Your Login Details


Blogosphare

Good Wii Hunting (Part 3 - The End)

By DwAN on 09-Mar-07 23:59. Comments (0)
Tags:

 Seneng abis jo, sebenarnya mau nilis ini hari minggu lalu tapi gak sempat dan selalu ditunda-tunda. Ceritanya begini, pada hari jum'at minggu lalu, entah kenapa saya membulatkan tekat untuk beli Wii, bahkan sampai berencana kredit biar gak abisin duit tabungan. Sampai SMS tante Ami buat minta slip gaji lagi. Tapi karena hari itu dia tidak masuk dan akhirnya aku tidak mendapat slip gaji, akhirnya aku bertekat untuk beli tunai. Lagian tabungan itu yang rencana untuk kubelikan iMac tidak jadi kupakai dalam waktu tekat. Selain dana belum cukup, aku juga menunggu bulan Juni/Juli dimana rumornya bakal keluar Mac line baru. Wuhuw.

Kembali ke Wii, aku sudah bertekat sore jum'at itu aku ke toko game di Blok M untuk beli Wii. Aku sudah siap-siap ambil uang malahan. Tapi entah kenapa tidak ada stoknya. Aku pulang dengan perasaan bercampur-aduk, antar sedih gak dapet serta senang karena duitku tidak hilang.

Namun setelah penelitian intensif di forum-forum, akhirnya malam sabtu aku mendapatkan toko yang menjual Wii dengan harga paling murah, adanya di Glodok. Jika di toko Blok M harganya 4250 kulit kerang di toko di Glodok itu menjual 3750 kulit kerang, lebih murah 500 kulit kerang, bayangkan lumayan juga.

Hari sabtunya aku menelepon toko itu, walau mendapat smbutan yang dingin tapi minggunya aku bertekat kesana. Hari minggu pun tiba, aku berangkat pukul 12:00 WIB dari rumah, dalam perjalanan terjadi hujan besar yang menyebabkan aku melayang :D. Tapi nyampe juga ditoko itu, duit yang kemaren sudah aku ambil ikut basah, namun dalam taraf masih bisa digunakan.

Nah akhirnya di toko itu aku berhasil membeli Wii-ku, walau lebih mahal dari harga aslinya, tapi setelah dihitung dengan pajak import dan ekspedisi sepertinya itu harga yang pantas. Aku pun mendapat Wii versi US. Hehehe.

Tapi gara-gara itu keinginanku bertambah, pingin beli Rayman lah, pingin beli WiFi access point lah, yang kedua-duanya seharga sekitar 500 kulit kerang.

Tadi WiFi Ap-nya sampai ke aku, dan cerita sehabis itu aku kehlangan dompetku sampai saat aku mengetik ini. Sedangkan Rayman yang aku pesan lewat internet dari toko yang di Blok M itu belum ada kabar sama sekali.

Akhirnya dapet Wii juga, masih agak tidak percaya. Tapi setelah setiap hari aku liatin itu Wii setiap hari, rasanya keren juga. Mendadak berbinar-binar, barang yang antik putih dan tidak sesuai dengan warna TV set rumahku. Hehehe.

Stomache

By DwAN on 07-Mar-07 22:51. Comments (0)
Tags:

Bukannya males aku menulis blog lagi, tapi 3 minggu belakangan ini banyak kejadian yang tidak terduga. Dimulai dari aku terkena diare selama lebih dari 2 minggu. Tidak asik sekali rasanya. Ceritanya di mulai pada hari kamis 15 Pebruari aku merasakan hawa tidak enak pada tubuhku seperti terkena demam tapi aku tetap masuk kerja karena menjelang siang badnku sudah normal kembali.

Jum'at 16 Pebruari, pagi harinya aku mendadak terkena demam walau tidak parah amat. Badan panas walaupun belum taraf mengkhawatirkan. Tapi aku tetap masuk kerja karena malamnya mau jalan-jalan. Agak siangan sedikit dan badanku kembali normal. Lalu pada malam harinya aku pergi bersama temanku rencana mau nonton bioskop tapi pergi makan dulu di daerah Setiabudi. Sehabis makan aku merasakan perutku seperti kembung agak maag tapi sepertinya tidak parah. Lalu aku berkeliling mencari warung yang menjual obat maag, karena tidak ketemu akhirnya aku kembali ke warung pinggir jalan tempat aku makan dan tiba-tiba saja sakitnya hilang.

Kami melanjtkan perjalanan ke arah Pondok Indah, tidak jadi nonton karena sudah kemalaman, dan akhirnya kami hanya duduk-duduk di McD Pondok Indah. Selesai itu karena aku nebeng temanku dan dia harus mengantarkan cem-cemannya ke Depok maka aku ikut. Dalam perjalanan perutku terasa kembung, tadi di McD sempet makan Es Krim lagi. Perut agak gak karuan tapi untungnya cuman terasa penuh. Akhirnya aku sampai di rumah sekitar tengah malam.

Malam itu aku makan nasi goreng dengan bumbu ikan tuna, entah kebanyakan makan atau apa, sampai keesokan paginya perutku masih terasa penuh. Karena selama hari sabtu itu aku berada di rumah maka tidak penyakitku lambat bertambah buruknya. Tapi keesokan paginya aku muntah-muntah, tapi setelah itu perut terasa lega. Lalu siangannya badanku mulai demam lagi. Senin keesokan harinya badan masih terasa deman walaupun tidak separah kemarin. Aku pun tidak masuk kerja.

Selasa akhirnya aku masuk kerja walau badan masih terasa tidak enak. Malam harinya mulailah perutku terasa mules-mules. Dan selama hari rabu dan kamis aku tidak masuk kerja karena kebelakang terus, bisa sampai 5 kali berturut-turut sampai badan terasa lemas.

Selera makanku pun menurun, aku hanya makan 3 sampai 5 sendok nasi saja. Tapi akhirnya hari Kamis aku pergi ke dokter.

Jum'atnya terasa tidak enak karena masih lemas dan aku tetap buang-buang air di kantor. Lalu selama lebih seminggu sesudahnya aku tetap masuk kantor walaupun aku sering buang-buang air di kantor. Barulah hari minggu yang lalu keadaan mulai membaik ketika akhirnya ku meminum jamu cap kupu-kup. Nampaknya efektif dan semenjak senin kamarin keadaanku mulai normal kembali. Dokter mendiagnosaku terkena diare dan akupun tau itu. Ntah penyebabnya apa, mungkin karena pulang kemalaman atau salah makan akupun tidak tahu. Untunglah sembuh juga akhirnya.

Let it Monday again

By DwAN on 12-Feb-07 22:25. Comments (0)
Tags:

Ah, setelah sabtu kemarin full di rumah untuk istirahat dan beres-beres halaman belakang, setelah hari minggu kemaren dipakai untuk jalan-jalan ke Senayan City untuk arisan dan iseng masuk ke The Box baerng Rai, Chandra dan Endi. Akhirnya senin datang kembali.

Hari ini dimulai dengan bangun kesiangan dan bermalas-malasan, tidak mengerjakan apa-apa padahal seharusnya pasti ada yang bisa dikerjakan. Hari ini, pertama kalinya aku naik sepeda setelah lebih dari 3 minggu tidak naik sepedah karena alasan banjir, capek dan sebagainya.

Namun aku masih menyempatkan diri untuk mengelap sepedahku yang kotor akibat cipratan hujan entah dari kapan dan belum sempat ku bersihkan. Hari ini aku berangkat setengah sembilan kurang sepuluh, padahal aku masuk kerja jam setengah sembil. Tapi ngapain sih musti pagi-pagi berangkatnya. Hehehe.

Aku menyiapkan segala macam bawaanku, aku tidak terburu-buru, aku melakukan semua dengan santai walau sebenarnya sudah hampir telat masuk kantor.

Aku menggoed sepedaku dengan santai, tidak terburu sama sekali. Tapi tetap saja aku melakukan perbuatan bodoh, menyebrang saat ada motor mau lewat. Untuk motornya sedang berjalan dengan pelan, aku sebenarnya bingung dengan motor itu karena sepertinya dia ingin berbelok menuju arah yang sama denganku, tapi ternyata di malah lurus saja. Sekali lagi untung dia pelan, aku sempat gak enak mengejutkan dia.

Akupun sampai di kantor jam sembilan kurang lima. Lumayan telah tapi tak mengapa, toh hampir semua karyawan disini datang jam segitu. Aku pun naik kelantai atas sehabis tandatangan untuk absen. Ketika sampai di atas, aku pun mengeluarkan bawaan pakainku dari tas, tapi apa ini, aku sepertinya lupa membawa baju kemeja. Yah, sial! pikirku. Dan akhirnya aku menggunakan kaosku yang ku kenakan untuk bersepedah, walau kaosku basah karena keringatan. Tapi lebih baik begini dari pada aku tidak memakai baju.

Dan aku menyadari juga, aku tidak membawa earphoneku, sehingga aku kesepian di komputerku, sendiri karena temanku Adit yang biasa duduk di sebelahku tidak masuk. Akupun lupa membawa kabel data dimana seharusnya aku harus membawa agar bisa mengambil file dari handphoneku dan mengirim file tersebut ke temanku Aves.

Well, hari ini nampaknya menjadi hari yang penuh lupa. Hal yang kulupakan memang tidak penting tapi akibatnya "fatal", halah!

Uneg-uneg, part 1 - New Composition

By DwAN on 09-Feb-07 13:34. Comments (0)
Tags:

Baru-baru ini ada perubahan peraturan di kantorku, yang pada awalnya menurutku biasa-biasa saja. Perubahannya terjadi awal bulan dimana saat gaji di transfer dan tunjangan di kasih. Namun tadi saat aku mandi sore (baca malam), aku sempat berfikir mengenai peraturan itu, semakin aku pikirkan semakin ada yang mengganjal. Peraturannya seperti berbunyi seperti ini "Untuk menghindari pajak yang besar, perusahaan mengambil keputusan untuk merubah komposisi gaji menjadi 60% untuk gaji pokok dan 40% dari total gaji sebelumnya". Setahuku tunjangan tidak dikenakan pajak, namun gaji pokoklah yang di kenakan pajak.

Sebelum ini tidak ada komposisi tetap mengenai tunjangan dan gaji tetap, semua berdasarkan kesepakatan dari pegawai dan perusahaan. Yang jadi pikiranku adalah, tunjangan dihitung perhari. Tunjangan dipotong jika karyawan tidak masuk, baik itu izin atau sakit. Jika karyawan izin setengah hari, maka tunjangan pada hari itu di berikan setengah. Sedangkan gaji pokok diberikan utuh walaupun kita tidak masuk.

Dalam dunia yang sempurna dimana kita hanya hidup untuk kerja sehingga tidak peduli ada kepentingan lain atau misalkan kita sakit, komposisi gaji yang baru mungkin tidak masalah. Tapi, kita semua sebagai manusia terkadang sakit terkadang perlu izin untuk menyelesaikan masalah selain di kantor dan sebagainya. Inilah yang menjadi pikiranku. Dulu komposisi gajiku 80% gaji pokok dan 20% tunjangan. Saat aku izin untuk tidak masuk, tidak menjadi masalah bagiku karena potongan tunjanganku terhitung masih kecil.

Mari kita lakukan sedikit perhitungan, misalkan gajiku berupa kulit kerang, dimana setiap bulan misalkan aku mendapat 100 kulit kerang. Sebelum adanya peraturan tersebut tunjanganku adalah 20 kulit kerang jika di bagi denga hari kerja maka tiap harinya tunjanganku adalah 1 kulit kerang. Jika pada suatu bulan aku tidak masuk 2 hari, makan tunjanganku tinggal 18 dan gajiku pada bulan itu menjadi 98 kulit kerang. Masih terlihat tidak terlalu merugikan.

Lalu kita lakukan perhitungan dengan komposisi baru, maka tunajnganku menjadi 40 kulit kerang dan daji tetapku menjadi 60 kulit kerang. Tunjanganku tihap hari menjadi 2 kulit kerang. Jika dengan menggunakan komposisi baru aku tidak masuk 2 hari, maka aku kehilangan 4 kulit kerang. Jika dihitung gajiku pada bulan itu tinggal 96 kulit kerang. Hmm, berkurangnya lebih banyak. In baru tiap hari, bayangkan jika setangah bulan aku tidak masuk karena sakit perut akut :P. Untuk komposisi yang lama aku akan kehilangan 10 kulit kerang sehingga gajiku bulan itu menjadi 90 kulit kerang, namun untuk komposisi yang baru aku kehilangan 20 kulit kerang sehingga gajiku menjadi 80 kulit kerang.

Aku merugi 10 kulit kerang jika dihitung-hitung antara komposisi baru dan komposisi lama. Intinya aku dirugikan dengan komposisi yang lalu. Selain itu ada satu permasalahan lagi, mereka mengurangi gaji pokokku dari 80 menjadi 60 kulit kerang. Bagaimana ini bisa terjadi, seseorang yang mendapatkan pemotongan gaji pokok dalam sejarah pasti telah berbuat salah sehingga merugikan perusahaan, namun aku tidak melakukan apa-apa yang merugikan perusahaan samapi saat ini.

Perusahaan sepertinya tidak mau perduli dengan ini, mereka dengan seenaknya momotong gaji pokok kita dimana seharusnya ini tidak boleh terjadi. Pada awalnya perusahaan ingin mengurangi pengeluaran tapi dengan mengorbankan gaji karyawan. Tampak di permukaan perubahan komposisi ini sepertinya tidak terlalu bermasalah, karena karyawan akan tetap mendapatkan gaji mereka yang seharusnya. Namun kutekankan lagi, kita tidak hidup dalam dunia dimana pekerjaan adalah sesuatu yang utama, kita bisa sakit sewaktu-waktu, kita perlu izin sewaktu-waktu baik karena kepentingan keluarga tau kepentingan mendadak dan sebagainya.

Entah akankah aku akan kemukakan ini ke HRD kantorku, atau aku simpan saja dimana aku sejak awal tidak berniak untuk lebih dari satu tahun di perusahaan ini. Ditambah dengan komposisi ini keinginanku untuk tidak lebih setahun menjadi lebih kuat saja. Namun disamping perubahan komposisi gaji tersebut diatas ada satu peraturan baru yaitu kenaikan tunjangan berdasarkan bintang-bintang yang sepertinya menggiurkan tapi telah lenyap ditelan komposisi baru sehingga aku tidak memikirkannya lagi.

Kenaikan tunjangan dilakukan tiap tahun begitu juga dengan gaji pokok, namun sebelum terjadinya kenaikan tersebut selama setahun aku akan merugi berlipat-lipat jika tidak masuk kerja. Dan gaji pokokku dipotong, damn. Itu suatu yang aneh, Kalau masa satu tahunku sudah berakhir dan jika meraka memang memerlukan aku, kartu penawaran ada di aku tapi jika memang dari awal tidak terlalu memerlukan aku, aku sudah dari awal sudah siap. Tidak seperti dunia akan berakhir. Dan omong-omong aku sudah 9 bulan di kantor ini, tinggal 2 bulan lagi untuk mengajukan surat pengunduran diri.

Sementara itu, aku harus mempertahankan proyek-proyek freelanceku, agar tidak ada waktu jeda antara pekerjaanku ini dengan pekerjaanku nantinya (jika Allah masih memberi kesempatan itu untukku). Satu tambahan lagi, sudah lebih 3 bulan mereka tidak menyerahkan surat pengangkatanku, dimana yang lain sudah diberikan cuman aku yang belum. Alasannya belum ditanda-tanganin oleh Bosku, yang kebetulan memang tidak pernah masuk karena bapaknya yang sakit.

Pada akhirnya aku selalu mendapatkan alasan-alasan yang kuat untuk membenarkan pengunduran diriku. Selama ini aku kerja diperusahaan tersebut memang tidak ada masalah berarti. Aku berkerja dengan santai dan sepertinya kau mulai terbiasa. Hari berjalan dengan lancar tanpa ganjaran yang menyebabkan aku harus lembur di kantor atau semacamnya (walau dulu sempat). Semoga Allah meridhoi jalanku. Bahkan aku berhasil menggunakan sepeda ke kantor. Sesatu yang akan ku rindukan jika aku nanti bekerja di tempat yang jauh dari jangkauan sepedaku (atau sebaiknya kau mencari tempat kerja yang dekat).

Jakarta's Flood Part 2 - The Flood

By DwAN on 04-Feb-07 01:27. Comments (1)
Tags:

Hari itu aku pulang dengan metromini 70. Pada arah sebaliknya terlihat ada kemacetan luar biasa, pikirku sepertinya ini macet akibat genangan air. Namun ada keanehan, metrominiku tidak kunjung datang, sudah kurang lebih tiga puluh menit aku menunggu. Tak beberapa saat kemudian akhirnya metrominiku datang, tapi ternyata sangat penuh sekali dan akhirnya ku memutuskan untuk menunggu bus selanjutnya. Sepertinya malang benar nasib ku tiga puluh menit kemudian barulah muncul kembali metrominiku dan kali ini penuh sekali.

Tersirat dalam pikiranku untuk menaiki kopaja 609 dan akhirnya aku memutuskan menaiki kopaja. Aku berjalan ke arah kantorku ke seberang jalan. Aku menunggu di ujung flyover, namun kopaja 609 tidak kunjung datang, cukup lama ku menunggu di sana hingga akhirnya adzan magrib berkumandang. Entah kenapa aku akhirnya menaiki metromini 69 jurusan cilidug. Aku berfikir mingkin aku akan menemukan kopaja di pertigaan dokar.

Terdengan sang konek berkata ada banjir di pertigaan BNI, aku tak tau tepatnya, aku berfikir mungkin itu di cipulir. Ternyata sebelum sampai pasar cipulir telah terjadi kemacetan luar biasa. Aku diturunkan setelah perempatan seskoal. Karena aku berfikir bajirnya di cipulir dan setelah itu aku bisa menaiki kopaja 609 akhirnya aku memutuskan berjalan kaki kearah cipulir. Aku berjalan agak cepat karena hari sudah gelap. Aku sudah berfikir akan menaiki gerobak di cipulir nanti.

Akhirnya aku sampai cipulir dan ternyata tidak banjir, aku pun tetap melanjutkan berjalan kakiku mengingat macet yang luar biasa dan lebih cepat berjalan kaku dari pada naik kendaraan bermotor. Akhirnya aku mendekati pertigaan dokar, terlihat keramaian orang dan ternyata banjir di pertigaan itu. Ternyata aku baru tau kalau pertigaan BNI itu adalah pertigaan dokarku, dimana seharusnya kopaja 609 melewati pertigaan itu, pantas saja aku tidak melihat kopaja 609 dari tadi,

Banjirnya ternyata makin parah menuju kearah jalan ke rumah ku. Aku melihat ibu-ibu menaiki dokar dan akupun tanpa berfikir panjang ikutan menaiki dokar itu. Selama perjalanan aku melewati jalan yang sudah tergenang setinggi pinggang manusia dewasa. Sepatuku kemasukan air karena ku duduk di belakang. Aku pun sudah berfikir dari tadi akan memotret kejadiaan ini, namun sayang suasana telah gelap sehingga gambar yang aku dapatkan tidak terlalu jelas.

Beberapa saat kemudian kami diturunkan di pinggiran banjir. Aku berjalan beberapa langkah, lalu aku memutuskan untuk menelepon rumah siapa tau Novry sudah pulang dan aku bisa di jemput. Namun ternyata dia pulang malam, dan akhirnya ku melanjutkan perjalananku. Aku tidak tau apakah akan ada kopaja yang lewat walaupun di seberang ada satu kopaja yang mungkin akan berputar balik.

Tepat ketika aku bertemu dengan tukang ojek dan menaiki ojek nya, kopaja tadi muncul di belakang ku, tapi sudah lah pikirku, lebih cepat menaiki ojek. Dan akhirnya ku pulang dengan ojek, terlihat di lajur sebaliknya antrian mobil tidak putus-putus menunjukkan pasti sangan panjang macetnya, namun arah yang aku lalui kosong karena merupakan arah menghindari banjir.

Betul saja mecetnya sampai di depan jalan masuk ke rumahku dan aku bersyukur menaiki ojek karena bisa tiba lebih cepat dari pada menaiki kopaja walaupun dengan sedikit biaya lebih. Namun aku bersyukur rumah ku tidak kebanjiran dan genangan yang biasanya ada saat hujan turun di depan rumah ku sudah surut, berkat drinase yang baru-baru ini di buat.

^

Showing 126 - 130 of 229 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?