterusan, ada sesuatu dalam musik dan cara penyanyiannya yang bikin pingin dengerin lagi dan lagi.

Terus ada ada lagu lain yang ada di last track (kesepuluh, hmm tumben2an album londo cuman ada 10 lagu) yang judulnya "I'm Yours" (judulnya mirip lagunya Jason Mraz tapi nadanya gak mirip sama sekali), ini ada juga di Youtube tapi gak aku perhatikan dengan seksama. Dan pertama kali aku dengerin lagunya,  komenku: "nih lagu males banget sih", itu sebelum aku dengarkan beberapa kali, tapi setelah beberapa kali ku dengarkan malahan menjadi track yang paling sering aku setel. Lagunya sendiri slow dengan iringan gitar, yang kalo dibaca liriknya bisa bikin kita terenyuh (beneran, hampir nangis aku pas pertama kali baca liriknya).


(Nah ketemu juga nih lagu I'm your di youtube, terus ada lagi yang versi film Twilight, emang ada yah di OST-nya? -Girls mode: on- Huhuhu, jadi terenyuh lagi tiap kali dengerin)

Dan menyisakan tiga lagu lainnya yaitu: "End Where I Begin", "Fall For Anything" dan "If You See Kay" yang menurut pendapatku ini lagunya biasa-biasa aja tapi lama-kelamaan jadi suka juga walau gak sesuka lagu-lagu sebelumnya. Berikut penilaianku terhadap tiap lagunya (klik untuk biar tumbuh menjadi raksasa)

Star Rating for The Script's Album

Nah kalo bisa aku kasih nilai, bakal aku kasih 4 dari 5 yang berarti albumnya bagus worthed untuk di beli (aslinya).

Nah setelah dengerin lagu-lagunya, agak bingung juga menentuin genre band in sepertinya dia Rock, tapi menurutku Pop, bukan Rock pedas kaek band-band Amerika sekarang, sepertinya emang Rock mengarah Pop yang kalo lain bilan Pop Rock (mungkin). Kaeknya udah jarang deh band dengan genre seperti ini, mungkin genrenya bisa di setarakan sama oneRepublic kali yah ^__^.

Cover aslinya, bagusan ini dari pada cuman foto Anggota Band.
(Ini album art aslinya)

Terus tadi browsing2 amazon.co.uk, loh kok di negara aslinya - UK (bandnya berasal Ireland) di albumnya ada 11 lagu lagu terakhir yang judulnya "Anybody There" gak ada di CD yang aku punya, curang. Cari di Youtube dah.

(Karena kekurangan pencahayaan dan karena emang kamera DSi-nya yang abal2, jadinya fotonya semuanya grainy ^__^)


(Nah ini dia ketemu lagu kesebelasnya yang ternyata Bonus Song.)

 

There Will Be Batik on Batik's Day

By DwAN on 02-Oct-09 10:42. Comments (18)
Tags: None

Gak tau ini batik apa bukan, tapi seingatku waktu dikasih (iyah ini baju gratisan) dibilangnya ini batik, motif aslinya ada daun, tapi daunya udah nempel di kainnya aka, itu kain kalo gak di kasih warna-warni pasti keliatan daunnya, tapi entah kenapa di tiban dengan motif kotak-kotak terus motif garis-garis dan terakhir shading warna. Gak kalah serunya bahannya itu mengkilap jadi kaek ada semacam glitter dan warnanya gold (gak penting deh ah).

Dipake dengan blue jeans dan sepatu warna putih, jyakaka.

Nyampe dikantor langsung jepretin orang2 yang duduk di belakang ku. Ternyata ada yang gak pake Batik, itu anak cewe yang magang di kantor kita. Yang laennya udah klop dah mirip kantor kelurahan.

Dream, Precognition and Déjà vu

By DwAN on 10-Sep-09 14:31. Comments (4)

Mimpi adalah kembang tidur, sesuatu yang membuat tidur kita tidak menjadi kosong. Precognition adalah sebuah kemampuan untuk melihat ke masa depan, yang dimaksud ini beda dengan ramalan dimana ramalan dapat didasarkan pada pengamatan sehari-hari dan lalu menyimpulkan sesuatu akan terjadi. Deja vu adalah keadaan dimana kita merasa pernah mengalami suatu kejadian yang persis di masa lalu dan terjadi di masa kini.

Saat bulan puasa ini, ada disaat setelah selesai sahur aku tidur lagi dikarenakan kantuk yang luar biasa. Pada jam-jam tersebut (4:30 - 6:00) dapat dikatakan saat dimana kita akan mengalami mimpi yang terlihat nyata dikarenakan beberapa saat kemudian kita pasti akan terbangun. Itulah yang sering aku alami selama bulan puasa. Disaat belum tertidur pulas (bahasa londonya deep sleep), jika kita bermimpi pasti mimpi itu akan terlihat seperti kenyataan.

Dalam mimpiku sering aku menemukan bahwa mimpi tersebut dapat terjadi di masa depan, aku sering menyebutnya precognition dream. Aku tidak mau menyebut diriku seorang peramal karena sudah jelas takdir ada di tangan Allah. Tapi aku tidak habis pikir kenapa aku sering diberikan mimpi-mimpi macam itu.

Suatu contoh yang tak terduga adalah, beberapa bulan lalu aku bermimpi duduk dipojokan diatas sofa di rumah seorang teman, disekitarnya aku dikelilingi oleh teman-teman masa SMP-ku dulu, tidak jelas siapa saja mereka. Seperti mimpi precognitionku yang lain hal ini sangat mungkin terjadi, karena aku sudah 90% lost contact dengan teman-teman SMP-ku (sedih).

Tapi apa yang terjadi, dimulai saat awal-awal puasa, salah satu teman SMP-ku mencoba menghubungiku, dulu aku pernah ketemu dia dan memberikan kartu namaku, dia menanyakan account Facebookku. Keesokan harinya aku dikabarkan oleh dia bahwa akan ada acara bukber dengan teman-teman SMP. Bukbernya diadakan hari sabtu minggu lalu. Ternyata temanku itu masih sering ketemuan dengan teman-teman SMP-ku yang lainnya.

Bukber sama teman2 SMP

(Jyah, potonya pas banget dah, aku lagi di tengah2, tapi kok nyeker yah)

Lalu pada harinya aku ke acara bukber itu bersama temanku dikarenakan aku sendiri tidak tahu dimana tempat bukbernya. Sebenarnya tempat bukbernya di salah satu rumah teman SMP-ku yang tidak pernah aku kunjungi rumahnya. Lalu kejadian itupun terjadi, ditengah-tengah acara aku benar-benar duduk di sofa dipojokan suatu ruangan dan dikelilingi teman-teman SMP-ku, dalam hatiku kok kaeknya pernah melakukan ini yah tapi dimana, lalu teringat dengan mimpiku tersebut.

Dari sini aku menyimpulkan, seneng banget ketemu teman-teman SMP-ku (gak nyambung), Yang paling aku suka adalah mimpi dimana setelah dihubungi oleh temanku tersebut, aku bermimpi suatu cahaya terang benderang berwarna putih. Aku tidak tahu apa ini suatu precognition dream lagi, tapi aku menganggap suatu pertanda ajah, bahwa masa depan yang cerah akan menantiku (jyakakaka, ngaco).

Semenjak itu aku akhirnya bisa berhubungan dengan teman-teman SMP-ku, banyak teman-teman SMP-ku yang ternyata menggunakan Facebook sehingga tiap hari bisa kontak-kontakan gak jelas (mengomentari status FB temen-teman).

Wii Sport Resort and Punch Out Wii

By DwAN on 31-Aug-09 13:25. Comments (8)

Dua game yang datang hampir secara bersamaan walaupun aku mesennya beda waktu, alkisah 3 bulanan lalu aku memesan game Punch out ini di salah satu langgananku. Tidak seperti biasanya game ini molor2 terus nyampe ke Indonesianya dan akhirnya datang juga, padahal waktu itu mesennya lebih dulu dari Pokemon Platinum dan Rythm Heaven. Sedangkan Wii Sport Resort dipesan beberapa minggu lain, cuman kali ini aku nitip sama orang kaskus. Wii Sport Resortnya datang rabu minggu lalu dengan keadaan bungkuns hampir robek-robek karena udah keduluan dibuka sama keponakanku. Sedangkan Punch Outnya datang hari jum'atnya.

Kesan

Wii Sport Resort

Begitu sampai di rumah aku langsung menghamburkan diri ke Wii-ku (nggak juga sih sebenarnya setelah buka puasa), dan mulai memainkan game2nya. Tidak semua gamenya langsung aku mainkan, yang pertama kali adalah game Sword Fighting yang ternyata bikin ketagihan. Dari semua permainan yang ada di situ, aku paling sering memainkan Sword Fightingnya hingga sekarang jadi peringkat Pro. Permainannya seru2 semuanya, dan ternyata Wii Motion Plus - add on yang datang bersama game tersebut - benar-benar akurat. Selain itu gamenya sendiri memang dibuat sangat menyenangkan dan menghibur.

Kalo lagi main, pasti aku suka melakukan gaya aneh, apa lagi kalo main Sword Fighting. Selain itu ada game lain yang aku suka banget seperti Sky Diving dan Airplane, Terus ada mainan Jet Sky, Water Board, dll. Kalo main Wii Sport Resort rasanya pingin terus-terusan tapi pasti akan berhenti juga karena kecapean sendiri. Gamenya membutuhkan aktifitas tangan dan terkadang tubuh sehingga mengeluarkan keringat.

Punch Out Wii

Kalo game ini beda lagi, dia genrenya Arcade Boxing. Ini termasuk game nostalgia yang uda ada dari jaman NES tapi belom pernah aku mainkan jaman dahulu. Aku lupa nama tokoh utamanya, pakoknya yang pake baju singlet item di boxnya, inti gamenya ini adalah menghantarkan tokohnya jadi juara tinju WVBA (ceritanya nama kejuaran tinjunya di game itu). Aku suka banget sama tampilannya yang cel shaded dan sangat colorfull. Tapi di balik tampilannya yang kaek permen, game ini susah naujubile.

Cara maennya bisa pake motion pake Wii Remote dan Nunchunk atau pake Wii Remote ajah ala NES jaman dulu. Kalo maen pake motion, gile pegelnya bejibun2 jadinya seringannya pake Wii Mote doang tapi jempol jadi pegel juga. Terus dia bisa dimanin pake Wii Balance Board tapi jadi tambah susah, padahal game ini memerlukan kecekatan dan refelx yang luar biasa cepat.

Cukup sudah first impresion dari game yang baru nyampe.

Showing 26 - 30 of 229 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?