Your Login Details


Blogosphare

Di cium motor

By DwAN on 11-Dec-06 23:55. Comments (0)
Tags:

Ceritanya begini. Tadi pagi seperti biasa aku mengerjakan proyek dulu sebelum sarapan, tapi kali ini selain ngerjain proyek aku ngirim email lamaran ke conoco phillips, walhasil jam 7 lewat baru aku sarapan. Selesai sarapan pukul 7.45, mepet banget waktunya. Tapi pas keluar dari kamar mandi baru jam 8 pagi, sepertinya masih keburu.

Siap2 ke kantor, aku masukkan baju kerjaku ke dalam tas, eh si Kamila minda di gendong, akhirnya aku ngepak2 sambil dendong Kamila. Pas mau pake sepatu, ternyata sepatunya belum ditaliin karena kemaren abis dicuciin. Aku pun mengikat sepatuku, lumayan menghabiskan waktu.

Sudah itu aku keluarin sepedaku dari kamar samping, dan bergegas berangkat. Diluar ketemu tetangga, terus saliman sama Ibu yang sedang berada di depan. Ku goes sepedaku, baru beberapa meter dari rumah, aku ingat aku tidak memakai kacamata hitam, tapi aku tetep jalan. Biarin lah kacamata doang. Beberapa meter kemudian, aku inget lagi wah aku lupa bawa kunci sepeda, tapi aku pikir nanti minta di jagain Hamid aja. Terus akupun menggoes sekeanya. Tapi kok ada perasaan yang gak enak kali ini. Tapi aku tetap menggoes

Ketika di perempatan keluar dari gang ku , aku menunggu lalu lintas agak sepi sebelum menyebrang. Tapi dari jalur diseberang ada mobil yang mau masuk kedalam jalan ini. Aku pun bersiap2 menyebrang, mobil2 sudah berhenti semua ketika aku melihat kesebelah kanan, karena aku pikir sudah aman aku pun menyebrang dan ketika hampir ditengah jalan aku berbalik ke arah kiri ke jalur sesudahnya.

Tiba-tiba tanpa ku sadari ada motor agak negbut dari sebelah kanan, menabrak tepat di tengah2 sepedaku, aku terhuyung ke arah kanan tapi tidak terjatuh, mungkin motornya tidak terlalu ngebut. Aku pun reflek menengok ke arah kanan, ntah apa yang aku pikirkan, tapi pikiran dan perasaanku saat itu seperti tenang, hampa dan kosong. Bukan perasaan marah kalau semisal seorang di tabrak motor. Sambil menengok ke kanan melihat apa yang menabrakku aku tersenyum, awalnya di dalam hati tapi sampai juga ke mulutku. Aku tersenyum kepada orang yang menabrakku, gak ada perasaan yang aneh2 waktu itu.

Dilain pihak, aku melihat pengemudi motor itu marah-marah, ia pun melayangkan tinju kosong ke arah ku. Aku pun agak kaget, tapi tetap tidak ada perasaan yang aneh. Karena takut bikin macet, aku pun menyebrang terlebih dahulu.

Ketika disebrang, aku berhenti sebentar. Aku berharap mungkin motor itu akan menghampiriku. Tapi dia tetap diam di tengah jalan, tak kala aku melihat ke belakang, aku lihat dimasih marah-marah. Tetap dengan perasaanku dari tadi, aku melihat kesepedaku. Agak aneh saat di goes tadi, ternyata tempat gigi digoesan depan bengkok. Dalam hati aku berpikir, oh hanya ini.

Aku pun tidak merasakan sakit, ternyata aku tidak ikut tertabrak. Lalu ada orang dari belakang bilang, udah samperin aja, dia kok yang salah. Tapi dengan hati kesabaran yang aku punya, aku berkata. Oh biarin aja lah. Aku pun menggoes sepeda ku menuruni turunan.

Aku pun tidak bisa menggoes sepeda ku dengan cepat karena gerigi depan yang bengkok. Dalam perjalanan itu aku berfikir, ah nanti mampir ke toko sepedanya dulu, mungkin sudah buka. Tepat sesudah melewati jembatan dan melewati ikan bakar Babe H. Lili aku berhenti sebentar, melihat gerigi sepedaku, apa bisa diluruskan. Karena tidak bisa aku pun menggoes sepedaku lagi.

Kali ini aku menggoes sepedaku dengan sangat pelan, selama perjalanan aku tidak hanya memikirkan sepedaku saja. Tapi tidak pernah terbesit perasaan dongkol atau marah. Aku sepertinya merelakan kepada Allah atas semua kejadian ini. Walaupun tidak terbesit perasaan bersyukur, aku kali ini lupa yang satu itu.

Ketika di pertigaaan dekat dengan turunan terjal dimana biasanya aku berbelok ke kiri, kali ini aku menjoba lurus. Dalam perjalanan tadi terpikir ini saatnya mencoba jalur ini. Ketika ku lalui, tenyata jalurnya agak lebih ramai dan gersang. Aku pun melewati jalan masuk konpleks rumah Pak Andry bosku. Masih dengan goesan yang pelan aku mengendarai sepedaku.

Jalurnya ternyata memiliki turunan yang lumayan curam tapi tanjakannya tidak seterja yang jalur satunya. Ketika sampai di pertigaan jalan besar menuju ke pasar kebayoran, aku ekstra hati-hati kali ini untuk menyebrang.

Tidak banyak yang ada dipikiran ku saat itu kecuali ketika di toko nanti aku akan menelpon ke kantor untuk izin sebentar. Aku membayangkan mungkin aku harus berjalan dari toko itu, karena sepedanya harus di tinggal untuk di perbaiki. Aku sempat berfikir untuk agak sedikit berbohong agar tidak malu ketika ditanya yang punya toko.

Aku pun sampai di tokonya setelah melawan arus di depan pasar kebayoran. Rencanaku untuk sedikit berbohong tidak jadi, aku tetap menceritakan seadanya, lagian buat apa berbohong. Aku pun menjelaskan kepada pemilik tokonya keadaan sepedaku. Aku berkata, sepedanya bisa ditinggal aja nggak, karean aku pikir mungkin ini akan memakan waktu yang lama. Tapi pemilik tokonya berkata ini tidak lama kok.

Aku pun menelpon kekantor untuk memberitahu keadaanku. Sekitar 5 menitan kemudian, sepedanya selesai juga. Mereka hanya memalu beberapa bagian, ternyata sepedaku cukup kuat. Aku pun menanyakan biayanya tapi seperti yang dulu, mereka bilang nggak usah gratis. Aku pun mengucapkan terima kasih.

Aku pun menggoes sepedaku, dengan ekstra hati-hati apa lagi ketika menyebrang. Dalam perjalanan aku berfikir lagi, ada saatnya aku bernasib buruk tapi pasti akan di balas Allah dengan nasib yang baik, kalau tidak didunia pasti akan diberikan di akhirt nanti. Aku pun berfikir, wah lamaranku di conoco phillips pasti akan diterima. Akupun tersenyum sendirian. Akhirnya aku sampai di kantor pukul 9.05 pagi. Ternyata tidak terlalu lama-lama amat.

Lalu ketika aku mandi di kanor, baru aku sadari ada seddikit lecet di belakang lutut, karena agak perih ketika aku siram dengan air. Tapi itu tidak apa-apa pikirku saat itu. Pada saat mandi itu aku akhirnya bisa berfikir jernih, aku pun bersyukur kepada Allah. Aku tersenyum dalam hati ketika mengingat kejadian itu.

Baru saat au menulis ini aku teringat, belum berterima kasih kepada Allah atas semua kejadian ini.

Mana Komennya

By DwAN on 16-Nov-06 00:26. Comments (0)
Tags:

Hehehe, tadi di tanya Aves "Dhu, belom bisa ngisi komentar yah". Huhuhu, iya nih Ves kapan yah jadinya, sibuk gak sempet mulu nih. Sabtu minggu kalo gak tidur ya nonton tipi kalo hari kerja ya udah cape duluan. Kira-kira kapan yah bisa ngembangin content untuk komentar.

Padahal 2 minggu lalu, lagi giat-giat ngubah web ini biar lebih modular lagi. Mo ngembangin CMS berbasis Database, biar kontent webnya ngikutin isi database. Rencananya sih gitu, tapi baru ngerubah query-query databasenya udah males. Ditambah daku ngambil proyek dari elex lagi, jadi minim deh buat ngerjain webku.

Tuk sementara begini aja dulu, nanti ada penambahan fasilitas komen, kalo semangat BetaZeroFournya bakal launcing akhir taon ini. Tunggu aja bener apa nggak yah!

Naik Sepeda Pas Hujan

By DwAN on 09-Nov-06 20:11. Comments (1)
Tags:

08 November 2006.

Tadi sudah dari siang hari hujan turun dengan derasnya, di dalam kantor mulai khawatir "Bagaimana kalau hujannya gak berhenti?" pikirku. Namun 1 jam sebelum aku pulang sekitar jam setengah lima hujan tiba-tiba berhenti, dari yang tadinya deras terus berhenti tanpa gerimis. Aku terus berdoa dengan doa ku yang rada aneh "Ya Allah, kalau memang hujan biarkan hujan, kalau memang tidak hujan biarkan tidak hujan", doaku itu aku kutip dari lagu buatanku "Let It Be".

Kembali keceritaku, waktu sudah menunjukkan pukul 5. Tiba-tiba hujan turun lagi, "Sudahlah!" pikirku "Biarkan hujan turun". AKu pun mengambil wudlu untuk sholat ashar. Ketika selesai sholat ashar hujan agak sedikit mereda. Namun ketika saatnya aku pulang sekitar jam 5:40 hujan mulai bertambah deras. Akupun menetapkan hatiku untuk berhujan-hujanan sambil bersepeda.

Akupun mengganti bajuku, aku tidak memakai sepatuku yang kutinggal di kantor dan membungkus semua barangku di kantong plastik sebelum aku masukkan ke tas kecil dari Mcd milik Kamila. Ketika aku keluar untuk mengambil sepedaku hujan terasa tidak terlalu deras, aku pun buru-buru menaiki sepedaku dan mengayuh sepedaku. Kali ini aku berencana menggunakan jalur rumah kumuh dengan harapan aku tidak harus melewati jalur seberang rel yang penuh lumpur pasar.

Jalanan maet sekali, baru melewati turunan flyover kebayoran aku sudah basah kuyup, jalanpun mulai menunjukkan kebanjirannya. Akupun tidak bisa mengayuh sepedaku dengan setengah cepat. Ketika melewati belakang Binus High akhirnya aku mencopot kacamataku karena malah mengaburkan pandangan. Sehabih itu jalanan lancar malah cenderung sepi dan tidak banjir hanya tergenang normal. Baru ketika melewati jalur mikrolet 09 A di sekitar daerah Cidodol, jalanan tiba-tiba tegenag air sampai setengah roda sepedaku. Ini hal yang paling mengasikkan karena seperti bermain air saja dimana ku berusaha maju dan telah terhambat genangan air malah diperlambat dengan gelombang air akibat mobil lewat, akupun terhuyung-huyung menggoes sepedaku. Tepat ditengah genangan air itu, kakiku terserimpet sesuat, akupun makin susah mengayuh sepdekaku, tapi aku tetap berusaha dan akhirnya keluar juga dari genangan air. Fuih lega banget dan sangat menyenangkan.

Udara yang dingin ditambah suasana yang memang sudah gelap malah tidak membuatku kecapaian. Aku pun menggayuh sepedaku lagi karena yakin sudah tidak ada genangan seperti itu lagi. Tapi aku salah, di turunan ketika aku ketemu mas Athan dari B2W, jalanan tergenang lebih tinggi lagi. Namun tidak ada mobil yang melewati jalan ini, motor yang didepanku pun berbalik arah melihat genangan itu. Aku pun tersenyum, dan mulai memperlambat sepedaku. Ketika di dalam genagan tersebut aku berusaha sekuat tenaga menggayuh sepedaku, kakiku terbenam satu perempat ketika kakiku menggayuh ke bawah. Kali inipun kakiku keserimpet sesuatu, sampah mungki. Namun setelah melewati genangan ait itu akupun lega. Tapi aku sempat berpikir jangan-jangan jalan depan Dinas petamanan DKI banjir lagi, Tapi aku tetap tidak peduli aku terus menggoes sepedaku.

Depnn Denas pertamanan DKi benar sekali jalannya tergenang, tapi tidak terlalu tinggi. Hanya genangan biasa, padahal aku mengirira akan lebih parah lagi. Akhirnya aku samapi di rumah engan basah kuyup, sampah menempel di belakang sepedaku. Tapi ini pengalaman yang asik. Semoga ku tidak terserang flu sehabih bermain hujan-hujanan. Kita liat besok.

Jalan-Jalan Pas Lebaran

By DwAN on 25-Oct-06 19:59. Comments (0)
Tags:

Poto waktu lagi jalan muter2 kampung ke rumah neneknya Kamila untuk silaturahmi. Ini lagi pas mo pulang dari rumahnya ngelewatin gang kecil dan musholla. Kamilanya lagi digendong ibu dan gw poto pake hape gw deh. Kamila lagi ngeliatin jalan di depan. Pake baju baru warna putih dengan celana kepanjangan. Walaupun udara panas dan menyengat tapi Kamila terlihat senang karena sedang jalan-jalan.

Nyantai di Mulia

By DwAN on 22-Oct-06 00:06. Comments (0)
Tags:

Ini sehabis resepsi pernikahan Pak Hans (bos di kantor). Duduk-duduk sebentar di lobby hotel Mulia. Udah lama sih sebenarnya ini foto tapi baru kali ini sempet di upload. Liat deh gw masih pake jas. Wakakak, jarang2 gw pake jas. Capede, abis berdiri2 selama 2 jam di dalem ruang resepsi seperti tepar begitu saja. Secara sofa disana empuk abis pake bulu angsa.

Showing 151 - 155 of 229 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?