Your Login Details


Blogosphare

Pluker Asyik

By DwAN on 27-Oct-08 15:42. Comments (2)
Tags:

Plruk ku

Bener juga kata temanku, plurk itu bikin addict. Buktinya blog ku tersayang ini aku biarkan menganggur lebih dari 1 mingguan. Plukr itu kaek twitter tapi dengan tambahan karma, dimana tiap kita ngepos plurk dan mengkomen plurk orang karman kita akan bertambah, semakin tinggi karma kita maka semakin banyak fitur-fitur yang kebuka. Nah dalam dua mingguan ini entah kenapa karmaku bisa melesat langsung ke 46.55-an, mungkin karena aku sering plurking-plurking.

Liat dah aku bahkan sampau ngerubah temanya sehingga mirip tema websiteku.

Lalu tiba-tiba hari ini, aku banyak email dari plurk, isinya ingin menjadi penggemarku. Eh, tau-taunya plurkku ada dibagian halaman plurker asyik, di urutan ke 3 lagi. Tau gimana caranya bisa masuk kesitu.

Plurker Asyik

Speedy-ku melambat, kenapa yah?

By DwAN on 08-Oct-08 14:54. Comments (0)
Tags:

Ini yang aku perhatikan semenjak sehabis lebaran, berhubung aku masih cuti sampai senin nanti aku nge-browse dari rumah. Biasanya kalau aku nge-browse dari rumah lancar dan gak bikin senewen, soalnya speednya mayan kenceng. Apa lagi kalo main game online, pokonya was-wus gak ada masalah sama sekali.

Lalu suatu saat setelah lebaran, pada suatu pagi aku mencoba bermain Mario Kart Wii secara online, awalnya sudah mencurigakan karena conenct ke Nintendo WiFi-nya rada lama terus putus dan musti reconnect lagi. Terus akhirnya bisa juga masuk, aku pilih balapan Worldwide dan berhasil nemu 11 orang lainnya yang lagi gak ada kerjaan ^_^.

Awal-awalnya oke, pilih karakter pilih kendaraan dan lalu pilih jalur. Terus akhirnya balapannya dimulai, aku meluncur dari urutan ke 8-an ke urutan 4-an dalam htiungan detik, tidak beberapa lama kemudian aku berhasil membalap orang-orang di depan sehingga jadi juara satu tapi "plup" tiba-tiba muncul pesan "You are disconnected from other players", WTH? Gak pernah selama ini aku putus ditengah jalan kalo lagi main game online.

Lain halnya dengan browsing-membrowsing, biasa lancar-lancar aja, sekarang kok semua website mulai lambat loadingnya (kecuali webku sendiri ^_^). Terus streaming video dari Youtube atau Gamtrailer yang biasanya cuma mandek sekali dua kali dalam satu video ini musti mandek berkali-kali dan perlu menunggu satu menitan untuk buffering videonya.

Iseng aku cek speedku tadi pagi, ternyata masih normal kok ada di sekitar 760 kbps, tapi entah kenapa kok rasanya lambat. Seperti ada yang menghambat di kecepatan internetku, aku lihat di Daftar pengguna router WiFi-ku normal-normal saja, tidak ada tetangga yang nyolong koneksi internetku, tapi kenapa yach? Mungkinkah karena lebaran orang-masih banyak yang nelpon sehingga bandwith-nya dialihkan ke voice? Ataukah karena para teknisinya massih pada mudik dan belum ke kantor sehingga jaringannya tidak terjaga? Dum...dum..dum, kita ikuti kisah selanjutnya taon depan.

Need to redesign my web

By DwAN on 08-Oct-08 14:34. Comments (0)
Tags:

Sepertinya aku ada urge buat ngeredesign website lagi, gak nge-redesign menyeluruh dari ZerpThree ke ZeroFour, tapi cuman nambah pernak-pernik di sana-sini. Sepertinya navigasi yang aku buat sekarang belum greget. I mean aku sendiri aja bisa nyasar (bo'ong deng). But, mungkin aku akan mempertahankan kesan ngejreng dan ceria dari websiteku, mungkin gambar Skinny Man yang didepan perlu di interpolasi lebih jauh.

Aku udah suka banget sama cumi-cumi dan ikan paus tersenyum yang ada dibawah, terus wrinkle ombak lautnya juga udah aku suka banget makannya kaeknya tu gambah di bawah aku pertahankan saja. Yang aku bingung adalah bagai mana mengisi gradien langit biar gak terlalu sepi, I mean, postinganku panjang-panjang banget dan kali di skrol dari atas sampai bawah bisa memakan waktu 1 tahun (berlebihan), mo di ganti apa yah?

Abis gitu kaeknya bagian Poject X perlu agak ditonjolkan (tonjol menonjol sehinga bisa senggol menyenggol). penting abis mengingat buat promosi kerjaan ^_^.

Terus perlu gak yah nambahin blogroll, sekarang sih udah ku bikin halaman tersendiri. Tapi melihat blog teman-temanku yang telah berbaik hati mem-blogroll di semua halamannya, aku jadi gak enak kalo gak ikutan.

Hhm, cari ide dari mana yah?

Lebaran Itu...

By DwAN on 05-Oct-08 12:43. Comments (4)
Tags:

Terinspirasi dengan iklan lebaran lucu dari Telkom, dimana diceritakan anak-anak sekolah diberikan PR lebaran yaitu menggambar mengenai lebaran mereka yang diakhiri dengan seorang anak yang bijak yang memperlihatkan kertas kosong dan berkata "Kata bapak, lebaran itu kembali bersih" or something like that. Nah, aku buat cerita lebaran versi anak-anakku juga.

Lebaran itu gak lengkap kalo gak ada:

1. Kue-kue kering

Kue Lebaran

Tiap tahun pasti ibuku membuat kue kering, kue yang paling sering dibuat adalah kue Nastar. Sering banget aku membantu membuat kue Nastar dengan memperbesar selai nanasnya. Namun karena tahun ini akhir puasa disibukkan dengan kelahiran keponakannu Maritza Almaviroh (aku belom tau, kalo ditulis nama keponakan yang baru itu gimana ^_^, tapi pokoknya panggilannya Maritza), tahun ini tidak ada acara buat kue, yang ada kuenya dibeli semua.

Kacang Lebaran

Disamping kue kering, pasti ada tambahan makanan untuk anak-anak. Biasanya Ibu beli permen atau coklat-coklat kecil. Tahun ini gabungan dua-duanya a.k.a cokelat permen cha-cha di tambah aku beli es krim. Nah biasanya kalo Es krim dibuat sendiri juga dari adonan es krim instant yang ada di super market, yang tinggal di mixer dan di masukin ke lemari es.


2. Ketupat, Rendang, Sayur Tempe dan Opor plus Ayam hidup.

terkadang tiap lebaran Ibu beli ayam hidup untuk di jadikan opor Ayam, kebetulan Bapak sekarang gak makan ayam peternak dan cuma boleh makan ayam kampung. Oleh karena itu tahun ini Ibu beli 2 ayam kampung jago. Biasanya kalo ada masakan yang dibuat dari binatang yang sebelumnya sempat menginap di rumah, aku nggak mau makan masakan itu. Tahun ini aku mencoba memakan opor itu, tapi tetap saja tidak bisa, kasihan sama ayamnya ^_^. Tapi sekarang ayamnya sudah masuk surga mungkin.

Ayam Lebaran

Dua makan yang tidak terlupakan juga dalah rendang dan sayur tempe yang pedas. Tiap tahun pasti Ibu buat rendang dan sayur tempe, sama seperti tahun sebelumnya kedua makanan itu ada dan rendang menjadi lauk favoritku setiap tahunnya. Rendang buatan Ibuku itu bumbunya medok dan pas tapi tidak terlalu pedas. Kata orang mirip rendang orang padang, soalnya emang kalo aku ngeliat rendang di rumah saudaraku yang lain, pasti gak ada yang dagingnya sebanyak rendang Ibuku ^_^, terus bumbunya itu paling ngingetin. Meanwhile tu sayur tempe yang super pedas biasanya, kali ini tidak terlalu pedas dan sebagai pengganti kuah yang biasanya aku menggunakan kuah opor aku gunakan kuah sayur tempe untuk tahun ini, masih teringat sama ayam idup itu.

Lauk Lebaran

Satu hal yang tidak terlupakan adalah adanya ketupat, lebran (di Indonesia) pasti diidentikkan dengan ketupat.

Ketupat Lebaran


3. Tanaman di dalam Rumah

Nah, disamping makanan di atas, kalo lebaran pasti ada tanaman di dalam rumah. Sebegai pernak-pernik, tanaman juga dijadikan hiasan kalo lebaran. Kali ini ada banyak tanaman yang dimasukkan ke dalam rumah, mengingat Bapak sekrang dagang tanaman hias dan tanamannya banyak sekali sekarang ^_^.

Tanaman Lebaran

4. Ngumpul bareng

Terus yang terpenting saat lebaran adalah ngumpul bareng. Rumahku sering dijadikan tempat ngumpul keluarga terutama keluarga dari Ibu, mengingat kalo di Jakarta Ibu adalah kakak paling tertua. Terus biasanya akan ada acara ngumpul di rumah Kaka tertua Bapak di Tanjung Duren, namun kali ini gak ada karena acara ngumpulnya dipindahkan menjadi ngumpul di rumahku sekaligus akikahan Maritza keponakanku.

I Can Haz New Niece

By DwAN on 26-Sep-08 14:15. Comments (5)
Tags:

Alkisah, kemarin aku ditelpon oleh ibuku dari airport di Padang sana, katanya "Gung, mbak Lini (kakak keduaku) udah masuk rumah sakit. Katanya udah pembukaan tiga". Saat itu jam menuntukkan pukul-pukulan, atau sekitar 11 siang. Ibu agak bingung karena di sana gak ada yang bisa dihubungin, tapi aku teringat tante Elen (tantenya Kamila keponakanku) yang katanya udah di sana bersama Neneknya Kamila jadinya ku menghubungi Novry tuk menanyakan nomor telpon Tante Elen. Sehabis itu akhirnya bisa menghubungi mbak Lini di sana dan memberi tahu ibu nomernya tante Elen.

Mbak Lini mengabarkan kalau dia sudah harus menginap di rumah sakit karena Dede Cewe (begitu Kamila menyebut adiknya karena belum memiliki nama) diperkirakan lahir 8 jam lagi. Saat itu, mbak Arie (kakak pertamaku) menanyakan kabar kepadaku, namun karena aku masih dikantor jadinya gak bisa memberikan kabar apa-apa. Sore harinya, ketika jam menunjukkan pukul 3:45 aku pulang dari kantor (tapi kalo di jam kantor jamnya sudah jam 4:15). Hari itu karena mbak Lini seharian di rumah sakit jadinya gak ada makanan untuk buka di rumah, karena itu sambil pulang aku mampir ke swalayan untuk membeli nata de coco, sprite dan tim-tam. Sebelum sampai di swalayan yang dekat dengan rumahku aku di jegat oleh macet yang luar biasa tepat beberapa puluh meter dari swalayannya, udah gitu aku diturunin sama tukang mikroletnya di tengah jalan dan menyebabkan aku berjalan kaki.

Tapi untung aku memilih jalan kaki, karena macetnya sangat luar biasa dimana ada sebuah perempatan kecil dekat rumahku yang tidak memiliki lampu merah. perempatan tersebut sudah macet karena mobilnya berada dalam posisi terkunci ditambah lagi segerombolan motor yang menutupi semua badan jalan sehingga kemungkinan kemacetan itu terurai bisa sampai subuh. Bahkan sangking macetnya, aku yang jalan kaki saja susah untuk berjalan o_O.

Akhirnya setelah dari swalayan aku berjalan kaki lagi karena aku lihat angkotnya masih terjebak macet dikejauhan. Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga di rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 6:30an. Aku melihat pintu depan rumahku sudah terbuka, berarti bapak dan ibuku sudah sampai duuan padahal aku pulang dari kantor dengan bapak ibu berangkat dari aiport Soekarno Hatta hampir bersamaan tapi aku malah sampai lebih lama.

Sesampai di rumah, waktu berbuka tinggal beberapa menit lagi dan Ibu masih sibuk karena baru saja tiba juga, jadinya buka dengan seadanya dan langsung sholat maghrib jamaah. Tidak lama bapak ngajak untuk makan malam, belum selesai makan malam mbak Lini menelpon dari rumah sakit minta Ibu untuk cepat datang karena mbak Lini udah mau masuk ruang bersalin karena bkaannya gak nambah-nambah sehingga mau di infus untuk dirangsang biar cepet lahirannya tapi Kamila gak mau pisah dari Uminya.

Beberapa saat setelah selesai makan malam, aku, bapak dan ibu siap-siap berangkat. Bapak Ibu naik motor dan aku naik kopaja 609. Sebelum berangkat Bapak nyari STNK motor dan tidak ketemu, lalu dia suruh aku ikutan nyari tapi gak ketemu-ketemu juga. Lalu aku telpon mbak Lini karena dia biasanya yang nyimpen STNK motor bapak, dua kali aku nelpon dan gak ketemu juga. Kata dia semestinya ada di laci lemari atau laci meja rias. Aku mencarinya di meja rias kamarnya dan laci lemari kamar Ibu, yang sebenarnya laci lemari yang dimaksud adalah yang ada di kamarnya.

Sudah menyerah mencari, akhirnya kami berangkat saja. Bapak dan Ibu berangkat duluan dengan motor dan aku menyusul dengan naik Kopaja. Aku berjalan kedepan jalan raya yang sudah gelap dan sepi orang karena semuanya pada shalat tarawih. Sesampai di depan jalan aku menunggu beberapa menit dan akhirnya terlihat juga sebuah Kopaja dan langsung aku berhentikan.

Tak lama kemudian aku merasa sepertinya sudah mau sampai di jalan masuk ke rumah sakitnya, aku langusng memberhentikan Kopajanya dan langsung turun. Tanpa melihat tanda-tanda aku langsung berjalan masuk ke jalan yang agak ramai anak-anak bermain. Semakin aku berjalan semakin ragu aku karena jalanan ini tampak asing. Seharusnya kalau benar jalannya aku akan menemukan belokan ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya samapai di rumah sakitnya.

Dan ternyata aku salah jalan karena tidak beberapa lama jalannya mentok, terpaksa aku jalan lagi ke depan dan menunggu Kopaja lagi. Namun untungnya tak lama kemudian muncul Kopaja lagi dan segera aku berhentikan. Kali ini akhirnya aku tulun dijalan yang benar karena aku liat plang rumah sakitnya di seberang jalan.

Depan R.S. Avesena

Aku berjalan menyusuri jalan yang sama sepinya dengan jalan dekat rumahku. Tak lama kemudia belokkan yang aku sebutkan terlihat juga dan terdengan dari kejauhan suara tangis dan teriakan anak kecil. Aku mengenali suara itu yang memang ternyata itu suara tangis dan teriakan Kamila yang sedang di gendong Abinya.

Begitu memasuki halaman rumah sakit aku melihat di depan pintu ada Ibu, Kamila dan Abinya dan ternyata ada Om Yayat (Omnya Kamila). Kamila menjerit dan menangis sekuat tenaga agar bisa ke tempat Uminya. Aku mencoba memanggilnya, tetapi karena kalau sdah nangis Kamila gak menghiraukan yang lainnya kecuali yang dia minta.

Ruang Tunggu

Ada sekitar 5 menitan sebelumnya akhirnya Kamila agak diam dan di ajak ke atas, ke tempat ruang tunggu persalinan. Ketika diataspun Kamila masih tetap menangis dan akhirnya dibawa turun lagi, kejadian ini berlangsung selama lebih satu jam sampai akhirnya Kamila diajak masuk ke dalam ruang persalinan sambil menunggu kelahiran Dede cewe.

Ada sekitar satu jam lebih Kamila berada di dalam sampai akhirnya Kamila di suruh keluar karena akan di mulai persalinan. Kamila kembali menangis sambil teriak-teriak dan Abinya membawa dia turun kembali, beberapa saat kemudian aku menyusul Kamila ke bawah dan kali ini dia mau aku gendong dan tidak menangis lagi.

Aku ajak dia keatas lagi karena tangisnya mulai mereda, namun di atas dia mulai menangis lagi walaupun tidak sekeras tadi, gantian semuanya menggendong Kamila. Waktu menunjukkan pukul 21:41-an, lalu entah kenapa aku tidak mendengar tangisan anak dari dalam tapi Nenek Kamila bilang kalo Dede cewenya sudah lahir.

Pintu ruang persalinannya agak terbuka sedikit dan terlihat dari luar Dede cewe sedang digendong oleh susernya dan di timbang. Bapak waktu itu masih tidur di ruang inapnya mbak Lini, aku membangunkan Bapak untuk memberitahukan kabar ini dan segera kembali ke depan ruang persalinan.

Dede' Cewe Diadzanin

Tak lama kemudian Dede cewenya di bawa keluar untuk di pindahkan ke ruang bayi dan diadzanin. Aku mengikuti Abinya Kamila dari belakang sambl membawa kamera digital. Tiba di depan ruang bayi, Dede cewe di geletakan di wadah dan di taruh di depan pintu untuk sebelum dimasukkan kedalam diadzanin sama Abinya. Aku sibuk memfoto kejadian tersebut ^_^. Tak lama kemuadian Bapak, Ibu, Nenek Kamila dan Tante Elen datang ke tempat tersebut dan aku masih sibuk memfoto-foto kejadian tersebut ^_^.

Ngeliat Ade'nya Kamila

Dede' Cewe

Akhirnya dede cewenya dimasukkan kedalam aquarium untuh dihangatkan. Kami memperhatikan dari luar, Dede cewenya melet-melet karena mungkin haus. Lalu tak lama kemudian kami kembali ke ruang tunggu persalinan dan menunggu mbak Lini keluar. Kamila sudah tidak nangis lagi, malah bisa diajak bercanda sekarang.

Kamila ukur tinggi

Saat menunggu di sana, terjadi kelahiran lagi. Nah ibu-ibu yang melahirkan belakangan sudah keluar duluan tapi mbak Lini belum keluar juga. Ternyata dari tadi sudah dipanggil untuk tapi dengan nama Sarini, what? Ichsalini kok bisa jadi Sarini ^_^, pantesan aja dari tadi nungguin ternyata semestinya mbak Lini sudah bisa keluar tapi karena si susternya salah nyebutin nama jadinya pada nggak ngeh.

Sambil menunggu mbak Lini keluar, aku mengabari mbak Arie. Cukup lama juga aku menelpon mbak Arie, dan ternyata Hylmi (keponakanku) masih belum tidur karena aku masih mendengarkan suaranya di belakang, tapi dia tidak mau ngomong. Tak beberapa lama akhirnya mbak Lini keluar juga dan segera di bawa keruang inapnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11:30an.

Akhirnya karena sudah larut, nenek Kamila, tante dan omnya pulang ke rumah. Aku, Bapak dan Ibu masih nunggu disitu karena Abinya masih keluar mencari makanan untuk mbak Lini dan popok untuk Kamila. Pada pukul 12:30 akhirnya kami pulang ke rumah.Aku pulang naik ojek dan sampai di rumah duluan. Wah pengalaman yang cepe' tapi menyenangkan.

Walaupun begitu aku hari ini masih tetap masuk kantor walau dengan badan pegal dan mata mengantuk. Tapi mengingat hari ini hari terakhir sebelum libur cuti leberan akhirnya aku semangat masuk dan tidak percuma juga masuk karena hari ini diajakin sama bos untuk buka bersama dan akhirnya aku diberikan sisa THR-ku ^_^.

Showing 16 - 20 of 136 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?