Your Login Details


Blogosphare

Tukang Minta-minta kok punya ....

By DwAN on 10-Sep-08 16:01. Comments (0)
Tags:

Aku sih gak keberatan kalo ada pengamen ngamen di depanku, apa lagi kalo pengamen tersebut berusaha sekuat mungkin bermain musik dengan bagus walaupun dengan suara yang terkadang pas-pasan dan gitar yang sudah usang. Terkadang malah aku senang kalau ada pengamen seperti itu, sangking senangnya aku bisa ikutan ngasih 0,5 atau 1 kulita kerang buat mereka. Terkadang malah merasa sepertinya terlalu sedikit ngasihnya.

Pengamen memang bisa dikategorikan sebagai peminta-minta (sama seperti penyanyi, group dan band), tapi sebenarnya tidak juga, karena mereka memberikan jasa menghibur ke kita. Kalau kita suka kita bisa menyumbangkan sedikit kulit kerang kita tapi kalau tidak suka ya dihiraukan saja.

Beda dengan pengemis yang hanya duduk di sepanjang trotoar atau jembatan penyebranan. Tapi mereka sifatnya tidak memaksa dan terkadang mereka itu memang benar-benar orang yang berkekurangan, semisal buta, sudah tua atau cacat fisik.

Ada juga peminta-minta yang berkeliaran di bis-bis, mereka tidak mengamen atau memberikan jasa apapun kekita, namun mereka hanya berkata-kata yang sebenarnya bernada agak mengancam. Nah tadi pagi ada tuh tukang minta-minta, masih muda sekali sehat walafiat gak kurang satu apapun. Dia bahkan pakai anting dan bertato yang menunjukkan dia semacam preman.

Awalnya aku kira dia kondektur bus, namun setelah beberapa lama akhirnya di berkata-kata juga. Mungkin kalau dia menjadi pengamen orang pasti mau memberikan sedikit dari kulit kerang mereka, tapi dia hanya berkata dengan kata-kata khas pengemis bus kota. Kebanyakan orang memang tidak memberikan sumbangan karena memang tidak pantas dia meminta-minta. Dia masih muda dan sehat, seharusnya dia bisa mencari pekerjaan.

Tapi yang bikin aku kesal adalah tepat didepan mukaku dia mengeluarkan handphone yang disebunyikan dibalik kaosnya yang tergantung dilehernya. Do'oh, pengemis kok punya HP yang berarti menunjukkan dia mampu karena setidaknya dia harus mengisi ulang pulsa telponnya yang pasti didapatkan dari minta-minta. Dan untuk apa pengemis punya HP apalagi masih muda, pasti buat nelpon cewe'-nya. Apakah itu penting?

Intinya memang jangan pernah ngasih uang ke pengemis apa lagi pengemisnya model preman dan masih muda seperti yang aku ceritakan.

Busway Part 1 - Mengantri

By DwAN on 12-Dec-07 20:56. Comments (0)
Tags:

Bagaimana mengawalinya yah? Pokoknya ini awal dari serentetan cerita menarik yang terjadi kalau kamu naik Busway (baca: tije). Maklum setiap hari kalau kuliah aku naik busway. Ok mari kita mulai.

Hal pertama yang kamu sadari saat naik busway adalah mengantri, apalagi jika kamu naik busway pas jam-jam sibuk yaitu sore dan pagi hari, jangan kaget karena antriannya bisa sampai panjang banget. Tapi kali ini aku mau membicarakan antrian pendek yang sering terjadi di koridor 1.

Ketika sampai di dalam halte busway kamu pasti dihadapkan oleh sekrumunan orang yang sedang tidak mengantri sembako. Mereka sebenarnya mengantri busway, karena itu yang mereka kerjakan kalau berada di halte busway.

Kamu jangan kaget ketika walaupun antriannya agak ramai, tapi hanya sebagian yang boleh masuk bus. Itu bukan karena tinggi mereka tidak mencukupi, tapi karena biar orang-orang yang mengantri di halte lain bisa masuk. Bayangkan kalau satu bus di penuhi dari penumpang satu halte. Nanti yang lain gak kebagian masuk.

Pernah sempat aku hampir mau menyerobot masuk dikarenakan yang belakang agak mendorong-dorong tapi di berhentikan oleh petugas busway-nya, aku sampai hampir terhuyung-huyung karena dipaksa keluar. Rupanya penjaga busway itu superman, lihat saja mereka berseragam dan berdiri seharian, kalau bukan superman siapa lagi namanya.

Nah kalau lagi mengantri dan berada di baris paling depan hati-hati, karena ada pintu jebakan. Pintu jebakannya akan tiba-tiba menutup sendiri kalau sedang tidak ada bus yang bersandar. Begitu pula pintunya kan terbuka sendiri kalau ada bus yang menyandar. Aku sempat menyangka kalau ada jin yang menjaga pintu itu, tapi yang sebenarnya adalah petugas karcis yang mempunyai tenaga dalam untuk membuka dan menutup pintu tersebut.

Oh iya, kalau kamu sudah terjepit pintu jebakan, jangan panik. Kamu tinggal nyebut saja, biasanya konsentrasi penjaga karcis akan terganggun kalo kamu nyebut-nyebut.

Nah kalau kamu sudah biasa mengantri dan sedikit keajaiban halte busway, jangan bangga dulu karena masih ada keajaiban yang lainnya.

Sate Jakarta

By DwAN on 27-Aug-07 17:21. Comments (0)
Tags:

Hari ini tidak seperti biasanya aku bangun pagi, walaupun bangut sangat pagi aku tetap tiduran di kamarku menunggu adzan subuh datang. Ntah kenapa badanku terasa pegal-pegal, mungkin karena semalaman aku menahan pipis. Akhirnya aku beranjak keluar dari kamar mandi ku untuk buang air kecil. Tak kusangka perasaan kantung masih merajai diriku, akhirnya kau menyerah dan betul-betul berbaring lagi di kasurku. 

Beberapa menit kemuadian adzan menyaut dan akhirnya aku menurunkan tahta kantuk dan bergegas ke kamar mandi lagi untuk cuci muka lalu wudhu lalu sholat subuh dan lalu nonton film kartun.

Hari ini tidak seperti biasanya, karena hari ini adalah hari pertama aku kuliah lagi. Kuliah malam di UI. Aku-pun bermain DS-ku sebentar lalu diikuti dengan sarapan pagi. Tidak seperti biasanya lagi aku mandi sebelum jam 7 pagi.

Akhirnya aku selesai bersiap-siap kekantor sekitar jam 7.15, seperti yang aku ketahui jam di rumahku lebih cepat 15 menit dari jam semestinya, makanya aku kegirangan karena pasti aku datang pagi kekantor.

Hari ini aku agak bermalas-malasan kekantor dengan menaiki bus umum, biasanya sih aku lebih bermalas-malasan lagi dengan menaiki sepedaku tapi karena hari ini aku kuliah aku tidak bisa naik sepedahku.

Ternyata semakin pagi udara di Jakarta semakin segar, baru saja aku keluar dari jalan masuk rumahku sudah banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang yang menambah segar udara hari ini. Tak henti-hentinya aku melihat motor yang tertib kebut-kebutan di jalan yang sempit, dan tidak lupa pula klakson yang bersautan yang lebih merdu kicauan burung. Aku bersyukur burung-burung itu sudah tidak berkicau lagi.

Beberapa saat kemudian bus 609 yang akan aku naiki terlihat juga. Asik ternyata penuh jadinya ku bisa santai berdiri. Tapi aku heran ada juga orang yang sepertinya menyerobot untuk duduk, padahalkan lebih nyaman berdiri.

Beberapa menit kemudian bus yang ku naiki tiba di jalan yang besar, udara semakin bertambah segar, jika ku lihat dari kejauhan suasanyanya sangat menyenagkan, tampak kabut putih dan hitam menyelimuti kota Jakarta, tidak pernah aku lihat suasana Jakarta sesejuk ini. Tidak seperti kalau sedang lebaran dimana kendaraan sangat jalan berkeliaran sehingga udara jahat O-2 berkeliaran.

Tidak lupa juga wewangian dari asap rokok bertebaran dimana-mana bikin dadaku tambah lega. Aku kira dengan datang ke kantor pagi-pagi udarakan terasa menyesakkan namun sebaliknya udara nampak sejuk menyenagkan, di tambah ternyata semakin pagi kendaraan yang berkeliaran semakin banyak, menambah kandungan CO-2 di udara yang baik untuk tubuh kita.

 

 

Curhatan Pejalan Kaki

By DwAN on 29-Jan-07 22:18. Comments (2)
Tags:

Halo semua yang punya Roda asik deh kaeknya kalian. Setiap hari bisa kemana-mana dengan cepat. Gak perlu nunggu angkutan umum atau jalan kaki yang membutuhkan waktu lama untuk sampai tujuan. Tapi apa itu, kalian kok seenaknya aja klakson2 dihari yang panas ketika macetnya bukan main dan kami sedang menunggu di pinggir jalan, belum lagi kalian sengaja menderu-derukan mesin, itukan gak ngaruh malah nambah penderitaan kami saja. Asap kalian itu tolong di jaga yah, kami yang berdiri kepanasan di pinggir jalan gak tahan. Mohon cek emisi anda gunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Jangan dengan alasan pengiritan pake bensin campur, itu bikin asep kenalpot tambah banyak, dan akhirnya kami yang menghirupnya.

Tolong beri kami jalan waktu menyebrang, kami tidak lama kok kalau menyebrang. Tambahan jangan marah kalau ruas jalan kalian di kebiri 1 jalur untuk proyek busway, ini bukan untuk kepentingan kami tapi untuk kepentingan bersama. Oh iya, untuk yang punya motor tolong jangan lewat trotoar, kami membutuhkannya untuk berjalan. Kami tidak mau harus menunggu kalian lewat trotoar kami, kan kalian sudah punya jalur sendiri. Untuk kendaraan yang suka parkir di trotoar tolong dong lain kali jangan parkir di situ parkir, tolong cari lahan kosong yang telah disediakan sebagai tempat parkir, tapi kalau memang tidak ada ya sudah kami mengalah.

Tolong juga untuk para kendaraan jangan suka ngebut ketika berada di jalur paling sebelah kiri, karena kami berlalu lalang di situ, dan kami agak was-was kalu keserempet kalian. Mungkin kendaraan kalian tidak akan rusak, tapi memar dan rasa sok akan bertahan lama di diri kami. Tolong kalau lagi hujan dan banyak genangan jangan pacu kendaraan anda sehingga mencipratkan genangan tersebut ke arah kami. Memang kami sudah kehujanan jadinya kami tidak perlu cipratan anda lagi. 

Mohon dimaklumi kalo angkutan yang kami naiki tiba2 berhenti di tengah jalan, ini kan hanya sebentar mohon sabar sejenak. Sebagai nasehat sebaiknya kalo mengendarai kendaraan kalian jangan 1 centi didekat kendaraan umum, mengingat berhenti mendadak itu. Buat sopir angkutan umum tolong nyopirnya perlahan-lahan, kami tidak mau diikutsertakan dalam tindakan "fear factor" kalian. Dan kalau memberhentikan kami tolong dibuat agak minggir agar kami tidak tersenggol oleh motor yang mencoba menyempil diantara angkot kalian dan trotoar. 

Kalian enak yah punya kerjaan sehingga bisa beli motor dan mobil, kami harus berusaha keras mengangkat berkarung-karung beras dari gudang ke toko majikan kami, mana jalanannya menanjak lagi, mohon maaf saja kalau kami membikin jalan macet. Kami cukup senang kalau kalian tidak mengklakson kami. (terinspirasi sama orang2 yang gw liat dipasar tiap pagi).

Konde dan Gelungan

By DwAN on 29-Dec-06 23:31. Comments (2)
Tags:

Konde dan gelungan merupakan dua buah benda yang sama, kedua-duanya dikenakan di belakang kepala hampir mirip dengan topi. Bedanya mereka harus dijepitkan ke dalam rambut agar tidak copot. 

Biasanya ibu-ibu menggunakannya pada saat kondangan pernikahan.

 

 

 

Showing 1 - 5 of 9 Articles
OMG, gilak udah banyak juga yach hasil postinganku, kira-kira bisa jadi buku gak?

< Previous 12 Next >